
Keluar dari mobil Cindi begitu kaget sekaligus terheran ini rumah kok sangat besar, dua kali lipat dari rumahnya.
"Pak, ini rumah bapak? Tanya Cindi dengan polosnya, mendengar perkataan Cindi Reno hanya tersenyum.
"Ini bukan rumah bapak, ini rumah pak direktur." Reno menjawab pertanyaan Cindi
"Yah sama saja pak, ini kan rumah pak direktur pak direktur kan bapak pak Reno." Ucap Cindi dengan polos nya.
"Okey, kayaknya melawan nak Cindi bapak bisa kalah." Kata pak Reno dan tertawa bersama nya. Dari kejauhan Rendi mengintip mereka dari jendela kamarnya.
Siapa lagi perempuan itu, jangan-jangan dia tamu istimewa yang di katakan ibu, tapi.... istimewa nya dari mana? Tanya Reno pada hatinya seakan menolak kecantikan dan keramahan yang dimiliki Wanita itu.
Cindi dan pak Reno masuk ke dalam rumah yang sangat besar dan indah itu, dia benar-benar kagum dengan dekorasi rumah itu yang sangat elegan.
Di ruang rekrut saja semuanya sudah lengkap, apalagi rumah ini benar-benar seperti seorang putri yang diundang ke kahyangan untuk jamuan makan malam. Bisik Cindi dalam hati.
Cindi di sambut baik oleh penghuni rumah, kecuali Rendi. Rendi dengan santai nya turun bak raja yang jahat tanpa memperdulikan kehadiran Cindi. Rendi melewati nya tanpa adanya senyum di muka nya yang sangat tampan itu. ketika Rendi melewatinya, Cindi sempat berbisik dalam hatinya.
Apa gunanya wajah yang sangat tampan itu jika senyum ke orang lain saja sangat sulit, ooh my God jika aku punya suami seperti itu entah apa yang terjadi padaku setiap hari lama-lama aku bisa mati mendadak karena lemah jantungku. bisik cindi dalam hatinya.
Kebaikan orang-orang di rumah itu bisa di bilang sangat baik dan murah hati, Rendi saja yang keras kepalanya minta ampun. Jalan di dekat Cindi saja sangat lah cuek hal itu membuat Cindi sedikit tersinggung. Yah tapi walau bagaimana pun juga sebenarnya Rendi ada sisi baiknya.
Semua orang di dalam rumah menyapa Cindi apalagi Rio, dia sangatlah mudah akrab dengan orang.
"Hai kak, kakak sangat cantik deh." Puji Rio, Rendi yang mendengar pujian Rio kepada gadis asing hanya terdiam.
"Nak, kami mengundang mu makan malam atas rasa hormat kami berkat presentasi mu di kantor banyak membawah perubahan dan menyadarkan orang-orang di kantor. Mereka bapak liat banyak berubah jauh lebih baik, kerja mereka semua mulai bagus-bagus dan juga atasan mereka memberi mereka tata tertib yang harus di laksanakan dan yang membuat bapak senang karena bawahan benar-benar sadar diri tanpa ada keluhan." Ucap Pak Direktur sangat senang.
"Makasih banyak pak, tapi saya merasa tidak pantas dapat pujian dari bapak." Kata Cindi sopan, semua orang hanya tersenyum melihat kebaikan dan rendah hati yang dimiliki nya.
__ADS_1
"Siapa bilang tidak pantas? kamu pantas kok nak, mendapatkan itu semua." Ucap ibunya dengan membelai rambut Cindi yang duduk berdampingan dengan nya. Cindi yang mendengar pengakuan itu hanya tersenyum kecanggungan nya hilang, semua hanya tersenyum.
Cindi sekali-kali melihat tingkah aneh Rendi seperti tidak menyukai kehadiran nya. Setelah makan malam selesai akhirnya dia izin pulang kepada semua penghuni rumah.
