
Cindi dan lina kembali ke ruang pak direktur, dia lalu izin untuk kembali ke kantor takutnya di cari sama pak rangga.
"Pa kami balik dulu yah." izin lina ke papanya.
"iya nak," Ucap pak direktur, di meja kerja Cindi di kejutkan oleh seorang pria yang duduk di meja itu.Dia makan dengan lahapnya sepetinya dia sangat kelaparan, Lina mendekati adiknya yang masih makan itu.
"Rendi kakak balik dulu yah, maafkan sikap kakak tadi." Ucap lina dengan membelai-belai rambut adiknya, Rendi hanya mengangguk dan melanjutkan makannya tanpa melirik ke kakanya sedikit pun.
Lina dan Cindi keluar dari ruangan itu menuju lift, di dalam lift cindi tak henti-hentinya menguap terus dengan menutup mulut nya.
"Kamu begadang lagi yah semalam." Tanya lina kepadanya.
"Iya mba, semalam habis ajak annisa jalan-jalan ke trans mall." Ujar Cindi.
"Kamu ke trans mall, ya ampun kenapa tidak ajak mba semalam Abi merengek-rengek mau pergi main lagi." Ucap Lina.
"Ya allah mba, aku tidak tau loh beneran aku tidak tau." Ucap Cindi saat itu.
"Hahahaha, tidak papa kok nak, maklum lah anak kecil ribet." Ucap Lina sambil mengusap punggung Cindi.
Di dalam ruangan kantor Cindi Cindi mengerjakan tugas baru lagi dari atasan mereka yang tak lain suami lina sendiri. Cindi bahkan tak henti-henti nya menguap, lina lalu mengajaknya ke kamar mandi untuk cuci muka.
"Cindi ke kamar mandi yuk," ajak lina. Cindi hanya mengangguk dan berjalan mengikuti langkah lina di depan nya.
Di kamar mandi Cindi mencuci muka nya dengan sabun cuci muka yang di bawah lina dari rumah. sekarang wajah putih itu masih terlihat cantik natural meski tidak pake beda dan lipstip. Lina keluar dari wc ikutan mencuci muka efek dari rasa ngantuk nya juga datang.
"Mba kok juga ngantuk yah," Ucap lina.
"Mungkin efek dari aku mba, jadi mba ketularan ngantuk nya." Ucap Cindi dengan tersenyum kecil.
__ADS_1
"memangnya bisa?" Tanya lina.
"Bisa dong mba itu namanya hipnotis, kalau kita melihat orang ngantuk lalu kita ikutan ngantuk itu artinya alam bawah sadar kita merespon dengan cepat. Ucap Cindi menjelaskan nya.
"Kamu kok Jenius sekali yah, sumpah mba tidak tau loh kalau kamu sejenis ini." Lina benar-benar kagum dengan kejeniusan yang di miliki Cindi.
"Tidak kok mba, Cindi juga masih belajar." Cindi berusaha untuk tidak membuat dirinya sombong dengan pujian yang diberikan lina untuknya.
"Mba yakin nih, kalau kamu masuk kedokteran pasti langsung lolos." Ucap Lina meyakinkan Cindi. Cindi hanya tersenyum, dia bahkan tidak di terimah di kedokteran karena dia punya penyakit yang sudah parah saat mendaftar sebagai dokter. Bukannya dokter itu harus sehat, sedangkan Cindi punya masalah dengan jantungnya bagaimana mau masuk dokter.
"Balik yuk mba," Ajak Cindi, Mereka lalu berjalan keluar dari kamar mandi itu menuju ruang kerja.
...🐼🐼🐼...
Di sekolah annisa menunggu jemputan papanya tapi belum datang juga, tiba-tiba Dion datang dan mengajak annisa untuk ke rumah sakit karena besok hari di mana Linda akan di operasi.
"Tapi papa mau jemput om," Ujar annisa.
