
Pagi-pagi Cindi terbangun, dia lalu membuka pintu jendela kamar dan menghirup udara segar. Rasanya dia kembali legah, obatnya sudah habis jadi dia harus cek up ke dokter.
Ayah akan ke kantor setidaknya aku bisa ikut dengan papa supaya tidak telat ke rumah sakit.
Cindi berlari turun ke bawah dengan pakaian yang rapi, papanya yang melihat nya hanya terkaget.
"Cindi, bukannya kamu hari ini masih sakit? Tanya Tono.
"Iya pa, Cindi cuma mau di antar ke rumah sakit." ucap nya ke Papanya.
"Oooh, okey papa bisa mengantar kamu ke rumah sakit." kata Papanya menyetujui usulan anaknya.
"Cindi kamu makan dulu, baru periksa ke rumah sakit." nasehat Wina kepada anaknya.
"Iya ma, Cindi mengambil beberapa roti di meja makan.
"Kakak, itu kan roti dedek kok di makan? kata Anisa ingin menangis karena roti yang di buatkan untuknya Mala di makan Cindi.
"Maaf deh, kakak pikir ibu buatin buat kakak jadi kakak habiskan." Ucap Tania menenangkan adeknya.
"Jangan bertengkar ibu masih buat kok," Ujar ibunya melerai mereka.
"Kakak sih habiskan roti dedek," Anisa mulai mau menangis. Cindi melihat adiknya mau menangis langsung memeluknya dan meminta maaf.
"Maaf kan kakak yah," Ucap Cindi lalu mencium pipi adeknya yang masih kesal.
Papa dan mama hanya memaklumi kebiasaan mereka setiap hari. namanya juga anak-anak yah biarkan saja bisik Tono dalam hati.
"Pa berangkat yu," ajak Anisa dan mengandeng tangan papa nya keluar.
"Anisa izin dulu ke ibu baru pergi ke sekolah, nasehat Cindi mengingatkan adiknya.
"Iya, iya," lalu menghampiri ibunya mencium tangan nya dan mencium pipi kiri dan kanan ibunya.
"Hati-hati di sekolah yah sayang jangan nakal-nakal." Nasehat ibu kepada Anisa, Anisa hanya mengangguk dengan polosnya.
Cindi juga menyalami ibunya dan meminta izin agar dapat berkah dari orang tua.
"Ma Cindi pergi dulu yah?"
__ADS_1
"Iya sayang hati-hati loh kalau mau pulang telpon papa mu saja."
"Papa sibuk di kantor, Cindi naik angkot saja Bu."
"Kamu hati-hati loh, di angkot banyak orang suka iseng." ibu menasehati Cindi, takutnya ada apa-apa di jalan. Cindi memegang kedua pundak ibu, dia menghilangkan ke khawatiran itu.
"Cindi tidak tidak akan di ganggu kok, di angkot banyak orang."
Entah kenapa sentuhan tangan Cindi membuat kekhawatiran nya mulai menghilang, dan mempercayakan semuanya kepada Cindi.
...🐼🐼🐼...
Cindi masuk ke dalam mobil di susul Anisa, papa sudah menunggu dari tadi di dalam mobil.
"Dah mama," teriak Anisa dari dalam mobil.
"Dah sayang." balas ibunya dengan melambaikan tangan seakan mereka akan berpisah lama padahal cindi hanya ke rumah sakit dan Anisa hanya pergi sekolah.
Terlihat rumah sakit yang besar itu, bisa di bilang hampir sama besar kantornya atau bisa jadi kantor nya lebih luas lagi. Papa menurunkan Cindi di parkiran rumah sakit agar Cindi tidak terlalu jauh lagi masuk ke dalam, jika menurunkan anak nya di jalan raya itu sangat membahayakan dirinya yang sedang demam.
Cindi masuk ke dalam rumah sakit, papanya sudah pergi dari tadi. Hari ini dan seperti hari biasanya habis pulang kerja Cindi akan Cek up di rumah sakit.
"Selamat siang Suster," sapa Cindi.
