CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Balik ke rumah sakit


__ADS_3

Perjalanan pulang memang sangat lah jauh apalagi sekarang sudah jam 10 malam jadi untuk bisa sampai ke rumah sakit menggunakan waktu satu satu jam kalau ngebut setengah jam, tapi Denis memilih untuk membawah motor sedang.


Tak terasa waktu perjalanan mereka memakan waktu hampir satu jam, tapi Cindi tidak merasa lama karena sangat menikmati pemandangan jakarta di malam hari.


Denis memarkir mobil nya ke dalam rumah sakit, untung rumah sakit masih buka jadi mereka masih bisa masuk. karena jam 11.00 biasanya pengunjung sudah tidak boleh masuk.


Cindi dan denis masuk ke dalam Lift, rumah sakit sudah agak sepi jadi mereka tidak perluh berlama-lama lagi di dalam lift. Tak berapa lama kemudian lift terbuka mereka langsung menuju ke kamar Linda, terlihat Linda terbaring di samping ibunya. Pak Dion juga sudah tidak ada, Cindi memasukkan makanan itu ke lemari Es.


Cindi berbaring di sofa, sedangkan Denis memilih tidur di lantai dengan beralaskan tikar berbulu-bulu empuk. Mereka tertidur sampai lupa mengeluarkan barang belanjaan mereka tadi.


Pagi telah tiba, Cindi terbangun tepatnya pukul 05:20 Pagi dia lalu mandi dan sarapan bersama Linda, ibunya, Denis dan dia di kamar rumah sakit dengan ikan yang semalam Cindi bawah.


dengan sambel campur terasi yang ada di kulkas di bawah dari rumah.


Setelah sarapan Cindi di antar pulang ke rumah oleh denis, sekalian pergi jengguk kedua orang tua Cindi dengan membawah Oleh-oleh yang singgah di ambil nya dari rumah nya tadi.


Pukul 06:25 mereka sudah sampai di kompleks perumahan yang cindi dan keluarganya tempati. Cindi turun dari motor Denis dan mengetok-ketok pintu rumahnya yang masih tertutup.


Tok, tok, tok, Suara pintu terbuka, Wina yang membuka pintu langsung kaget melihat Cindi dan Denis berada di depan pintu.


"Ya ampun, nak denis kapan sampai di indonesia?" Wina memeluk Denis, denis hanya tersenyum saja.


"Bu aku datang sudah tiga hari, maaf tidak ada kesempatan untuk beri kabar karena Linda baru sudah di operasi." Ucap denis.


"Apa operasinya berjalan lancar?" Tanya Wina.


"Puji syukur maha kuasa semesta operasinya berjalan lancar tante, waktu hari Sabtu kemarin." Ucap denis.


"Ohh, Ibu hanya bisa berdoa saja tapi tidak bisa ke sana karena tidak ada waktu, Ayo masuk nak." Ajak Wina kepada Denis diikuti Cindi di belakang. Cindi lalu izin ke mamanya untuk ganti pakaian kerja


"Denis, bu, aku ganti baju dulu yah, mau lanjut kerja ke kantor." Izin Cindi terlihat denis dan wina hanya mengangguk. Cindi naik di kamarnya dan mengganti pakaian biasa yang dia pake dengan baju kantor.


Setelah mengganti baju dengan baju kerja Cindi turun ke bawah dengan tas samping yang berisi data-data kantor. Di ruang tamu terlihat papanya dan Annisa duduk di samping Denis dengan menggigit coklat yang di berikan Denis olehnya.


Terlihat kotak kardus berukuran besar yang tadinya berbungkus kado sudah terbuka, Cindi menghampirinya betapa terkejutnya dia melihat banyak coklat dan cemilan di dalam nya yang bertuliskan bahasa jepang.

__ADS_1


"Denis ini berapa harganya di sana?" Tanya Cindi.


"Yah lumayan lah kak harganya, tapi kakak tidak usah khawatir itu uang youtube aku." Ucap Denis dengan tersenyum.


"Makasih yah nak, kadonya." Ucap Wina.


"Iya bu doakan chanel ku semakin berkembang." Ucap denis.


"Denis pulang kantor temani kakak belanja ke grosir yah." Ajak Cindi.


