CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Mimpi buruk di rumah baru


__ADS_3

Mobil itu singgah di salah satu rumah yang terlihat masih baru, Cindi kagum dengan nuansa rumah itu ke eropaan.


"Ini non cindi, pak Rendi rumahnya." Ujar pak budi salah satu sopir di rumah itu.


"Ohh iya, makasih yah pak." Cindi tersenyum kepada bapak itu lalu pergi meninggalkan Rendi yang masih sibuk memotret rumah itu.


Pak sopir lalu membawah barang-barang mereka masuk ke dalam rumah di bantu oleh rendi. Setelah semua barang sudah masuk pak budi lalu izin kepada pak budi untuk pulang. Sudah terlihat di depan rumah ada mobil yang biasa rendi pakai ke kantor, Jadi dia tidak perluh khawatir jika mau pergi kemana-mana.


Cindi memotret-motret isi rumah itu, dia benar-benar suka dengan rumah itu. Cindi lalu lanjut masuk ke dapur semua sudah terlihat lengkap, dia lalu membuka kulkas di dalam nya juga sudah tersedia.


"Ya ampun aku sangat suka rumah ini, beneran sumpah." Cindi memeluk kulkas itu seperti sedang memeluk kekasihnya. Rendi yang melintasi dapur hanya menggelengkan kepala, Rendi lalu mengambil gelas kaca dari dalam lemari dan meminum air putih itu.


"Ya ampun rumah ini sangat cantik..." Teriak Cindi di dalam ruangan itu tanpa menyadari kehadiran Rendi.


"Ohok, ohok, ohok, Rendi terbatuk akibat terkejut mendengar suara teriakan histeris dari Cindi. Cindi berbalik ke arahnya dia benar-benar terkejut saat melihat Rendi yang sudah minum itu sudah terbatuk-batuk keras.


"Oh my god sejak kapan dia ada di sini," Cindi menutup mulutnya dengan kedua tangan. dia lalu mendekati Rendi yang masih terbatuk-batuk.


"Mau ngapain? jangan mendekat." ancam Rendi saat melihat Cindi berusaha mendekatinya.


"Ya ampun beb, kok gitu banget sih." Ujar Cindi dan mencoba untuk tetap mendekat. Rendi malah jadi salah tingkah dan memilih untuk pergi meninggalkan Cindi di belakang.


" Sok angkuh banget sih," Ujar Cindi kesal.


"Apa, kamu bilang apa tadi?" Rendi mendekat dan langsung memasang muka yang sangat masam.


"Ya ampun beb aku bilang kamu sangat tampan, naik yuk beb aku capek nih mau istirahat." Cindi menarik tangan Rendi, tiba-tiba rendi menarik ulang tangan nya dan menghentakkan nya tapi yang terjadi malah hal yang tidak di sangkah.

__ADS_1


Tubuh Cindi tiba-tiba terlempar ke dada rendi dan membuat Cindi hanya bisa gugup dan menutup mata karena syok dengan kejadian barusan. Rendi tiba-tiba langsung merasa iba dengan nya, dia lalu menarik ulang tangan Cindi menuju kamar lantai atas.


Cindi hanya bisa benggong saat melihat tangan nya sudah di tarik oleh rendi, dia hanya bisa mengikut saja. Dia tadi benar-benar kaget saat hal yang tidak di harapkan malah terjadi.


Di kamar Rendi melepaskan genggaman tangan nya, cindi langsung berbaring ke tempat tidur. Kali ini dia benar-benar lelah rasanya dia sangat ingin melepaskan penat nya, atas seharian nya di pesta.


Kakinya mulai terasa sakit akibat menggunakan slop tinggi terlalu lama, slop pengantin terlalu pas baginya berbeda dengan sepatuh kantor yang selalu dia pakai.


Rendi memilih untuk masuk ke kamar mandi untuk mengganti baju nya, Saat melihat Rendi masuk ke dalam kamar mandi Cindi langsung cepat-cepat mengambil pakaian nya dari dalam tas.


