CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
terdiam di meja makan


__ADS_3

Dari tadi cindi menunggu di dapur merasa kesal akibat ulah rendi yang tidak turun-turun, Dengan sedikit kesal dia memaksakan tubuhnya untuk bangkit dari tempat duduknya.


Dengan malas dia berjalan gontai menyelusuri tangga itu, Tubuhnya rasanya malas bergerak.


"Rendi mana sih, dari tadi aku tungguin sudah hampir dua jam aku nunggu dia tidak turun-turun." Kesal Cindi.


Cindi masuk ke dalam kamar itu, di liatnya di dalam Rendi sedang tertidur pulas di atas kasur yang empuk itu.


"Ya ampun pantasan dia gak turun, kenapa gak bilang sih kalau dia mau baring apa salah nya coba ngomong." Cindi mulai merasa kesal, Dia berjalan menghampiri Rendi, entah kenapa dia merasa lelah hari ini apa karena seharian dia bersih-bersih.


"Rendi ini udah jam 07: 25 bangun makan gih." Ucap Cindi. Rendi malah hanya membalikkan badan membelakangi nya.


"Rendi, Rendi bangun." Ucap Cindi sekali lagi.


"Iya, iya, mau istirahat bentar." Ujar rendi kesal, Cindi semakin kesal mendengar nya.


"istirahat bentar katanya, aku nungguin nya malah hampir dua jam." Cindi hanya bisa terdiam saja. Dia lalu membalikkan badan nya dan berlalu pergi meninggalkan tempat itu.


di anak tangga dia hanya terdiam saja, rasanya ingin istirahat juga tapi dia tidak ingin kalau ikutan tertidur. Cindi mengambil majalah di ruang tamu dan membawah nya masuk ke dalam kamar.


Di kamar rendi masih tertidur lelap, dia kali ini hanya memilih diam saja takutnya dia bertengkar lagi kalau sering mengganggu nya.

__ADS_1


Dengan santai nya dia duduk di sofa kamar itu sambil membaca majalah yang ada di tangan kirinya. Sudah hampir satu jam dia membaca majalah tapi rendi belum juga bangun dari tidur nya.


"Astaga udah mau jam 08:00 dia belum juga bangun." Dengan perasaan kesal Cindi membangunkan nya sekali lagi.


"Bangun sayang, ini udah jam delapan kamu belum makan." ujar Cindi. Dengan sedikit kaget Rendi menghentakkan tangan Cindi lalu pergi ke kamar mandi cuci muka. Sontak saja Cindi semakin kaget ada apa dengan nya kenapa dia begitu kasar. Bisik Cindi dalam hatinya masih di penuhi keheranan.


"Ya ampun kok susah amat di bangunin." Kesal Cindi. Seelah cuci muka rendi langsung turun ke bawah untuk makan malam karena kebetulan tadi siang dia belum makan juga. Perutnya emang rasanya mulai lapar, tercium bau masakan yang membuat selera makan nya semakin merontak-rontak.


"Ya ampun aku benar-benar senang di meja makan ada ikan kesayangan aku yang sudah di goreng." Ucap Rendi sambil mendudukkan tubuhnya di kursi itu.


Terlihat Cindi menuruni anak tangga, Rendi tidak peduli atau malu sedikitpun saat melihat Cindi menatap nya dengan tatapan kosong.


Selesai bersih-bersih Rendi langsung meninggalkan Cindi menuju ke ruang tamu untuk menyempatkan membaca koran. Cindi masih sibuk mencuci piring di dapur, entah kenapa dia merasa semakin lelah saja.


Setelah semua selesai cindi langsung naik ke atas kamar, sedangkan rendi masih adik membaca koran di ruang tamu. beberapa menit kemudian Rendi merasa bosan, dia langsung menutup koran itu dan menyimpan nya ke atas meja.


...🐼🐼🐼...


Rendi langsung naik menuju ke kamar untuk mengambil beberapa berkas di meja, Cindi yang berbaring di tempat tidur malah tertidur pulas.


Rendi keluar kembali dari dalam kamar, dia menuju ke ruang kantor yang terletak tidak jauh dari kamar nya. di dalam kamar dia lalu menyimpan beberapa dokumen yang masih butuh perbaikan, rendi lalu duduk di kursi itu dan menyalahkan komputer yang di belikan papa untuknya.

__ADS_1


Rendi mulai mengerjakan beberapa dokumen itu, berteman dengan keheningan malam membuat nya merasa lebih tenang dan damai. Duduk beberapa jam membuat tubuhnya terasa kelelahan. Rendi berdiri dari kursinya dan mulai melakukan beberapa senam otot agar tubuhnya bisa segar kembali.


"Satu, dua tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan." Rendi mulai menghitung sambil melakukan senam otak. Dia melakukan nya secara berulang-ulang kali sampai akhirnya dia memutuskan untuk kembali duduk di kursi itu.


"Semangat-semangat," Ucap Rendi menyemangati dirinya sendiri. dan mulai kembali mengerjakan tugas-tugas itu, Beberapa menit kemudian dia mulai merasa mengantuk.


"Woahhh Aduuh, aku malah mengantuk lagi." kesal Rendi dengan menutup mulutnya dengan tangan kanan nya. Padahal dokumen itu tinggal sedikit lagi perbaikan baru selesai, Rendi berdiri dari kursinya menuju ke kamar mandi kecil itu.


Dia lalu membasuh muka nya berulang kali agar ngantuk nya bisa hilang. Setelah merasa baikan lagi dia kembali ke kursi kerja nya dan mulai melanjutkan mengerjakan tugas.


Sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10:06 Rendi tetap melanjutkan pekerjaan nya sampai tepat pukul 10:25 dia baru selesai. Dia lalu merapikan kembali beberapa dokumen yang ada di lantai lalu keluar dari ruang tamu menuju kamar tidur. Rasanya malam ini dia ingin tidur di kamar tamu, biar kalau malam dia tidak terganggu. Rendi lalu melangkahkan kakinya masuk tiba-tiba ada yang mengejutkan nya dari pintu kamar.


"Sayang kamu mau ke mana?" Tegur wanita itu, Rendi menoleh batapa terkejutnya dia melihat Cindi di depan pintu dengan wajah nya yang pucat dan rambut panjang yang terurai.


"Astaga kamu mengejutkan ku, kamu tidur lah aku mau tidur di sini aja malam ini." Kesal Rendi sambil menutup pintu kamar itu. Cindi hanya menggelengkan kepala saja dan berbalik masuk ke kamar.


Di dalam kamar tamu Rendi mengusap-usap dadanya dan mulai menenangkan diri, apa barusan dia melihat hantu atau itu beneran Cindi. Rendi masih ketakutan, dia lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur itu. Sebelum tidur dia tidak pernah lupa untuk membaca doa tidur, itu bahkan sudah melekat pada dirinya agar bisa terlindungi dari kejailan jin-jin dan iblis di kalah tertidur.


Setelah baca doa dia membaringkan tubuhnya kembali ke tempat tidur itu, hatinya sekarang kembali tenang setelah berdoa kepada tuhan yang maha kuasa.


Beberapa menit kemudian dia tertidur di pulas di kasur itu, jam sudah menunjukkan pukul 11:00 semua orang sudah tertidur pulas tapu Cindi malah tidak bisa tertidur setelah terbangun dari tidur nya. entah kenapa dia merasa begitu capek setelah kerja seharian tadi, lain kali dia akan menyuruh rendi untuk mencarikan nya pembantu rumah tangga untuk membantunya.

__ADS_1


__ADS_2