CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Persiapan acara


__ADS_3

Udah mau setahun pernikahan mereka tapi cindi hari ini sangat senang karena tamu spesial datang ke rumah nya, Ibu dan cindi sudah siap-siap di dapur untuk memasak beberapa jenis masakan di dapur untuk menyambut tamu spesial.


"Ibu aku boleh ke supermarket untuk beli beberapa buah-buahan nggak?" pinta cindi kepada ibu hajra, Tapi dia tidak menyangka kalau ibu hajra sangat cerdas dan teliti dalam hal ini.


"Tidak usah nak, tenang saja ibu sudah menyuruh supir di rumah untuk membeli beberapa buah-buahan dan beberapa bahan nya untuk di buat salad buah dan es buah." Ucap nya sambil merangkul Cindi, rasa sahabat bak mantu Cindi tersenyum kepada Bu hajra lalu menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tidak sempat dia selesaikan tadi.


Beberapa menit kemudian akhirnya si sopir datang lalu membawa masuk beberapa jenis buah masuk ke dalam rumah. Cindi membantu ibu menyiapkan beberapa nampan untuk memisahkan buah yang akan di jadikan salad buah dan es buah, Cindi memotong-motong beberapa buah menjadi beberapa bagian. sedangkan ibu kembali ke dapur untuk menggoreng dan membakar beberapa ikan laut yang ukuran nya lumayan gede.


Di luar rumah sangat terdengar halus suara mobil menjauhi rumah cindi, Sedang mereka sibuk di dapur berdua berpesta pora untuk membuat beberapa menu masakan.


Ning nong, Saat lagi asik di dapur mereka mendengar ada yang membunyikan bel rumahnya. Cindi dan Bu hajra saling bertatapan heran siapa lagi yang membunyikan bel di siang bolong gini.


"Iya tunggu," Teriak cindi dari dalam rumah." sambil berjalan ke arah pintu.


Cekrek, Suara pintu terbuka mata cindi melongok ternyata tetangga sebelah terlihat di tangan nya dia menjinjing beberapa kantongan besar yang tidak tau isinya apa.


"Selamat siang Bu cindi, ini kebetulan ada oleh-oleh dari Lampung." ucap ibu itu dengan ramah.


"Owhh iya Bu terimah kasih banyak," ucap cindi ramah.


"Saya dengar suami ibu juga kerja di PT grup Persada Indonesia yah?" Tanya ibu itu.


"Owhh iya benar Bu, ibu tau dari mana suami ku kerja dan sana?" Tanya cindi kepada ibu tersebut dengan ramah.


"Itu suami ku cerita katanya tetangga sebelah suaminya juga kerja di situ, suami saya kerja di sana juga Bu." ucap ibu tersebut dengan ramah.


"Owhh iya Bu," Cindi lagi-lagi tersenyum ramah.


"Loh ibu sudah lupa sama aku yah?" Tanya ibu itu.


"Lupa, apa kita pernah ketemu? maaf aku akhir ini jarang keluar rumah jadi agak lupa aja sama orang-orang Bu." ucap nya.

__ADS_1


"Saya ibu Desi istrinya bapak yang pernah ibu tolong waktu itu." ujar ibu tersebut kegirangan.


"ibu silahkan masuk dulu nanti kita ngobrol nya di dalam aja," cindi lalu mempersilahkan ibu itu masuk.


"Iya Bu cindi makasih banyak yah, ibu benar-benar baik."


"Ibu duduk dulu aku ke dapur dulu sebentar." Cindi lalu masuk ke dalam dapur, ibu hajra sempat bertanya kepadanya.


"Siapa toh nak?" Tanya Bu hajra.


"Itu loh Bu, teman cindi datang jengguk." ujar cindi iseng takut ibu banyak tanya tapi dia janji abis ini dia akan jelasin, ngejelasin sekarang malah jadi panjang lebar gak enak kalau di dengar sama tamu mereka di dalam malah ngerumpi tamu.


"Owhhh teman toh," ucap Bu hajra lalu melanjutkan pekerjaan nya. Sedang cindi membuat teh hangat buat tamunya, Lalu berjalan keluar untuk menyambut tamunya.


...🐼🐼🐼...


