
Annisa berlari menghampiri mereka dan duduk di dekat Abi, ibunya dan ayahnya juga meninggalkan dirinya mereka duduk di samping pak direktur sedangkan kursi yang kosong tinggal satu yaitu di dekat Rio dan rendi. jika Cindi duduk di sana maka dia akan ada di tengah-tengah Rio dan rendi.
Ya ampun bagaimana mungkin ini bisa terjadi, gumamnya dalam hati.
Dengan berjalan santai Cindi mendekati Rendi yang masih sibuk dengan handphone di tangannya, dia lalu menarik kursi itu dan duduk di sampingnya. Terlihat dua calon pengantin itu semakin gugup dan kaku satu sama lain.
Cindi merasa seluruh tubuhnya tersetrum berada di dekat Rendi, bahkan dia tidak mampu menoleh ke arahnya sedikit pun. Kali ini cindi bukan takut kena semprotan rendi tapi benar-benar gugup dan binggung harus berbuat apa.
Sepertinya tidak ada yang menyadari kegugupan cindi dan rendi kecuali mereka berdua saja. sampai kasih datang dan mengejutkan mereka berdua yang sama-sama salah tingkah.
"Mba mau pesan apa?" Tanya kasir, tapi rupanya mereka berdua tidak mendengarnya.
"Ehmmm, mba cantik dan mas gantengnya mau pesan apa?" Tanya kasir lagi, mendengar hal itu Cindi dan Rendi sontak saja langsung menoleh seolah tidak terjadi apa-apa.
"Aku pesan ayam geprek Ples nasi dan jus buah alpukat." Ucap Cindi.
"kalau mas pesan apa?" Tanya Kasir.
"Aku pesan gado-gadonya Ples Teh dingin mba." Ucap Rendi, sepertinya dia ngiler melihat Gado-gado di dalam resepnya begitu menawan dan banyak campurannya.
"Okey mba, mas, apakah dua-duanya pedas?" Tanya Kasir lagi.
"Iya pedas," jawab mereka serempak. sontak saja mereka langsung saling bertatap-tatapan, Terlihat semua di meja makan yang dari tadi memperhatikan mereka langsung tertawa.
"Rupanya mba nya sama mas nya serasi, satu hati yah?" Tanya kasir lagi melawak.
"Apa?" Lagi-lagi mereka menjawab nya bersamaan.
"Sepertinya mas tampan ini sudah punya calon, padahal aku baru mau daftar." Ledek kasir itu, Semua yang mendengarnya sontak saja semakin tertawa.
"Bercanda yah mba, mas, hanya berniat mencairkan suasana yang membeku di ruangan ini." Ucap mba kasir tersenyum lalu pergi dari hadapan mereka. Rendi dan Cindi kali ini harus pura-pura ikutan terbawah suasana dengan sengaja menunjukkan senyum manis yang di paksa nya itu.
Beberapa menit kemudian pesan mereka satu persatu datang, terutama pesanan cindi dan Rendi, terlihat mba nya menyampaikan rasa hormat dan terimah kasih.
__ADS_1
"Terima kasih selamat makan," Ucap Kasir itu.
"Iya sama-sama mba, eh mba nya sudah makan belum?" Tanya Rio.
"Iya mas sudah." Ucap kasir itu dengan tersenyum manis.
"Ohhhh syukurlah kalau begitu, tapii panggil aku adek saja jangan mas aku masih sekolah." Ucap Rio setengah berbisik tapi di dengar oleh semua nya.
"Hahaha, ada-ada saja kamu nak." Ucap Reno,
"Iya dek," Kasir itu lalu tersenyum dan berlalu pergi dari hadapan mereka semua.
...🐼🐼🐼...
Setelah makan mereka semua lalu berjalan-jalan berkeliling mall, Cindi Abi, annisa dan Lina masuk ke ruang permainan.
Di sana mereka menghabiskan waktu untuk bermain bersama Abi dan annisa.
