CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
menuju kantor


__ADS_3

Di dalam taksi cindi banyak terdiam, polusi udara di Jakarta sangat panas untung Ace di dalam taksi di nyalain. Cindi terdiam begitu lama sampai sopir taksi mengagetkan dirinya.


"Ibu ini kita mau ke mana?" Tanya sopir taksi itu dengan sopan dan ramah kepada penumpang nya dengan perkataan khas Jawa.


"Ini pak," Cindi memperlihatkan kartu nama dan menunjukkan perusahaan yang di maksud olehnya. Pak sopir sempat tersenyum dan melanjutkan melajukan mobil taksi itu, sepertinya perusahaan di situ tidak asing di telinga bapak itu.


Tak selang beberapa lama mobil itu akhirnya singgah tepat di samping perusahaan itu, pak sopir terus menatapi tempat itu secara saksama. Cindi bahkan memanggilnya dari tadi sempat tidak ia hiraukan.


"Pak ini uangnya" ucap cindi, namun sopir itu terus memandangi tempat itu.


"Bapak suka yah sama perusahaan ini?" Tanya cindi padanya.


"Iya Bu, ini perusahaan yang dari dulu aku idam kan." Ucap bapak itu.


"Kenapa bapak tidak mendaftar aja?" Tanya cindi padanya, bapak itu sempat terbengong kaget mendengar perkataan cindi barusan.


"Sebenarnya udah pernah non cuma mungkin waktu itu tempat dan waktunya tidak tepat." Ucap bapak itu sambil tertunduk malu-malu.


"Ohhh, kalau boleh tau bapak emang nya mendaftar sebagai apa?" Tanya cindi binggung.


"Sebagai karyawan non, tapi waktu kemarin banyak yang mendaftar juga." ucap bapak itu terlihat senyumnya yang tulus dan sabar.


"Ohh gitu, bapak hari ini sibuk," Tanya cindi kepadanya tiba-tiba, bapak itu sempat terdiam.


"Tidak begitu sibuk sih non," Ucap bapak itu sambil tersenyum ramah.


"Kalau boleh tau bapak lulusan apa, kok mau jadi karyawan di perusahaan besar ini?" Tanya cindi padanya tiba-tiba.


"Sebenarnya aku sudah pernah kerja di salah satu kantor di Jakarta non, cuma karena waktu itu bapak kena fitnah sama orang jahat sehingga bapak di pecat dan akhirnya seperti ini." Terlihat wajah nya lesu penuh kesedihan.

__ADS_1


"Ohhh," Cindi hanya mengangguk saja.


"Cari pekerjaan sekarang susah di Jakarta non, sampai akhirnya ada teman yang menawari untuk menjadi sopir taksi. yah harus gimana lagi awalnya malu yah demi cari uang halal terpaksa harus jadi tukang sopir taksi non." ucap bapak itu.


"Okey kalau begitu bapak ikut sama saya naik ke atas, kebetulan aku juga aku mau naik ketemu sama pak direktur utama." ucap cindi.


"Hah, sekarang non." ucap bapak itu kaget.


"Iya pak sekarang, jadi besok bapak tinggal bawah lamaran kerja saja." ucap cindi.


"Tapi aku berpakaian seperti ini non, rasanya tidak sopan." bapak itu tertunduk malu, cindi lalu menoleh ke kanan kiri kebetulan dia melihat ada tokoh seragam di pojok sana.


"Ya udha gini aja bapak antar aku ke telinga koh itu nanti kita beli seragam di sana." Ucap cindi kepadanya, sopir itu sempat terdiam, dia malu mengatakan kalau membeli baju seperti itu duitnya tidak cukup apalagi itu bukan tokoh baju biasa.


"Ada apa pak kok diam?" Tanya cindi, dengan ragu-ragu sopir itu akhirnya memberitahu kendalanya.


"Maaf non, uang bapak tidak cukup untuk membeli baju di tokoh itu." Bapak itu tertunduk malu.


