
Ini sudah berjalan hampir satu bulan mereka akur, Setelah selesai menyiapkan sarapan pagi, cindi langsung ke halaman rumah untuk menyirami tanaman. Saat asik menyirami bunga Rendi langsung memeluknya dari belakang.
"Ayo sarapan dulu," Rendi lalu menarik tangan cindi ke dapur mau tidak mau dia harus mengikutinya.
Terlihat di luar ada yang mengintai mereka, jelas itu ibu hajra yang baru turun dari mobil tapi melihat mereka berdua bermesraan akhirnya dia masuk kembali ke dalam mobil dan menyuruh sopir untuk parkir di samping rumah nya.
Senyum lebar menghiasi wajah paru baya itu dia lalu menyuruh sopir foto saat cindi dan Rendi berpelukan. Foto itu lalu di kirim ke suaminya, sang sopir ikutan baper melihat mereka yang tidak pernah akur malah akur sekarang.
"Pa kita berhasil akhirnya mereka tidak perlu pura-pura lagi." ujar ibu hajra nge chat suaminya.
"Iya Bu akhirnya mereka bisa bersatu, satu bulan kita tunggu kabar baiknya saja." pak direktur tersenyum saat itu di rumah mewah itu. bagaimana tidak, rumah ini pasti akan punya bayi baru lagi.
Ibu hajra lalu menyuruh sopir itu untuk putar balik dan kembali ke rumah.
"Ayo putar balik aja," ujar Bu hajra.
"Tidak jadi singga Bu," ucap sopir pribadi nya.
"Nggak usah, suruh Bu inem tinggal di rumah kembali dan mengambil barang nya di rumah cindi agar tidak menggangu pengantin baru." ujar ibu hajra.
"Iya Bu, siap-siap." akhirnya masa kontrak Bu inem telah habis di rumah cindi dan dia akan bersama dengan anak dan suaminya lagi. bapak sopir terlihat senyum bahagia setidaknya istirahat kembali lagi di rumah besar itu, anaknya ada yang rawat lagi.
Di kamar Rendi berbaring di sisi tempat tidur sambil membaca majalah terlihat cindi malah sibuk nonton sambil cekikikan.
"Hahahaha," tawa cindi membuat Rendi menghentikan aktivitas nya dan mengikuti drama Korea yang sering Cindi tonton. Rendi lalu mendekati cindi dan berbaring di pangkuan gadis itu, cindi mengusap-usap rambut itu dan mencium rambutnya. tercium aroma shampo maskulin yang selalu dia gunakan.
Ini sudah hampir mau dua bulan mereka akur tapi orang tua mereka kira baru tau mereka bisa akur setelah melihat nya tadi di taman. Bi inem memang sudah hampir dua bulan tidak pulang karena anaknya masih belum terlalu sehat. Cindi dan Rendi berharap kalau Bu inem tinggal di rumah ibunya saja agar anaknya ada yang urus. Dan mereka bisa bermesraan di mana pun mereka mau tanpa di ketahui oleh orang lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Rendi terduduk di dekat kolam renang, rumah itu begitu besar namun cuma ada mereka berdua saja di dalam. Cindi begitu menikmati suasana berenang di kolam renang, udah lama dia tidak berenang padahal di rumahnya sendiri ada kolam renang nya.
Baru kali ini dia tidak Malu padahal Rendi sedang duduk di samping kolam renang dengan membaca majalah.
"Yang sini turun teriak cindi kepadanya." Rendi lalu menghampiri nya.
"Ngapain berduaan di bawah,"Ucapnya pura-pura kesal.
"Ihh nyebelin," cindi malah ngambek beneran dia lalu berenang jauh meninggalkan Rendi yang sempat senyum-senyum melihat wajah cindi yang marah meninggalkan dirinya. Rendi tanpa aba-aba langsung loncat ke kolam renang.
"Aduhh tolong... tolong di sini dalam banget." Rendi teriak-teriak. Awalanya cindi tidak peduli.
"Ahhhh," tinggal tangan Rendi yang keliatan. cindi mulai panik dan mendekati nya.
"Yang.... sayang... beneran loh tenggelam... aku kira tadi cuma bercanda doang." Cindi menangis sejadi-jadinya sambil menyeret tubuh Rendi ke samping kolam renang. terlihat Rendi terkulai tak berdaya, dia lalu menaikkan badan Rendi ke atas lantai.
