CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
malam yang melelahkan


__ADS_3

Acara malam ini akhirnya selesai juga cindi begitu lelah seharian ini, dia naik ke kamar lalu berbaring di kasur. terlihat di kamar Rendi sudah berada di kasur duluan, dia mengingat kejadian di kantor Tadi. entah kenapa ketemu Nayla perasaan nya sudah tidak ada sama sekali dengan Nayla, dia begitu seperti sudah biasa-biasa saja.


Padahal Nayla itu mantan kekasihnya namun biasanya orang-orang kalau ketemu mantan nya masih ada perasaan gitu tapi berbeda dengan Rendi sekali orang penghianat di matanya maka akan tetap jadi penghianat.


Cindi mengganti baju nya dengan baju tidur badan nya masih terasa pegal-pegal, benar-benar hari membuatnya kelelahan sedang Rendi sudah tertidur pulas di samping nya. Cindi lalu mematikan semua lampu yang berada di kamar, dia tidak ingin tidur dalam keadaan lampu menyala. Beberapa saat kemudian dia juga ikut terlelap, kamar itu sekarang hening dan sepi tanpa suara.


Seorang gadis melewati cindi dengan rambut panjang yang terurai, dia masuk ke dalam salah satu kamar. cindi mengikutinya dari belakang, dia tidak begitu mengenali wanita itu. Cindi terus mengikutinya bahkan sempat mengintip dari luar jendela, dia begitu penasaran kenapa bisa ada perempuan lain yang ada di dalam rumah nya.


Saat mengintip masuk dia melihat wanita itu seperti lagi berbicara dengan seorang pria, cindi mulai penasaran siapa pria tersebut. Pria tersebut bahkan sampai merangkul nya dengan dua minuman keras di atas meja tersebut. Cindi mulai penasaran siapa pria tersebut dan siapa wanita yang baru dia liat itu, saat wanita itu menggeser posisi berdiri nya wajah pria itu sempat terlihat sekilas.


Tiba-tiba wanita itu berjalan menuju pintu cindi cepat-cepat sembunyi wanita itu terlihat mengunci pintu dari dalam, lalu kembali merayu pria yang sedang bersama nya itu. Cindi merasa kesal karena tidak sempat melihat wajah pria itu.


Cindi terus mengintip di jendela, terlihat wanita itu membuka kedua kancing baju kemeja putih atasan yang dia pakai karena merasa gerah.


"Loh wanita itu mau ngapain?" ucap cindi kesal. saat wanita itu duduk di atas meja kerja pas di depan pria itu terlihat dia seperti sedang merangkak dengan rok pendeknya memperlihatkan betis dan paha nya yang putih dan mulus. Cindi semakin lama semakin penasaran saja, dia lalu menggeser kan Badan nya dan akhirnya wajah pria itu terlihat jelas oleh cindi dia yang tak lain dan tidak salah lagi ternyata Rendi suaminya. Cewek itu bahkan sengaja merangkak seperti memperlihatkan sesuatu ke cowok itu di dalam roknya. Cindi menangis sejadi-jadinya dia tidak menyangka kalau dia benar-benar melihat kejadian yang tidak mesti dia liat.

__ADS_1


Saat menangis cindi membelakangi pintu tiba-tiba ada yang memukul pundaknya dari belakang, cindi berbalik yang membuat dia heran itu adalah Rendi padahal baru-baru dia melihat Rendi ada di dalam dengan wanita lain. saat mengintip kembali kedua orang tersebut sudah menghilang padahal cuma ada satu pintu aja yaitu pintu yang saat ini berada di depan nya.


Rendi keheranan melihat cindi menangis dia lalu membawa cindi kembali ke kamar nya, lalu membaringkan tubuh nya di atas kasur. Cindi tertidur kembali, Rendi yang berada di samping nya seperti tersenyum ke arahnya dengan muka yang sangat seram bahkan cindi saat tertidur masih bisa melihat tatapan Rendi padanya. Cindi langsung terkaget dia berusaha untuk membuka matanya tapi tidak bisa bahkan badan nya sekarang agak kaku tidak bisa di gerakkan, dia mulai menangis.


...🐼🐼🐼...


Di dalam kamar ibu hajra mulai merasa kesepian dalam beberapa hari ini, sudah beberapa hari dia tidak pulang ke rumah. membuatnya jadi kangen suasana rumah yang begitu ramah dan penuh canda tawa suara anak kecil.


Hajra tersenyum-senyum mengingat kejadian demi kejadian di rumah itu, sebenarnya dia tidak sabar ingin kembali ke rumah besar itu namun mengingat bi inem belum balik dari kampung membuatnya memutuskan untuk tinggal di rumah ini untuk beberapa hari kedepan sampai bi inem balik.


Syukur lah Bu inem bisa liburan ke kampung walau agak lama tapi tidak masalah mungkin satu atau dua hari lagi dia balik. Pikirnya dalam hati.


Malam semakin larut namun berbeda dengan kedua anak muda itu yang sudah terlelap tidur Bu hajra justru sangat sulit jika sudah di atas jam 11.00 untuk tidur, dia biasanya bisa tidur setelah sholat subuh itupun tidurnya di jam 05:25 sampai jam enam lewat. tidur nya kadang cuma satu jam doang, apalagi kalau di rumah anak Reno Bebi Di belum bobo jangan harap dia bisa tidur.


malam semakin larut Bu hajra berusaha untuk memejamkan matanya namun tetap tidak bisa tidur, dia lalu mematikan lampu kecuali lampu di meja dan mulai menutup matanya, Beberapa saat kemudian dia akhirnya bisa tidur juga pas di jam Setengah dua belas lewat.

__ADS_1


malam berganti subuh sang Surya mulai menampakkan dirinya, di langit masih terlihat agak gelap namun waktu adzan subuh telah berkumandang di mesjid yang tidak begitu jauh dari rumah cindi.


"Allahuakbar Allahuakbar."


"Allahuakbar Allahuakbar......" lantunan ayat suci di kumandangkan, menandakan waktu subuh telah tiba. Cindi terbangun dari tidurnya, dia menatap Rendi yang masih tertidur pulas. dia lalu mengingat mimpinya semalam, pikiran nya mulai kacau tidak karuan lagi.


dia lalu berniat mengambil air wudhu dan melaksanakan dua Rakaat sholat Sunnah dan sholat subuh.


Rendi yang masih tertidur pulas di atas kasur masih menikmati mimpi indahnya, setelah selesai melaksanakan sholat subuh cindi menatap Rendi dari kejauhan. Dia teringat kejadian semalam dalam mimpinya di hatinya seperti ada perasaan was-was entah mengapa dari semalam dia begitu khawatir jika Rendi berani macam-macam tanpa sepengetahuan dia.


Cindi mengangkat kedua tangan nya dan memohon kepada Tuhan, agar di jauhkan dari marabahaya dan keserakahan dunia serta di kuatkan lahir batin dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan yang di berikan olehnya.


"Ya Allah ya Tuhanku, berilah aku pertolongan mu, jika memang dia engkau ciptakan untukku sebagai tulang rusukku maka jangan lah engkau membuat nya semakin bengkok ataupun patah, sempurnakan lah iman ku beri aku arahan agar bisa menjadi istri yang terbaik untuknya dan beri aku kekutan mental dan fisik serta jaga suami dan keluargaku dari marabahaya mu, Aamiin aamiin ya rabbal alamin." cindi lalu melipat sejadah itu dan menyimpan mukena nya di belakang gantungan pintu.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2