CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kejailan cindi


__ADS_3

Ganggang pintu ada yang buka tapi rendi tidak menyadarinya, cindi langsung masuk ke kamar seolah-olah tidak melihat rendi yang lagi serius menonton drama itu. Saat asik nonton drakor cindi sudah duduk di samping kasur, rendi sontak kaget melihat kehadiran cindi yang datang secara tiba-tiba.


"Hai, ohhh kamu suka filmnya yah?" Tanya cindi yang tiba-tiba mengejutkan nya. kehadiran cindi hampir saja membuat jantungnya copot, tapi dia berusaha seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


Rendi malah memilih diam dan melanjutkan menonton drakor, lagian ini cuma untuk sementara kalau dia ke kantor lagi tidak ada waktu buat dia nonton santai-santai seperti ini. Cindi ikutan nonton dan menyimak saja drakor yang mereka nonton.


"Ahahahaha, Ahhha ha ha ha..." Suara tawa di kamar mulai menggema kemana-mana sampai membuat seisi ruangan terasa ribut. Bibi di dapur bahkan sampai dengar suara itu tapi lebih memilih tidak menghiraukan nya dan melanjutkan bersih-bersih rumah.


"Oppa aku lapar mau makan," ledek cindi kepada rendi. Sontak saja membuat rendi kaget sekaligus malah ilfil, Dia tidak menyangka cindi bakalan ikutin drama korea itu. Muka rendi tampak berkerut mendengar itu, ada rasa geli sekaligus kesal mendengarnya.


"Haaa, Ish apaan sih." Ucap rendi kesal sekaligus merinding mendengarnya, Melihat ekspresi rendi yang berubah drastis membuat cindi tak bisa menahan tawa lagi.


"Ahahahaha haha hahaha," Cindi tertawa terbahak-bahak sampai menutup mulutnya dengan tangan kanan nya. melihat ekspresi wajah rendi barusan membuatnya sakit perut akibat tertawa terbahak-bahak. Mendengar tawa cindi yang semakin menjadi-jadi membuat rendi ngambek dan memilih diam dan tetap fokus melanjutkan menonton drama korea itu.


Cindi akhirnya langsung terdiam dan memilih melanjutkan menonton serial drama itu, sekali-sekali cindi menatap rendi yang selalu senyum-senyum sendiri saat ada adegan yang membuatnya terkesan.


Waktu begitu terasa cepat padahal biasanya kalau cindi nonton kadang rasanya sangat lama, Apa karena dia kebanyakan menertawai rendi sampai waktu begitu terasa cepat berlalu.


Bahkan sampai selesai mereka tidak henti-hentinya tertawa.


Rendi kembali terbaring, dia memilih untuk istirahat di tempat tidur itu biar tenaganya bisa cepat pulih lagi. Cindi malah memilih untuk melanjutkan menonton drama yang kedua sedangkan rendi sudah terlelap di siang hari itu.


Tak terasa sudah jam 12 siang cindi keasikan nonton sampai lupa waktu yah lagian juga kan rumah ini tidak terlalu besar jadi kerja bersih-bersih cuma di pagi dan sore hari itupun yang bersih-bersih bi inem kadang cindi bantu juga tapi bi inem selalu melarang nya ya udah di biarkan nya bi inem membersihkan rumah sendiri kecuali masak sama cuci piring bakalan di bantu sama cindi.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


Cindi sedang asyik-asyiknya mengambil jemuran di depan tiba-tiba dikejutkan oleh seseorang yang datang tiba-tiba. wanita paru baya turun dari dalam mobil, dia berjalan dengan anggun nya mendekati cindi dengan senyuman yang bahagia.


Cindi yang sedang asiknya menjemur baju langsung terhenti, dia menghampiri wanita paru baya itu yang ternyata dia adalah mertuanya sendiri. Mereka berpelukan sangat erat dan memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


"Aduh cindi rindu banget mami ku sayang," ucapnya pada bu hajra sambil berjalan masuk ke dalam rumah.


...🐼🐼🐼...