"Aduuh mana berat lagi badan nya," kesalnya sambil menangis sejadi-jadinya. Kali itu anda benar-benar ketawa namun di tahan dan pura-pura pingsan.
"Hahahaha, Aduuh perutku sakit banget." Rendi ketawa keras sambil memegang perutnya.
"Asem, aku di kerjain." cindi lalu memukul bahu Rendi lalu pergi meninggalkan dirinya.
"Hahahaha, kok marah sih lagian kan tadi cuma bercanda loh." ujarnya sambil menghampiri nya dengan berjalan tergopoh-gopoh. Cindi duduk di kursi sambil pura-pura tidak melihat orang yang berada di sampingnya. Tiba-tiba rendi menghampirinya lalu mengelus-elus perut cindi, sontak saja hal itu membuat nya kaget dan refleks memukul kepalanya.
"Aduuh maaf yang gak sengaja, geli tau." kesalnya. Rendi kali mengelus-elus kepalanya yang sedikit sakit akibat ulah cindi.
"Sakit sayang," keluhnya dengan manja.
"Ahh ngambek aku males ladenin lagi," dia lalu berjalan masuk ke dalam rumah di susuk Rendi Dari belakang. saking gemesnya melihat badan cindi ada perubahan, dia sekarang agak gemukan.
__ADS_1
"Sayang udah ada isinya belum?" Tanya Rendi padanya berbisik di belakang cindi.
"Apaan ada isinya?" Tanya cindi keheranan.
"Itu," tunjuknya pada perut cindi.
"Iya ada isinya nasi dan kawan-kawan." Ujarnya kesal.
"Hahahaha, kocak parah kamu sayang." Rendi lagi-lagi tertawa kencang sambil memegang perutnya.
"Buat Bebi lagi yok, belum ada isinya kan?" Tanya Rendi iseng. Sontak saja membuat cindi kesal dan mencubit perutnya.
"Ahhhhh, duh Sakit loh cubitan nya. heh" dia lalu ngambek dan membalikkan badan nya membelakangi cindi seperti anak kecil yang lagi marah.
"Lagi mengandung masa di isi lagi sayang." cindi kecoplosan padahal dia sengaja tidak memberitahu Rendi karena masih malu dan sedikit gugup.
"Apa mengandung? Istriku mengandung." Rendi makin bahagia dia lalu berbalik ke arah cindi dan menggendong nya berputar-putar.
"Ye ye.... punya bayi... Yeye.... punya bayi." Rendi sambil memutar-mutar cindi sambil bernyanyi saking senangnya.
"Ya ampun kepalaku sakit." Cindi lalu memegang kepalanya, di hatinya ada perasaan senang karena akhirnya dia bisa memberi kabar gembira ini kepada suaminya meski dia tadi tidak sengaja mengatakan nya.
Yeye... punya bayi.... yeye punya bayi..." Rendi sama sekali tidak peduli lagi dengan perkataan cindi dia terus berputar-putar. setelah lelah dia lalu menggendong cindi naik ke atas kamar, dan mengunci pintu kamar itu.
melihat pintu kamar di kunci cindi langsung panik.
"Mau ngapain kok di kunci, udah ada isinya loh." Rendi tertawa mendengar cindi mengatakan itu.
"Siapa yang mau isi, aku cuma mau kamu istirahat dan tidak ada yang boleh mengganggu kita istirahat. Rendi lalu mengambil baju daster dalam kemari lalu mengganti baju cindi yang masih basa. lalu membaringkan nya di atas kasur yang empuk.
__ADS_1
"Makasih yah," ujarnya. Rendi lalu masuk ke kamar mandi untuk berganti baju, kali ini dia menggunakan baju kaos hitam lengan pendek dan celana pendek. Baju basa itu lalu di simpan di ember cucian di luar kamar, dia lalu ikut tidur di atas kasur.
Tak henti-hentinya dia mengusap-usap perut buncit itu sambil berdoa yang terbaik buat anaknya. Dia begitu bahagia hari ini lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya, bagaimana tidak bahagia kabar bahagia itu akhirnya datang.