CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Masa lalu


__ADS_3

Nayla pagi-pagi harus terbiasa mandiri karena kadang bibi sibuk mengurus rumah sendirian, jadi dia harus membiasakan diri untuk tidak bergantung dengan orang lain.


Walaupun Ruman itu terlihat besar dan mewah tapi dia tetap lah seperti Cinderella, setelah ayahnya menikah lagi dia punya saudara diri hanya saja dia berbeda dengan cerita Cinderella, tampaknya dia begitu lebih cuek ke ibu tiri dan saudara nya. dia punya alasan untuk tidak begitu dekat dengan ibu tiri itu, pasalnya dia adalah teman ibunya bagaimana mungkin ibunya tidak pernah kembali lagi setelah kehadiran dirinya di rumah ini.


Kasus tentang ibunya masih menjadi sebuah misteri apakah dia masih hidup atau udah tiada. akan tetapi dia masih terus mencari tau dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan ibunya, mengapa dia tidak pernah muncul lagi di hadapan nya setelah dia menunggunya selama 20 tahun terkahir.


Terlihat dari atas tangga seorang laki-laki turun dari tangga Sambil bernyanyi-nyanyi ria, pria itu adalah adik tirinya sudah hampir sering dia bertengkar dengan anak itu bahkan hampir setiap hari.


Penyebab dari pertengkaran mereka mungkin karena mereka lahir dari rahim yang berbeda dan yang kedua karena sampai sekarang dia masih belum tau penyebab ibunya pergi, dan hal yang ketiga itu karena dia belum bisa menerima orang asing ada di rumah nya bahkan sampai sekarang dia masih tetap menganggap kalau ibu tiri dan anaknya itu orang asing.


"Pagi nona manis," sapa ibu tirinya. Kali ini Nayla hanya diam saja lalu duduk di meja makan. Terlihat papanya yang sudah semakin tua duduk di meja makan itu dengan melahap beberapa roti dengan selai strawberry.


"Pah gimana keadaan kantor nya tidak ada masalah kan?" Tanya dirinya kepada salah satu pemilik perusahaan ternama di Jakarta itu.


"Yah gitu lah," Ujar nya sambil tersenyum ke arah Nayla.


"Pa aku mau berangkat dulu papa banyak-banyak istirahat lah pah, apalagi kan umur papa juga udah tua." ucap Nayla sambil mengusap-usap punggung anaknya.


"Yah gimana dong orang anak papa ini belum nikah, makanya kamu cepat menikah biar PPA bisa gendong cucu." ujar papanya sambil menarik hidung lancip anak itu.


"Yee papa orang calon nya aja belum ada." ucap Nayla sedikit menggerutuk.


"Kamu sih waktu itu ada karyawan papa yang naksir kamu nya nggak mau." ucap papa nya kesal.


Randi Anang Hartono adalah salah satu pemilik perusahaan termahal dan termewah di Jakarta yang sedang naik daun saat ini. perusahaan itu sekarang sedang bersaing dengan pemilik perusahaan yang Nayla sedang tempati. yaitu perusahaan PT Makmur abadi milik papa Rendi, perusahaan yang memegang saham terbanyak di Jakarta, Nayla banyak belajar di Perusahaan itu. Setidaknya kelak jika dia menggantikan posisi papanya dia bisa banyak belajar di perusahaan itu.


"Pa, papa masih marah sama Nayla soal kemarin." ucap nya.


"nggak lah sayangku masa papa Maran sih?" ucap papanya sambil mencium pipi anaknya.


eh iya pa Nayla berangkat dulu yah," sambil mencium tangan papanya.

__ADS_1


"iya sayang perasaan dari tadi kamu izin Mulu loh tapi gak berangkat-berangkat." ujar nya.


"iya pa hehehe, panggil sopir bi bilang Nayla udah mau berangkat." perintah pak Randi.


"Ahhh gak usah papa sayang Nayla bawah mobil sendiri kok" sambil memperlihatkan papanya kunci di tangan nya.


"Hati-hati sayangku ingat jangan ngebut yah." nasehat papanya.