Berbeda dengan yang lainnya malah memilih untuk pergi nonton bioskop. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22:00 tepatnya jam sepuluh malam. Annisa mendapatkan boneka dengan menukar koin yang di dapatnya bersama Cindi. Sedangkan Abi dapat mainan mobil-mobilan saat di tukar koinnya saat di bantu bermain dengan ibunya Lina.
"Seru..." Teriak Abi sambil melompat-lompat.
"Seru mba, lain kali aku mau lagi." Ucap Annisa dengan tersenyum-senyum.
"Iya dong sayang, lain kali kita ke sini lagi main bareng." Lina memberi semangat Kepada annisa.
"Hore," Annisa sepertinya senang dan melompat-lompat bersama Abi di luar ruangan permainan.
...🐼🐼🐼...
Di dalam bioskop terlihat para peserta nonton mulai menikmati keharuan dalam film itu, bahkan ada yang sampai terisak-isak penuh haru mengikuti alur ceritanya.
"Ya ampun, kenapa dia begitu bodoh." Ucap salah satu peserta bioskop kesal.
__ADS_1
"Aduuh kok ada adegan horornya sih." Ucap seseorang dalam bioskop."
"Aduuhhh aku gak sanggup." Wanita di samping rendi dengan genitnya terus-terusan sengaja menarik perhatian rendi. Dia terus-terusan mengeluarkan suara agar rendi mendengar suaranya itu, sekali-kali rendi menoleh ke samping wanita itu dengan tatapan datar dan heran.
"Woaahhhh, dia terlihat tampan meski do malam hari." ucap wanita itu kegirangan, wanita itu terlihat bergosip di samping rendi. Rendi hanya bisa fokus ke film kali ini bukan ke kedua wanita di sampingnya itu.
"Nama kakak siapa?" Tanya wanita itu tersenyum-senyum malu.
"Namaku Rendi," Ucap Rendi dengan nada yang datar.
"Ohhh namanya kak rendi, Tampan sekali dia."
Bisik temannya.
"Boleh kenalan kak?" Tanya wanita itu dengan tersenyum manis ke arah Rendi.
"Boleh, Silahkan." Ucap rendi dengan mempersilahkan kedua gadis itu.
"Saya nindi, kalau ini teman saya nadia." Ucap wanita yang duduk di samping rendi.
"Ohhh, kalian masih SMA atau sudah kuliah?"Tanya Rendi.
"Kami barusan lulus SMA tahun ini kak." ucap nadia. Mendengar hal itu Rendi hanya bisa mengangguk dan melanjutkan fokus ke layar bioskop, begitupun dengan kedua anak remaja itu.
Tak terasa saat di dalam bioskop kadang ketawa kadang menangis akhirnya film selesai juga mereka nonton, semua para peserta yang menonton antri untuk keluar dari ruangan itu.
"Huhuhu....." Film nya sedih dan romantis, aku baru pertama kali nonton film sedramastis ini." Ucap Rio dengan sengaja membuat gaya pura-pura menangis.
"Alay nih bocak, aku malah kurang paham dengan alur ceritanya." Ucap rendi, bagaimana mau paham dan fokus kalau kedua gadis di sampingnya tadi tidak henti-henti nya histeris teriak-teriak, ketawa, bahkan sampai sengaja ribut di dekat rendi untuk cari perhatian.
"Ish apaan sih om ini film sudah sangat drama begini om malah tidak mengerti alur ceritanya." Kesal Rio dia saja yang tidak terlalu paham dengan soal percintaan malah tau. Terlihat dari kejauhan Lina, Cindi, annisa dan Abi berjalan sambil bersenda gurau.
Waktu telah menunjukkan pukul 22:25 mereka akhirnya memutuskan untuk pulang saja, di perjalanan pulang mereka saling mengucapkan rasa terimah kasih. Lagi-lagi Cindi dan Rendi rasanya seperti orang asing di hadapan keluarga mereka.
__ADS_1
Sampai di rumah Cindi dan annisa langsung masuk ke kamar masing-masing diikuti kedua orang tuanya. Di kamar Cindi langsung terbaring, dan tertidur lelap. Rasanya tubuhnya benar-benar kelelahan dan yang ada di pikirannya hanya satu yaitu istirahat.