"Ibu, Pak Direktur, Pak Reno, semuanya terimah kasih sudah mengundang Cindi makan malam." Kata nya kepada semua penghuni rumah yang ada di ruang tamu.
"Iya, kamu suka makan malam nya?" Ucap Pak Direktur.
"Iya suka pak," Ucap Cindi kepada Pak Direktur.
"Kayaknya sudah larut malam, saya izin pulang dulu." izin Cindi kepada semua penghuni rumah itu.
"Saya antar Cindi dulu yah sayang," kata pak Reno ke istrinya.
"Ooh iya Rendi mana yah, kok dia sudah makan langsung naik ke kamarnya? tamu kita kan sudah mau pulang." Ucap Sinta.
Cindi hanya memaklumi sikap dingin Rendi kepadanya, pak Reno yang melihat hal itu menghilangkan keraguan Cindi terhadap Rendi.
"Sikapnya memang selalu seperti itu, dia tidak mudah akrab sama orang baru. maklum lah anak itu kan sulit di pahami." Pak Reno berusaha menenangkan Cindi dia khawatir jika rencana ke tiga nya bisa hancur hanya karena sikap Rendi tadi sangat lah cuek dan pendiam.
Dasar si Rendi bukannya menyambut tamu, malah membuat keluarga malu saja. kesal Reno.
Mobil itu sudah sampai di halaman rumah Cindi, dia lalu turun dan berterima kasih kepada pak Reno sudah sangat baik padanya.
"Sekali lagi Cindi mengucapkan terima kasih." pak Reno hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih itu.
...🐼🐼🐼...
Cindi langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya ke tempat tidur empuk itu.
__ADS_1
Legahya berada di rumah sendiri rasanya lebih santai, mau guling-guling juga tidak masalah. kata nya dalam hati, dia tertidur pulas di atas tempat tidur yang empuk itu.
"Cindi kamu mau menikah sama Rendi?" tanya papanya.
"Apaa pak Rendi, Rendi anaknya Pak Direktur itu?" Cindi kaget mendengar semuanya.
"Iya, dia dan keluarganya tadi datang untuk lamaran." Cindi semakin kaget dengan situasi yang kacau ini.
"Terus bapak jawab apa?"
"Bapak jawab iya, aku pikir kalian saling suka."
Pernikahan sangat meriah semua tamu besar datang. Keluarga Cindi dan keluarga pak direktur mengucapkan selamat atas pernikahan mereka. Setalah menikah Cindi dan Rendi memutuskan untuk tinggal di rumah baru yang papanya beli kan untuk mereka atas permintaan Rendi. Rendi masuk ke rumah baru itu, di susul oleh Cindi di belakangnya.
"Ini rumah kita?" tanya Cindi.
"Kamu jangan berharap aku menikah sama kamu karena aku suka sama kamu, aku menikah karena terpaksa ingat itu." Perkataan Rendi membuat Cindi menangis sejadinya. Cindi berusaha untuk membuka matanya dan berharap ini semua hanya lah mimpi, ini mimpi, ini mimpi, stoppp, teriak Cindi akhirnya dia terbangun.
Cindi langsung mengelus dadanya dan sangat bersyukur semua itu hanya mimpi nya saja.
Aku tidak menyangka akan bertemu dia lagi dalam mimpi, terlihat kebencian di wajahnya saat menatapku. jika benar jodohku aku bisa mati di tempat.
Cindi tersadar dari lamunanya, "Apa yang aku katakan barusan, aduh tuhan aku hanya bercanda tadi jangan kau terima doaku tadi."
Cindi melihat jam di dinding sudah pukul setengah delapan. oh tuhan apa yang aku lakukan sekarang, harusnya kalau aku telat bangun harus cepat mandi dan oh laporan Ku sayang kamu harus masuk dulu ke dalam tas habis itu mandi, dan turun sarapan.
Selesai mandi dan menggunakan seragam lengkap, Cindi turun ke ruang makan untuk sarapan.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1