CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Jadi bahan sorotan di kantin


__ADS_3

Dari kejauhan Bayu sempat kaget melihat Cindi di dekat Pak Reno dengan tertawa kegirangan, teman-teman nya menyadari tatapan Bayu yang terus tertuju kepada Cindi.


"Weh gila coyy, itukan cewek lu," tegur Dion.


"iya, kayaknya mereka akrab, apa ada hubungan keluarga mereka yah?" Tanya Dilan lagi.


"Loh cemburu yah, bukannya kamu memanfaatkan dia?" Tanya Dilan lagi. Bayu memang hanya memanfaatkan Cindi, sebenarnya dia hanya merasa sakit hati saja karena di putuskan sama mantan pacarnya kemarin. mendengar perkataan temannya ia tidak menggubrisnya dan hanya diam saja.


"Loh ku pikir kamu tidak pacaran lagi sama dia bro, bukannya kemarin aku liat kamu jalan sama Dinda." Ucap Dilan lagi.


Dinda itu mantan Bayu, sempat putus tapi semenjak pacaran sama Cindi dia merasa tidak puas karena Cindi orangnya terlalu pintar jadi dia balikan sama Dinda yang sudah nyaman bersamanya tanpa di ketahui oleh Cindi juga.


Di kejauhan Cindi malah tertawa bareng Lina, dan Reno berbeda dengan Rendi yang hanya sibuk dengan hpnya.


"Cindi kayaknya seru deh kalau kita pergi nonton bareng." Reno mengusulkannya ke Cindi. Perkataan Reno barusan membuat Rendi terkaget dan sontak saja membuatnya terbatuk saat sedang minum itu.


"Ohok ohok ohok..." Reno dan yang lainnya sontak kaget termaksud Cindi dan Lina.


"Loh, kenapa Rendi?" Tanya Lina kepada adiknya.


"Gak apa-apa kok kak," ucap Rendi mencairkan suasana lagi. Cindi sempat menyadari penyebab Rendi terbatuk itu tapi hanya bisa senyum-senyum saja.


Orang batuk malah di ledekin, dasar nih anak. kesal Rendi dalam hati melihat Cindi tersenyum kepadanya.


"Kita nontonnya di mana yah?" Pertanyaan Rendi lagi-lagi membuat Cindi yang terbatuk saat dia sedang meminum es jeruk itu.


"Ohok... ohok... ohok..." kali ini mereka saling bertatapan satu sama lain.


"Hahahaha, Lah ini ada apa lagi?" Tanya Lina yang berusaha menahan tawa tapi gagal.


"Gak apa-apa kok kak," Cindi saat itu benar-benar linglung harus jawab apa jadi dia jawab seolah tak terjadi apa-apa padanya.


"Kalian jawabannya kok sama." Tanya Rendi dan Lina secara bersamaan. kali ini mereka saling menatap satu sama lain lagi, Cindi dan Rendi hanya bisa benggong saja.


Teriakan mereka bahkan kedengaran sama semua penghuni kantin itu, penghuni kantin malah menatap mereka dengan tatapan binggung dan kepo. Karena binggung mau buat apa kali ini Rendi hanya tersenyum ka arah semua penghuni kafe.

__ADS_1


"Woahhh, ganteng sekali dia." Ucap penghuni kantin benar-benar terperangkap dengan senyuman Rendi barusan. Padahal niat Rendi tak lain hanya mau mencairkan masalah malah yang terjadi kebalikannya. Cindi yang mendengar pujian dari orang-orang kepada Rendi hanya bisa menunduk dan melanjutkan makannya.


Di kejauhan Reno dan teman-teman nya malah kesal juga di buatnya kegenitan para wanita di kantin itu.


"Lama-lama aku kesal juga mendengar kegenitan para karyawan cewek di kantin ini." kesel Dilan kepada para kariawan itu.


"Keluar yuk, aku kayaknya bosan juga melihat kegenitan mereka." lagi-lagi Bayu ikutan kesal juga di buatnya.


Bayu dan temanya keluar dari kantin itu lalu langsung kembali ke meja kantor mereka. Bayu masih kesal melihat tingkah Cindi dan para anak Direktur semakin dekat, Tapi dia juga merasa bersalah karena sudah selingkuh dengan mantannya.