"Siip deh, bye," Nayla berjalan meninggalkan papanya yang masih sibuk di depan leptop dengan secangkir kopi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari ini badan Rendi sakit semua mungkin karena kurang istirahat kerja nya cuma kantor Rumah kantor rumah. Suara ketukan di pintu membuatnya harus profesional kali ini, dia lalu menyuruh pembersih yang kebetulan lagi bersihin meja di kantor itu untuk membuka pintu.


"Pak tolong dong bukain pintu dulu," ujar nya bapak itu lalu membuka pintu terlihat Reno memasuki ruangan.


"Halo, apa kabar dek?" ujar Reno memasuki ruangan itu.


"Ayo semalam lagi ngapain sama cindi." ledek Reno


"Ihh otak mu lagi ngapain," Rendi malah jadi kesal di ledekin.


"Ya udah kalau gitu pulang aja nanti kakak yang gantiin." reno juga sebenarnya kasian sma adiknya.


"Serius nih," ujar Rendi.


"Iya udah pulang aja, nanti aku suruh sopir buat antar?" Ujar Rendi


"Nggak usah kak masih bisa nyetir kok, lagian tadi bawah mobil sendiri nanti siapa yang bawain ke rumah mobilnya orang semua pada sibuk kerja kok.


"Ya udah hati-hati di jalan, jangan lupa buat Bebi yang banyak yah di hari libur. nanti aku suruh papa kasih kamu cuti dua Minggu." bisiknya.

__ADS_1


"Bentar amat dua Minggu."


"Ye lu nggak syukur di kasih dua Minggu ya udah nggak jadi."


"Pelit amat sih sama adik sendiri juga." dia lalu berjalan melalui kakanya.


"Ya udah nanti aku usahain tiga Minggu biar bosan di rumah." kesal Reno


"Okey, aku duluan." Rendi lalu berjalan keluar dari perusahaan itu. Dapat cuti dua Minggu aja dia udah sangat senang, di tambah lagi di rumah ada istri cantik yang menunggunya.


aduh aku kenapa yah mikirin dia lagi, kesal nya dalam hati.


Rendi masuk ke dalam lift terlihat di lift banyak orang yang sedang bergosip.


"Dia udah hampir setahun nikah masih belum punya anak, apa nona cindi mandul yah."


"Iya kasian dia, coba sama aku aja kemarin nikahnya." bisik alah satu cewek mudah berparas paling cantik.


"Ehhhm, Maaf kalau kalian kurang kerjaan kalian bertiga aku kasih tugas bersihkan kamar mandi lantai satu sampai tiga sampai bersih kalau aku kembali awas tidak bersih."


"Haah, kita pak bertiga?" Tanya cewek itu.


"Iya kalian bertiga, dan satu lagi kalian tidak usah sok tau tentang keluarga orang lain di perusahaan ini, apalagi keluarga ku kalau aku dengar lagi kalian membahas istriku kalian aku tendang keluar dari perusahaan ini dan aku pastikan kalian tidak diterima di Perusahaan mana pun." Rendi lalu menelpon salah satu petugas kebersihan untuk memantau para cewek-cewek suka gosip itu.


"Halo pak, tolong bapak awasi ketiga cewek ini namanya adinda Putri, Karlina Sintia, dan Ririn permata sari. Untuk membersihkan kamar mandi lantai satu sampai tiga."


"Baik pak, kami laksanakan."


"Hah pak kami minta maaf kami tidak akan mengulanginya lagi tapi mohon jangan suruh kami bersihkan kamar mandi." adinda memohon-mohon tapi percuma saja Rendi orang yang cukup keras kepala dan tidak mudah kasian sama orang.


"Yah hitung-hitung pelajaran buat kalian bertiga pilih bersihkan kamar mandi atau dipecat." tegas Rendi.

__ADS_1


"Iya iya pak kami mau kok." mereka bertiga lalu keluar dari lift setelah sampai di lantai tiga, sedangkan Rendi memilih melanjutkan sampai ke lantai satu badan nya mulai semakin panas setelah membentak ketiga karyawan itu.


__ADS_2