"Sebenarnya non siapanya dia?" Tanya bapak itu penasaran, kenapa juga dia mau bantuin aku pikirnya pada saat itu.


"Nanti bapak juga tau, yang terpenting sekarang bapak harus antar aku ke toko baju itu." Mobil itu lalu singgah di parkiran menuju toko baju di sana. Cindi dan bapak itu keluar dari dalam taksi menuju tokoh itu, bapak itu mengikuti cindi masuk ke dalam tokoh dengan sedikit canggung.


Dia sangat bersyukur hari gini masih ada aja orang yang baik hati yang mau menolongnya.


...🐼🐼🐼...


"Bapak tinggal pilih baju jas yang mana pas untuk bapak dan bisa di pakai lama, satu pasang yah pak. nanti bapak ganti baju di sini aja." Ujar cindi kepada bapak itu, sambil di temani bapak itu keliling untuk memilih baju yang pas untuk nya lengkap seragam kantor satu pasang.


"Ini aja non tidak papa, maaf yah non malah ngerepotin nanti uangnya aku ganti yah." Ucap nya pada cindi dengan malu-malu.

__ADS_1


"Tidak usah pak, anggap aja balas Budi aku sama bapak." Ucap cindi kepadanya. Cindi lalu memanggil kasir lalu menyuruh kasir itu mengambilkan bapak itu satu paket pakean seragam kantor satu pasang.


"Kasir tolong ambilkan bapak ini seragam kantor itu," Ucap cindi kepada sang kasir yang tak jauh darinya.


"Iya Bu," kasir lalu mengambil seragam itu untuknya lalu memberinya untuk bapak itu.


"Bapak itu lalu mengambil beberapa pakaian dalam lengkap dengan baju dalam untuk di ganti, sedangkan cindi sibuk mencarikan tas kantor untuk bapak itu gunakan nantinya.


"Ini non semua belanjaan nya aku ke kamar mandi dulu ganti pakaian." ucap bapak itu gembira. Saat melihat pakaian dalam bungkusan itu cindi tersenyum padanya itu memang kebutuhannya jadi cindi hanya mengangguk saja.


Setelah selesai memilih-milih tas kantor cindi langsung membayar semuanya menggunakan ATM yang di kasih oleh bapak mertua nya.


Proses pembayaran tidak begitu lama, cindi lalu menunggu bapak itu di ruang tunggu. Beberapa menit kemudian bapak itu keluar lengkap dengan perlengkapan nya, bahkan badannya juga sudah bersih mungkin dia habis mandi. karena tadi cindi sempat liat bapak keluar mengambil bungkusan di kantong plastik dari dalam mobil itu mungkin alat mandi bapak itu, bahkan kumis nya yang berantakan di rapikan dan dia terlihat lebih mudah dari sebelumnya.


"Non saya sudah selesai, apa bapak sudah terlihat cocok kerja di kantor lagi?" Tanya nya pada cindi.


"Cocok dong pak, berangkat yuk." Ajak cindi kepada bapak itu, bahkan kasir aja sampai terbengong ternyata pria yang berusia lima puluh tahunan itu malah terlihat lebih mudah setelah selesai membersihkan dirinya bahkan terlihat jauh lebih tampan dari sebelumnya.


"Wah bapak ternyata ganteng toh," Kagum kasir itu, bapak itu tersipu malu lalu tersenyum ke kasir.


"Terima kasih dek, kita pamit dulu." pamit bapak itu.


"Iya pak, jangan kapok mampir di sini yah." ucap sang karyawan, terlihat bapak itu hanya tersenyum dan mengangguk saja.


Cindi sempat mengira-ngira penyebab orang iri padanya mungkin karena dia baik, ramah dan ganteng. Cindi tersenyum kepada kasir itu, cindi lalu berpamitan kepada kasir itu.


"Kita duluan yah, makasih layanan nya Bu." ucap cindi kepadanya.


"Iya bu, jaga bapaknya dengan baik yah Bu." pesan kasir itu, terlihat cindi dan bapak itu hanya tersenyum saja.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2