...🐼🐼🐼...


Selesai makan siang Cindi dan Lina lalu izin kepada Reno dan Rendi untuk kembali ke ruang kerja.


"Kak, Rendi, aku duluan dulu yah." Ucap Lina kepada Rendi dan Reno.


"Iya, Hati-hati yah." Ucap Reno.


"Hahaha, Kayak aku dan Cindi mau pergi jauh aja kak," Tawa Lina kepada kakanya. Rendi kali ini malah lebih cuek dan pendiam, dia malah hanya senyum kepada kak Lina tanpa berkata sepatah kata pun padanya.


"Okey, setelah ini kita diskusi lagi." Ucap pak Rangga.


yang lain hanya mengiyakan pak Rangga tanpa berbalik ke arahnya. pak Rangga sempat kesal juga tapi dia mengerti posisi para bawahan nya sekarang sedang sibuk.


"Jadi seperti nya situasi untuk diskusi saat ini tidak tidak memungkinkan, jadi hari ini akan di tunda sampai besok." Ucap pak Rangga karena melihat situasi yang kurang bagus ini.


Lina bahkan tidak terlalu peduli perkataan pak Rangga, setelah selesai mengerjakan laporan itu Lina bergumam legah.


"Akhirnya selesai juga," gumam Lina bahagia. Lina yang berdekatan dengan Cindi lalu menghampiri Cindi.


"Nak sudah selesai yah?" Tanya Lina kepada Cindi yang masih sibuk mengetik itu.


"Dikit lagi kak," jawab Cindi.


"Kakak tunggu yah," mendengar perkataan Lina Cindi hanya bisa mengangguk dan tersenyum ke arah nya.

__ADS_1


Tak lama Lina menunggu Cindi tiba-tiba mengejutkan dirinya. "Kak Lina, sudah selesai."


"Naik kumpul yuk, aku juga ingin bicara sama papa." Lina mengajak Cindi ikut bersama nya untuk mengumpulkan laporan itu, tanpa pikir panjang Cindi hanya mengangguk saja padahal dia sangat tidak ingin bertemu dengan CEO baru itu.


Sesampainya di depan ruang kantor papanya Cindi dan Lina mengetuk pintu.


Tok tok tok


Pak direktur membuka pintu dan langsung mempersilahkan mereka masuk ke dalam, Cindi melihat Rendi sangat sibuk memeriksa laporan di meja kerjanya tanpa memperdulikan kehadiran mereka.


Yah ampun aku harus bertemu pria es batu itu lagi.


Di dalam Cindi binggung harus berbuat apa, di simpannya laporan itu di meja kerja Rendi.


"Ini laporannya pak Ren..." belum selesai Cindi melanjutkan perkataan Rendi sudah naik tensi duluan.


"Simpan saja di situ," Ucap Rendi dengan nada suara tinggi, Cindi sempat terkejut tapi berusaha untuk menenangkan diri.


Pak Direktur dan Lina juga sempat terkejut tapi dia hanya bisa diam saja, Cindi lalu berbalik dan melihat Pak Direktur dan Lina benggong kepadanya.


"Ehmmm, ada apa pak?"Tanya Cindi dan tersenyum kepada pak direktur.


"Ohhhh, gak papa nak papa hanya sedikit terkejut saja." Ucap pak direktur itu.


"Ayo duduk sayang," Kak Lina lalu menarik tangan Cindi ikut bersamanya duduk di sofa.


"Rendi memang seperti itu, kamu juga harus terbiasa dengan sikap keras nya nak seperti kariawan lainnya." Nasehat pak direktur.


"Iya pak tidak masalah kok, aku tadi hanya sedikit terkejut saja." Cindi tersenyum ke hadapan pak direktur seakan tidak terjadi apa-apa padanya padahal jantungnya hampir saja tadi copot.


"iya Rendi memang seperti itu, nanti juga kamu akan terbiasa sabar yah sayang." nasehat kak Lina seperti ada sesuatu kata yang tersirat di dalamnya tapi cindi tidak mengetahui apa sebenarnya yang akan di lakukan keluarga itu padanya.


Salam kenal dari ku🤭


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2