CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Makan siang bersama


__ADS_3

Tanpa berkutik mata cindi langsung melotot melihat apa yang barusan terjadi dengan mereka berdua. Rendi yang barusan sadar dari lamunan nya langsung menutup mata dia benar-benar malu jika ketahuan dengan cindi kalau dia barusan berpikiran aneh-aneh terhadap nya. Berbeda dengan cindi dia saking malunya gak bisa apa-apa dan hanya mematung di depan Rendi.


"Owalah kalian....." Hajra yang barusan masuk ke kamar kaget melihat apa saja yang barusan dia liat.


Mata hajra langsung melotot melihat adegan yang tidak terbayang kan olehnya. Mendengar ada suara mereka berdua langsung menoleh bersamaan, Saat melihat sosok ibu yang melotot melihat mereka cindi langsung menutup mukanya menggunakan tangan nya.


"Aduhh maaf ibu tadi tidak bermaksud menganggu kalian berdua, ya udah lanjutkan sayang ibu kembali ke dapur kalau gitu jangan lupa kalian turun sarapan sayang." nasehat ibu kepada mereka berdua sambil berlalu meninggalkan mereka.


Rendi tanpa berkata-kata langsung meninggalkan cindi yang masih menutup wajahnya dengan kedua tangan nya sambil mengoceh tidak jelas.


"Akhhh ya ampun ibu melihat kita yang, aduh malu banget aduh di mana muka aku ini ku simpan." Rendi yang berjalan masih satu langkah lalu mendekati cindi sambil berbisik di telinganya.


"Mukanya simpan aja di tembok." bisik Rendi sambil berlalu pergi, Namun tak di sangka seulas tangan menarik lengan nya.


"Sayang tungguin, malu aku loh." ucap cindi dengan manja nya kepada rendi, tapi yang terjadi berbeda jauh dari yang di harapkan cindi Rendi malah menolaknya mentah-mentah.


"Nggak, kamu punya kaki kan ya udah jalan aja sendiri." ucap Rendi dengan nada tegas.


"Tapi kan," belum selesai cindi ngomong Rendi menahan omongan nya.

__ADS_1


"Tapi apa? kita kan cuma pura-pura kamu harus ingat kita itu cuma pura-pura." Tegas Rendi dengan sikap angkuhnya. Cindi menyimak dengan baik apa yang barusan rendi katakan padanya.


"Ohh jadi selama ini kamu berfikir kalau kita cuma pura-pura, pernikahan itu mainan tidak ada artinya bagimu, lalu kenapa kamu mau menikah dengan ku kalau buat pura-pura doang?" Tanya cindi kepadanya, kali ini mendengar apa yang di katakan cindi Rendi lalu memberi taunya.


"Kamu kan tahu sendiri kalau orang tua yang mau kita menikah, jadi bukan dari kemauan aku sendiri jadi kamu jangan baper karena kamu kira aku suka sama kamu." ucap Rendi dengan sombong nya. Cindi kali itu tidak mau kalah dia dengan tersenyum mengatakan ke Rendi.


"Okey jika itu yang sayang mau, kita liat siapa yang bisa mengalahkan aku untuk membuat cowok sedingin es batu sepertimu jatuh hati kepadaku. Ucap cindi sambil tersenyum licik.


"Apa maksud kamu barusan?" Tanya Rendi masih tidak paham dengan apa yang barusan di katakan cindi.


"Ohhh jadi sayang ku tinggal pilih aja masih mau berpura-pura atau orang tua kita bakalan tau yang sebenarnya terjadi sama kita. aku kasih pilih sayang mau pilih yang mana?" Tanya cindi kepada Rendi kali ini dia pasti menang dari Rendi karena Rendi tidak akan bisa mengalahkan kecerdasan cindi dalam memanipulasi keadaan.


...🐼🐼🐼...


Mereka berdua menuruni anak tangga seperti pengantin baru aja padahal mereka sudah hampir empat bulan tinggal bersama. menuruni anak tangga sangat lama sampai membuat Rendi sedikit kesal tapi dia tetap harus pura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.


Setelah sampai di lantai bawah Rendi kali ini sangat bersyukur, setelah berjuang lama menuruni anak tangga karena mengikuti langkah gadis manis di samping nya dia terpaksa harus menahan rasa sabarnya.


Sesampainya di dapur cindi yang masih merangkul lengan Rendi menyapa ibu mertua dan asisten rumah tangga nya, dengan suara yang lemah lembut penuh sopan santun.

__ADS_1


"Ehmmm ibu bibi lagi nungguin kita yah?" Tanya cindi sambil menatap mereka berdua. Ibu dan bibi langsung menatap mereka berdua kali ini bibi tersenyum kepada ibu hajra, di sisi lain mereka tidak sadar kalau Rendi terpaksa melakukan nya karena ulah cindi.


"Iya sayang ayo duduk ini liat ibu sama bibi masak apa," kata ibu sambil memperlihatkan mereka berdua makanan di meja yang sudah berderet di meja makan.


"Woahhh, ini serius ibu yang masak sebanyak ini bersama bibi?" Tanya cindi sambil menarik lengan Rendi memberinya kode untuk duduk di samping nya, kali ini Rendi terpaksa harus menuruti nya lagi tanpa harus berani menolak. Sebenarnya dia juga sangat lapar apalagi melihat makanan di meja membuat seisi perutnya kelaparan.


"Iya dong sayang buat kalian berdua biar bisa cepat kasih ibu cucu jadi makan yang banyak yah." Ucap ibunya. mendengar hal itu Rendi langsung terbatuk-batuk padahal dia belum menelan makanan masuk ke mulutnya sedikitpun. Cindi yang berada di samping nya langsung memberikan nya air minum, sambil mengusap-usap punggung Rendi.


"Sayang minum dulu," ucap cindi kepadanya. Rendi lalu mengambil air minum itu dari tangan cindi. bibi dan bu hajra hanya tersenyum saja, dia sengaja memberi kode buat mereka berdua biar mereka bisa cepat punya anak.


Suasana di meja makan itu sangat lah sederhana namun menciptakan nuansa yang berbeda, terasa nyaman dan tenang meski mereka tidak perluh heboh kalau makan. Setelah selesai makan cindi membantu bibi cuci piring di dapur sedangkan ibu membantu membersihkan meja makan. Rendi sudah berlalu pergi dari hadapan mereka, katanya dia masih ada kerjaan kantor yang harus di kerjakan.


Ibu teringat kalau dia harus membicarakan hal yang penting kepada anaknya Rendi, dia lalu berpamitan duluan kepada cindi dan bibi yang masih asik mengobrol di tempat cuci piring.


"Sayang aku duluan yah mau ngomong dulu sama Rendi hal yang penting, bi aku duluan yah."


"Iya Bu," sahut mereka berdua sambil tertawa di ruang makan itu, Bu hajra berlalu pergi dari hadapan mereka menaiki tangga menuju ruang kantor anaknya. Dia berpikir ini waktu yang tepat untuk ngobrol santai bersama Rendi karena dia lagi libur kantor. Dia sudah lama rindu ngobrol bareng anaknya dan kali ini adalah kesempatan untuknya, jadi dia menggunakan kesempatan ini dengan sangat baik.


Di dalam ruang kantor itu Rendi terduduk sambil menyelesaikan beberapa data kantor yang harus di selesaikan sekarang, saat lagi fokus menyelesaikan tugas kantor tiba-tiba ada suara ketukan dari luar pintu ruangan itu.

__ADS_1


...🐼🐼🐼...


__ADS_2