"Selamat siang, apa ada yang bisa saya bantu?" jawab Suster dengan ramah.
"Iya suster, saya mau ketemu dokter Ridho."
Suster mengecek jam masuk dokter Ridho di hari Rabu. "Ibu silahkan duduk dulu, dokter ridho datangnya jam 09.00."
"Oh iya, makasih yah Suster." Cindi duduk di kursi penunggu mengikuti saran suster. biasanya di hari lain kalau Cindi sudah ada janji sama dokter ridho dia akan datang jam 08.00 tapi hari ini Cindi tidak membuat janji dengan dokter Ridho jadi dia harus sabar menunggu. Kalau dia buat janji sekarang nanti dokternya sibuk pagi-pagi apalagi kalau dokter yang menangani nya sudah menikah.
Cindi tidak suka menyusahkan orang jadi dia memilih duduk. beberapa jam kemudian dokter Ridho datang, dengan membawah beberapa alat medis.
"Selamat pagi Dok," ada yang ingin periksa dok." kata suster itu kepada Pak Dokter.
"Mana orangnya sus?" tanya Pak Dokter.
"Dia sedang menunggu pak dokter di ruang tunggu."
__ADS_1
"Okey, terima kasih yah sus?" Ujar pak dokterku dan berjalan ke ruang tunggu. di sana dia melihat cindi.
"Selamat siang Cindi, apa mau cek up lagi?" dokter ridho mengagetkan Cindi yang dari tadi sibuk menindih tombol power hpnya sampai tidak memperhatikan kedatangan pak Ridho.
"Eh iya pak, aku mau cek up lagi."
"Kalau begitu silahkan masuk di ruang periksa saya." dokter Ridho mempersilahkan cindi masuk ke ruang di susul olehnya.
"Sudah beberapa Minggu saya tidak Cek up dok?" Cindi khawatir jika gara-gara tidak Cek Up dia akan semakin parah obatnya juga sudah mau habis.
"Iya dokter juga binggung dan berfikir hal yang sama." Ucap dokter Ridho.
"Silahkan masuk ke ruang periksa saya akan periksa perkembangan nya apakah sudah membaik atau tidak." Cindi lalu masuk ke ruang periksa. Pak Ridho memeriksa denyut nadi dan tekanan Cindi dia juga memeriksa jantungnya apa kah ada masalah.
Selesai memeriksa Cindi pak Ridho memberi tau cindi apa yang harus di hindari dan apa makanan yang bisa menyehatkan jantung dan organ tubuh lainnya.
"Tekanan kamu kayaknya lebih tinggi dari yang kemarin, denyut nadi hampir rendah, jantung kamu yah cukup sehat tapi melemah."
"Jadi apa yang harus saya lakukan dok agar bisa cepat sembuh." Tanya Cindi.
"Kamu harus rutin minum obat sesuai anjuran, banyak istirahat yah jangan terlalu sering begadang, jangan banyak pikiran, jangan mudah emosi, jangan kecapean, juga harus makan buah yang menyehatkan jantung seperti buah pisang, perasan jeruk nipis atau lemon, apel, alpukat, anggur, tomat, beri, delima.
"Iya dok," Ucap Cindi mengerti dengan apa yang dokter ucapkan.
"Obat kamu apa masih ada?" dokter Ridho menanyakan obat yang di komsumsi Cindi.
"Ada dok tapi tinggal beberapa biji." jawab Cindi.
"Okey jadi aku kasih lagi obat nya, ingat harus rutin di minum sampai semuanya benar-benar pulih kembali." Pak Ridho memberi obat tambahan ke Cindi dan menasehatinya.
"Terimah kasih dok." Cindi mengucapkan terimah kasih kepada dokter yang sudah berjuang bersama nya melawan penyakit.
"Cindi jangan lupa banyak minum air putih." Pak Ridho mengingatkan Cindi.
"Iya pak, aku pulang dulu.
Cindi keluar dari ruangan itu, dan berjalan keluar rumah sakit, Papanya tiba-tiba menelpon.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1