"Siap kak,"


"Buat apa sayang belanja ke grosir?" Tanya wina.


"Buat di sumbangan ke panti ma," Ucap Cindi lembut.


"Ohh, ibu ikut yah." Ucap wina, dia sudah lama tidak pernah ke panti asuhan untuk berbagi dengan anak yatim piatu.


"Siap kak, Eh ia sekalian bagi-bagikan coklat di rumah masih ada satu dos besar berisi coklat." Mendengar hal itu mata Cindi langsung terbelalak.


"Yah memang rencana beli banyak buat di bagiin ke orang tidak mampu kak, tapi tidak tau mau di bawah ke mana. Tiba-tiba kakak bilang mau ke panti asuhan ya udah sekalian bawah juga, lagian Linda di larang makan coklat banyak sama papa karena masih di rumah sakit.


Cindi mengambil beberapa coklat itu di masukin ke dalam tas nya untuk di bagikan sama tim kantor nya nanti. Pukul 07:25 Cindi dan Annisa izin ke ibunya, papanya sudah menunggu di mobil.


"Denis, kamu istirahat di sini saja nak, sekalian temani ibumu." Teriak Tono dari mobil.


"Siap di laksanakan Pa," Denis memberi hormat ke pada omnya yang sudah di anggap seperti papanya. Denis dari dulu suka memanggil omnya dengan sebutan papa dan memanggil wina dengan sebutan ibu, itu karena papanya dulu sering menitip Denis ke Tono kalau ada pasien di rumah sakit.


...🐼🐼🐼...


Sesampainya Cindi di kantor dia langsung berlari-lari masuk ke dalam koridor kantor, Beberapa menit kemudian dia sudah sampai di depan pintu kantornya.


Cekrek, Pintu kantor terbuka untung Cindi sampai tepat waktu lagi jadi dia tidak perluh merasa bersalah. Cindi duduk di kursi samping Lina, Lina langsung berbalik dan menyapa Cindi.


"Pagi sayang, apa kabar pagi in?" Tanya lina.

__ADS_1


"Alhamdulillah baik mba," Ucap Cindi sambil tersenyum manis.


"Ohhh, syukurlah." Ucap Lina dan kembali mengerjakan laporan.


Cindi mulai mengerjakan laporan yang sudah di berikan olehnya dari atasan nya. Tak terasa beberapa jam kemudian jam istirahat telah tiba, semua lalu merilekskan tubuh nya.


"Wah, Akhirnya sudah selesai juga." Ucap Lina.


"Peehatian semua nya, adikku kemarin barusan pulang dari jepang dia punya oleh-oleh buat kalian. Mohon di terimah yah berapa pun jumlahnya." Ucap Cindi.


"Apaan tuh kak?" Ucap saskia.


"Cindi mengeluarkan coklat dari dalam tas nya dan membagi-bagikan ke teman kantornya yang berjumlah 10 orang itu. Dia membaginya menjadi lima biji dalam satu orang, Lina hanya tersenyum saat Cindi memberinya juga.


"Makasih kak Cindi," Ucap para kariawan yang lebih mudah darinya.


"Makasih yah, ini sepertinya untuk anakku." ucap pak rangga. Cindi menambahkan nya lagi dua untuk pak rangga.


"Mba lina itu buat mba, kalau buat Abi ini ada." Ucap Cindi mengeluarkan coklat batang berukuran besar ke lina.


"Ini serius buat Abi?" Tanya Lina.


"Iya dong mba, masa ibunya dapat Abi nya tidak." Lina memeluk Cindi dan mengucapkan rasa terimah kasih.


"Makasih yah nak," Ucap lina.


"Sama-sama mba, bilang yah dari kak denis adik mba Cindi."


"Ohhh jadi namanya denis, pasti Abi mau ketemu." Ucap lina.


"Mba kami sebentar mau ke panti asuhan tapi kami mau ke grosir dulu, mba bisa bawah Abi loh ikut." Bisik Cindi.


"Gimana kalau mba ikutan juga ke grosir, mba juga mau beli cemilan buat anak-anak itu."


"Siap deh mba." Cindi bersyukur mba lina juga mau ikutan menyumbang jadi sumbangan nya semakin banyak.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2