Di dalam rumah mereka berbincang-bincang, bi inem mengeluarkan teh hangat buat mereka berdua. Cindi dan bu hajra tersenyum ramah ke bi inem, terlihat bi inem ikutan duduk di dekat cindi.


"Makasih yah inem, maaf yah aku kasih tugas di sini kasian cindi tidak ada yang temani." Ucap bu hajra ramah tamah.


"Tidak papa bu aku malah senang bisa membantu nak cindi," Ucap bi inem dengan suara yang sopan santun kepada majikan nya.


"Ohhh iya bi inem, sekali lagi terimah kasih yah kamu sudah baik sekali sama kami semua." Ucap Bu hajra ramah.


"Eh katanya minggu depan bi inem mau pulang kampung loh nak cindi gak papa kan?" Tanya bu hajra kepada cindi.


"Minggu depan?" ohhh boleh dong bi, tapi bibi tidak bilang loh sama aku." Ucap cindi sambil melirik bi inem dengan muka sok ngambeknya.


"Sebenarnya aku mau bilang kalau aku sudah mau pulang, kan masih ada satu minggu makanya belum bilang." Tanggap bi inem dengan tersenyum ramah sambil memukul-mukul pundak cindi pelan.


"Cindi tidak punya teman lagi dong," ujar cindi sambil pura-pura ngambek. mendengar hal itu bu hajra tertawa, dia lalu memeluk cindi sambil tersenyum ramah.


"Tenang aja sayang, kan ada ibu yang temenin kalau bibi pulang kampung." Ucap bu hajra sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Beneran ibu mau temenin aku?" Tanya cindi tidak begitu yakin.


"Iya beneran dong masa ibu bohong." Ucap bu hajra sambil memeluk cindi bi inem hanya tersenyum mendengarnya.


"makasih yah ibu ku yang paling cantik sedunia." Ucap cindi sambil membalas pelukan bu hajra.


"Tapi ada syaratnya loh," ucap bu hajra sambil tersenyum manis ke arah cindi.


"Syarat!, syarat apa bu?" Tanya cindi kepadanya bu hajra sambil mengerutkan sedikit keningnya seakan penasaran dengan apa yang akan di katakan ibu mertuanya.


"Cucu," Belum selesai bu hajra melanjutkan kata-katanya cindi yang sedang meminum teh hangat itu sontak kaget.


"Apa bu, Ohok ohok ohok....." Cindi sampai terbatuk-batuk mendengarnya, bu hajra kaget dia tidak menyangka kalau perkataan nya barusan membuat cindi kaget di pikirnya cindi bakalan dengan tersenyum ramah mengatakan iya.


"Aduh sayang makanya kalau minum pelan-pelan dong, sini gelasnya." Hajra mengambil gelas di tangan cindi sambil tersenyum ramah kepadanya.


"Aduh gak papa bu kaget aja dengarnya," ucap cindi sambil mengusap-usap dadanya agar bisa tenang. Dia benar-benar syok mendengarnya tiba-tiba jantungnya berbunyi tak tak tak waktu mendengar perkataan bu hajra kepadanya.


"Mau kan kasih ibu cucu?" Tanya bu hajra sambil membelai-belai rambut cindi. Kalah itu cindi bingung harus jawab apa, gimana dia tidak pusing bukan nya hubungan dia sama rendi tidak begitu baik. Rendi begitu dingin padanya, cindi semakin merasa aneh aja sama dirinya dia heran kok rendi segitu dinginnya sama dia.


Cindi melamun begitu cukup lama, bu hajra yang tadi melihatnya hanya menggeleng-geleng saja. Bu hajra lalu memukul pundak cindi pelan, cindi sontak terkejut dan pura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"I, iya ibuku sayang, Itu pasti terjadi." Ucap Cindi dengan berpura-pura seolah-olah menyakinkan ibu hajra tapi hajra tau kalau hubungan mereka tidak baik-baik saja itulah alasan dia akan tinggal beberapa hari nanti bersama cindi dan rendi biar bisa menyatuhkan mereka.


Wah kayaknya ini tidak bisa di biarkan, cindi bisa-bisa tekanan nanti kalau si rendi anak ku itu masih keras kepala aja, batin hajra dalam hatinya.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2