"Aku sudah menelponnya katanya annisa boleh ke rumah sakit kalau pulang mandi dulu." Ucap Dion, Annisa langsung masuk ke dalam mobil dan membawah nya pergi dari sekolah itu.
Sesampainya mobil itu di depan rumah annisa dan Dion keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah. Annisa berlari masuk ke dalam rumah dan langsung menuju kamarnya, Di dalam kamar annisa langsung mandi dan menggunakan baju lengan pendek dan celana panjang. Annisa juga tidak lupa memasukan buku dan alat tulis nya di dalam tas, dan mengambil salah satu Boneka kembar itu yang di beli nya semalam dengan kakanya. Jika beli dua diskon Cindi akhirnya membeli dua boneka besar seukuran manusia itu untuk di belikan satu hadiah buat Linda, pantas saja semalam Cindi kesulitan membawah nya ke luar tokoh ternyata dia membeli dua boneka semalam.
Annisa mengambil jaket berbulu tebal dari dalam lemari dan di masukkan di dalam tas nya, anak itu sudah cukup cerdas jika berpergian dia tidak lupa membawah jaket karena Cindi selalu mengingatkan adiknya untuk membawah jaket dan selimut jika ingin berpergian. annisa bahkan membawah selimut kecilnya juga, setelah semua beres annisa turun ke bawah dengan tas ransel di pundak. memeluk boneka yang lebih besar darinya dan ada selimut dia pake kan ke boneka itu.
"Hahaha, ya ampun dek boneka kok diselimuti." Tegur Cindi di ruang makan.
"Kakak annisa kan mau ke rumah sakit," Ucap annisa.
"Rumah sakit, ya ampun kakak kan mau ikut." Ucap Cindi.
__ADS_1
"Om kakak cindi mau ikut!." tanya annisa ke Dion saat melihat Dion menghampiri nya.
"Boleh dong sayang, bonekanya kok diselimuti?" Tanya Dion heran.
"Ini kan boneka hadiah buat Linda yang di belikan kakak cindi semalam, katanya supaya Linda punya teman kalau Annisa sekolah kata kak cindi semalam."
"Ohhh, sini om masukkan ke dalam mobil." Annisa lalu memberikan nya om Dion boneka itu.
"Tapi om, selimutnya mau di masukkan ke kantong biar tidak kotor." Ucap Annisa.
"Boneka nya tidak akan kotor kok sayang kan di simpan di dalam mobil kursi belakang. om baru kemarin kok hilangin debu nya. Annisa hanya mengangguk saja dan tersenyum ke arah Dion. Cindi masih mengunyah makanan nya masuk ke dalam mulut. Setelah makan Cindi memberi tau om nya kalau dia juga mau ikutan ke rumah sakit.
Cindi berlari ke kamar nya beberapa menit kemudian dia turun ke bawah dengan tas ransel di pundaknya. Terlihat di ruang tamu Dion dan Annisa menunggu mereka, Annisa langsung menghampiri omnya yang masih berbincang-bincang dengan Tono.
"Pa kami berangkat dulu yah," Izin Cindi ke papanya diikuti oleh annisa.
"Iya, jaga adek mu baik-baik supaya cepat sembuh." Ucap Tono.
"Iya pa itu pasti." Ucap Cindi dan memberi hormat kepada bapak nya sebelum berangkat ke rumah sakit. papanya hanya tersenyum saja dan melambaikan tangan, dia melanjutkan membaca koran. Mobil itu melaju pergi meninggalkan perumahan itu menuju jalan raya besar. Cindi tertidur di dalam mobil, annisa berbincang-bincang dengan Dion di mobil.
"Om Linda sakit apa sih." Tanya Annisa kepo.
"Nanti kalau kamu sudah tumbuh menjadi gadis dewasa kamu juga akan mengerti sendiri nak." Ucap dion.
"Ohhh jadi annisa besar baru bisa tau om." Ucap annisa polos.
"Iya sayang," Dion sengaja tidak memberi tau annisa karena dia masih kecil dan belum terlaku paham dengan penyakit-penyakit.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1