"Silahkan Bu di minum tehnya, ini ada beberapa kue kering tidak terlalu banyak soalnya tamu jarang bertamu ke sini." ucap cindi ramah.


"Tidak papa toh, melayani tamu kan sedekah Bu." ucap cindi dengan senyum manis nya. Mereka lalu melanjutkan percakapan nya.


"Nak cindi ingat bapak sopir yang pernah nak cindi tolong waktu itu?" Tanya ibu Desi.


"Bapak sopir.... Owhh bapak itu suami ibu?" Tanya cindi balik.


"Iya nak, kebetulan sekali ternyata nak cindi tinggal di sini juga." ucap nya ramah.


"Aku juga baru tau bapak dan ibu ternyata tetangga aku, jadi rumah ibu di bagian mana?" Tanya cindi.


"Rumah ku tidak jauh dari rumah Bu cindi." ujar nya.


"Owalah, apa kabar bapak sehat?" Tanya cindi ramah.

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat, ibu ngomong-ngomong sudah berapa lama tinggal diam sini?" Tanya Bu Desi.


"Udah mau setahun toh Bu aku di sini, cuman tidak nyangka aja gitu."


"Owalah kalau ibu udah mau lima belas tahun, cuman kemarin perekonomian sempat sulit sebelum nak cindi datang bantuin ekonomi kami bahkan rumah itu sudah hampir di tarik sama bank tapi Alhamdulillah tidak jadi karena nak cindi membantu kami melunasi hutang-hutang di bank." ucap nya dengan sangat terimah kasih.


"iya Bu, mungkin waktu itu Tuhan lagi nolongin ibu melalu perantara saya. waktu itu saya ketemu bapak mukanya sedih terus jadi saya tanya ada apa? bapak nya akhirnya jujur, karena bapak punya ilmu dalam bidang perkantoran jadi saya suruh kasih masuk lamaran nya, tidak nyangka itu hadiah dari Tuhan atas kesabaran bapak selama ini." ucap cindi menceritakan nya kepada ibu itu kejadian sebenar nya.


"Iya nak, mulai sekarang nak cindi sudah kami Anggap anak jadi jangan sungkan-sungkan jalan-jalan ke rumah untuk bertamu. Anak-anak ibu juga suka nyariin nak cindi, katanya mau ketemu Kaka baik."


"Loh serius Bu, tapi dedek nya kok tidak di bawah?" Tanya cindi.


"Owalah, mereka pada sekolah Bu." ujarnya ramah.


"Bagaimana kalau sebentar ibu datang, sebentar abis magrib ada acara di rumah ini." ucap cindi kepadanya.


"Owalah, iya nak nanti saya juga kasih ikut dedek nya." ujar nya senang.


"iya Bu, pasti kami tunggu kehadiran nya. panggil bapak juga yah, udah kangen aja sama bapak baik hati itu." Terlihat muka Bu Desi memerah karena malu-malu suaminya di puji sama istri direktur perusahaan tempat suaminya kerja.


"iya nak cindi, ya udah kalau gitu ibu pamit dulu." ucap nya ramah.


"Iya Bu hati-hati di jalan." Ibu itu lalu berjalan keluar rumah terlihat semakin jauh pundaknya semakin tidak kelihatan lagi, cindi lalu menutup pintu dan masuk ke dalam rumah untuk kembali membantu ibu.


"itu loh Bu orang yang pernah saya bantu dulu, dia bawain cindi oleh-oleh dari kampung." ucap cindi di dapur kepada Bu hajra.


"Yang mana nak orang nya?" Bu hajra ternyata kepo juga.


" itu yang sopir taksi yang nolongin cindi, kebetulan dia ada pengalaman kerja di perkantoran. Cindi tidak tega aja sia-sia kan ilmu dia jadi cindi tolongin masuk ke perusahaan papah." kali ini Bu hajra hanya menganggukkan kepalanya.


Cindi membuka bungkusan yang di bawah oleh Bu Desi, ternyata isinya beberapa ketupat dan daging masak, ada juga sate dan ayam panggang di mana ayam panggang nya di bumbuin dalam nya. Terlihat begitu lezat dan membuat perut cindi berbunyi.

__ADS_1


__ADS_2