Saat Rendi selesai menggunakan baju dia keluar kamar, di liatnya Cindi sudah tidak ada di kamar.


"Kemana dia? bodoh amat dia mau ke mana bukan urusan aku." Kesal Rendi, Dia lalu membaringkan tubuhnya di kasur. Rambutnya masih terlihat basah jadi dia mengeringkan nya dengan kipas di samping tempat tidur besar itu.


"Hebat juga papa, semua nya sudah di sediahkan." Rendi tersenyum kecil. Tak beberapa lama Rendi berbaring Cindi masuk dengan memakai baju tidur tertutup.


"Ya allah legah aku di sini, rasanya suasana hening, adem, tidak ada yang ganggu juga." Pikir Cindi.


Tak selang beberapa menit dia ngomong, dia sudah tertidur pulas di atas kasur itu. dia benar-benar merasa lelah nya datang lagi, Di kamar sebelah Rendi juga sudah tertidur pulas.


...🐼🐼🐼...


Cindi tertidur pulas di atas kasur tiba-tiba ada yang membangunkan nya. Dia sontak kaget dan syok.


"Hei bangun, kamu bukan nya siapin makanan malah enakan tidur." Bentak Rendi padanya.


"Iya, tunggu aku di bawah saja." Cindi malah memperbaiki tidurnya, rasanya seperti ada yang menahan nya untuk bangun.

__ADS_1


"Ya ampun aku lapar nih, ayo dong cepat bangun." Rendi mulai kesal kali ini, Cindi dengan malasnya bangun dari tempat tidur.


"Ayo ikut aku sekarang," Lagi-lagi Rendi menarik tangan nya dengan kasar.


"Kamu apa-apaan sih," Cindi melepaskan genggaman tangan itu dan langsung menghentakkan nya. Cindi berjalan mendahului rendi yang terlihat mulai kesal ikut jalan di belakang nya.


"Dasar wanita memang ribet, malas banget aku." Ujar Rendi kesal, Samar-samar hal itu di dengar oleh Cindi. Cindi tetap melanjutkan perjalanan nya menuruni anak tangga, dia berjalan dengan penuh kekesalan.


Di dapur Cindi mulai memasak dengan tenang, dia tidak mau banyak bicara jadi dia memutuskan untuk diam saja, Rendi sudah melipat kedua tangan nya di meja makan menunggu makanan.


Cindi membalikkan badannya lalu menatap Rendi penuh kekesalan, tanpa sadar dia yang lagi memotong bawang malah yang kepotong jarinya.


"Arrrghhh, Cindi teriak sekencang mungkin sampai membuat seisi ruangan ikutan gempar. Rendi yang enak-enaknya lagi duduk dengan melipat jarinya malah kaget.


"Ada apa?" Tanya Rendi, Cindi menangia saat melihat tangan nya sudah kepotong.


"Ya ampun ini kenapa bisa terjadi, kamu makan kalau kerja matanya di simpan di tempatnya." nasehat Rendi. Rendi lalu menggunakan bajunya untuk menghentikan darah yang sudah berceceran di lantai.


"Ya ampun aku sudah cacat," Cindi malah menangis sejadi-jadinya.


"Tunggu ini sudah tidak bisa di sambung lagi." Ucap Rendi. Tiba-tiba Rendi menatapnya tajam seperti akan membunuhnya.


"Dasar wanita tidak tau diri, berani-beraninya kamu menatap ku seperti itu tadi." Teriak Rendi tiba-tiba. Cindi semakin syok dengan keadaan ini, dia benar-benar tidak tau harus berbuat apa.


"Uhuhuhu...uhuhu... Ada apa dengan mu." Teriak Cindi ikutan kesal.


"Aku tau tadi kamu itu berbalik makanya tangan mu kepotong." Kesal Rendi, dia membentak Cindi dengan kadar nya. Rendi tiba-tiba pergi meninggalkan nya dengan suara nya cekikikan. Cindi berusaha untuk menyadarkan dirinya dia berusaha bangun dari tidurnya, sampai akhirnya dia terbangun tepat di pukul 05:00.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2