CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kedatangan nenek


__ADS_3

Sesampainya di bawah Cindi terkejut adiknya sudah datang dari liburan ke kampung, bersama neneknya sedang menunggunya di meja makan. Dengan perasaan senang dan bahagia dia langsung memeluk neneknya dan mencium adiknya yang masih berumur 9 tahun.


"Nenek, ya ampun ibu kok tidak membangunkan Cindi kalau nenek datang dari kampung." Kata Cindi dengan pura-pura ngambek.


"Sayang, bukanya tadi malam kamu ada acara di rumah pak direktur?" Tanya Ibu.


"Iya dong bu, Cindi tadi malam telat pulang nya karena di tawari kumpul-kumpul di ruang tamu."


"Oooh, ibu pikir ada masalah." Ujar Ibunya.


"Nenek kapan datangnya, dan Adek manis ku ini." Tanya Tania kepada neneknya dia lalu menggendong adeknya dan mencium pipinya.


"Nenek tadi malam datang, nenek mencari mu tapi ibu mu bilang kamu di undang makan malam dengan direktur kantor." Kata neneknya ke pada cindi.


"Aduuuh, adik ku semakin besar yah selama satu Minggu tinggal di kampung, nek apakah Anisa merepotkan nenek?" Tanya Cindi dan duduk di kursi, Cindi mendudukkan Annisa di atas pangkuannya.


"Tidak, aku tidak merepotkan nenek kok. aku membantu nenek memasak di dapur." Ucap Anisa mengelak perkataan kakaknya.


"Iya sayang kakak cuma bercanda kok." Kata Cindi lalu mencium pipi Anisa.


"Iya, Anisa tidak menganggu dia sangat pintar, Anisa sini duduk dekat nenek masa di pangku terus sama kakak Cindi." Mendengar hal itu Anisa lalu mencium pipi kakaknya kiri kanan dan berlari menghampiri neneknya.


"Sayang jangan lari-lari nanti jatuh loh," tegur Cindi pada adiknya.


"Maaf deh kak," Ucap Anisa.


Selesai sarapan dan mengobrol dengan neneknya, Cindi mencium punggung tangan ibu, dan neneknya.

__ADS_1


"Ibu... nek... Cindi pergi kerja yah." Izin Cindi ke pada ibu dan neneknya.


"Sayang kakak pergi dulu yah, besok Anissa sekolah lagi loh jadi harus bangun pagi lagi seperti tadi." Nasehat Cindi ke adiknya dan mencium pipi nya.


"Ummah, ummah, dah sayang."


"Dah kakak," ucap adiknya dengan tersenyum manis.


Cindi punya adik perempuan di hari libur Anisa suka pulang ke kampung ikut neneknya. Katanya Anisa suka di kampung karena di kampung dia punya banyak teman bermain.


Kalau libur panjang biasanya Anisa akan berlama-lama di kampung seperti kemarin. Itu karena kakak kelas enam di sekolahnya lagi ujian jadi semua siswa di liburkan kecuali yang ujian, alasanya sangat sederhana supaya tidak mengganggu siswa lainnya dalam mengikuti ujian sekolah.


...🐼🐼🐼...


Cindi kali ini hampir terlambat ke kantor, ayahnya berangkat ke kantor lebih pagi darinya. Padahal Cindi biasanya ikut papa, tapi seperti biasanya kalau papa nya ke kantor pagi-pagi itu artinya ada meeting di kantor.


Cindi sampai ke kantor dengan selamat, Alhamdulillah syukurlah bisiknya dalam hati dengan mengelus-elus dadanya.


Di kantor sudah banyak karyawan yang datang, biasanya kalau ikut ke kantor bersama papanya hanya beberapa kariawan yang baru datang.


Wooooahhh," Cindi menguap entah kenapa dia menguap terus apa karena tadi malam dia telat tidur.


Oooh tuhan aku seperti nya mengantuk, apa aku ke wc untuk cuci muka.


Cindi berjalan masuk ke kamar mandi, di dalam dia membasuh mukanya dengan air yang ada di wastafel. Dengan menarik napas dalam-dalam dia cukup legah karena sekarang dia tidak ngantuk lagi.


Cindi tidak seperti gadis lainnya, ke kantor dengan memakai lipstik merah dengan baju ketat di tambah lagi beda nya tebal lima inci. yah walaupun tidak semua tapi bisa di bilang yah kebanyakan. Cindi tidak suka terlalu menor yah dia biasa-biasa saja, pakai bedak warda tipis-tipis di tambah listip warna pink mudah yang tidak terlalu merah yah kadang dia juga pakai lipstik coklat mudah. Hanya untuk membuat wajahnya tidak pucat, padahal tanpa lipstik bibir nya sudah pink alami loh.

__ADS_1


Dia keluar kamar mandi dan menuju lantai tiga menggunakan lift, dia berjalan menuju ruang kantor nya. Yah Cindi lagi-lagi mengusap dadanya karena cuma ada tiga orang yang baru datang. Lagian ini juga belum masuk jam kantor, tapi kalau sudah masuk jam kantor, teman-teman nya yang suka telat, yah paling di kasih hukuman membersihkan toilet tamu.


Jadi di kantor tempat kerja Cindi ada khusus WC tamu ada juga khusus kariawan. Biasanya WC tamu suka sangat kotor entah kenapa juga, tapi sebenarnya tidak ada larangan masuk ke wc kariawan dan kariawan masuk ke wc tamu.


Hanya saja itu berbeda karena tamu yang masuk di kantor besar ini bukan cuma orang-orang besar saja biasa juga orang yang lagi mengajukan permohonan bantuan biaya pendidikan, pembinaan, atau anak panti yang di undang ke kantor ini untuk berdoa bersama.


Entah kenapa kepala cindi berdenyut-denyut apakah karena akhir-akhir ini dia sering telat tidur atau hanya karena kecapean.


Huufttt, Cindi menghela napas, hari ini rasanya dia kurang enak badan. atau itu hanya pikirannya saja.


...🐼🐼🐼...


Hari ini Rendi benar-benar sibuk membantu perlengkapan untuk wisuda, hari esok adalah hari wisuda Rendi. Jadi dia dan temannya membantu di kampus untuk persiapan kegiatan wisuda mulai dari fasilitas untuk para pimpinan UM, senat, wisudawan hingga para undangan, jadi hari ini dia sangat sibuk di kampus nya.


Yah setidaknya Rendi bisa membantu persiapan wisuda kampusnya, Rendi sangat bersyukur karena tak terasa waktu dia sudah berumur 27 dan besok hari wisuda nya tapi dia belum juga menikah jadi besok Rendi mengundang keluarganya saja.


Oh iya Rendi juga baru putus lagi dengan pacarnya alasanya karena pacarnya yang jadian dengannya terlalu ribet. Padahal kan Rendi tidak serius sama dia, jadi dari pada merusak moodnya di hari wisuda terpaksa dia putuskan saja.


Pantas saja mood Rendi semalam kurang baik mungkin dia sedikit kesal juga sama perempuan yang tidak terima di putus kan sama Rendi hanya karena dia mengajak Rendi menemaninya belanja di mall.


Ribet juga kayak gini, cari yang setia malah dapat yang setiap harinya meribetkan.


Rendi mengingat kejadian kemarin semakin kesal saja sama cewek itu sampai dia tidak mau ketemu lagi, yah lagian mungkin Rendi tidak akan ketemu lagi sama dia karena besok hari terakhir Rendi di kampus nya.


Entah kanapa hari ini dia sangat malas memikirkan orang lain dalam hidupnya, apakah dia terlalu egois atau memang sikap alami pada setiap manusia.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2