CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Di dalam hutan gelap


__ADS_3

Berada di tempat yang sepi nan gelap, cindi tetap berjalan masuk ke dalam hutan itu. entah sudah berapa lama dia tersesat di dalam hutan hingga tidak tau arah jalan pulang. cindi teriak-teriak meminta tolong berharap ada seseorang yang akan menolongnya namun dia tidak menemukan siapa pun di dalam hutan itu.


Dia sekarang benar-benar sendiri berada di tempat yang asing baginya menelusuri tempat yang lembab dan gelap. di mana tempat makhluk buas menetap, rasanya dia ingin cepat pulang namun keadaan membuatnya tersesat.


"Tolong ada seseorang di sana, aku ingin keluar." Teriak cindi sambil memegang dadanya yang semakin sakit, namun dia juga tetap tidak bisa menemukan pertolongan untuk dirinya.


Cindi merasa haus entah sudah berapa kilometer dia berjalan di dalam hutan itu, suara sekawan burung membuatnya menjadi sedikit tenang namun dia belum juga menemukan sumber kehidupan yang dia cari.


Ranting demi ranting mengoyak betisnya namun sekarang dia tidak peduli dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, yang paling penting sekarang dia mencari danau, sungai Yang ada mata airnya.


Cindi mulai merasa putus asa entah apa yang terjadi padanya sehingga dia bisa berada di tempat seperti ini sekarang, rintang demi rintangan yang dia lalui namun dia belum menemukan satupun binatang buas yang mau mendekatinya, padahal dari kejauhan Dian mendengar banyak suara hewan liar yang sedang mencari mangsa.


krekek krekekek, krekkek, suara jangkrik, burung, bahkan binatang buas silih berganti menakut-nakuti dirinya, namun cindi tetap berjalan demi mendapatkan sumber air minum.


Sampai akhirnya di depan sana dia melihat ada gua,tanpa pikir panjang cindi memasuki gua terlarang itu.


"Pasti di dalam ada air minum," ucapnya pada dirinya lalu berlari kecil memasuki gua itu, dia tidak kepikiran akan marabahaya yang mengintainya jika dia masuk ke dalam gua yang terpenting dia mendapatkan air minum karena tenggorokan nya yang sudah kering dari tadi.


Gua itu terlihat gelap, suara kelelawar mulai beributan di dalam gua. Kali ini cindi mengecilkan langkah kakinya saat mendengar ada suara seperti hewan berbisa mendekatinya.


seeet....... seeet.... ular itu mulai mendekatinya dengan bisa cindi menyadari itu langsung mengambil batu tajam di dalam gua untuk membunuh ular yang mendekatinya saat itu.


"Jangan mendekat kalau kamu Berani mendekat aku akan membunuhmu," Teriak cindi kepada ular berbisa tersebut namun usahanya sia-sia ular itu justru semakin mendekatinya.

__ADS_1


Seeett..... seeet..... seeet.... suara ular itu semakin ribut di telinganya, tenggorokan nya kali ini benar-benar kering dia harus melanjutkan perjalanan nya tapi kali ini harus membunuh ular itu dulu.


Karena ular itu tidak ingin pergi akhirnya cindi menusuk leher ular itu dengan batu saat ular itu bersiap mematok betisnya. ular itu terlihat tak berdaya lagi dan akhirnya mati karena kehabisan darah.


Cindi melanjutkan kembali perjalanan nya untuk mencari air minum, entah dia sekarang berada di mana intinya sekarang dia benar-benar belum seratus persen aman. ternyata masih ada tantangan yang lain, tangan nya masih memegang batu runcing itu.


Dia seperti di kendalikan oleh sesuatu tapi entah itu apa, kali ini dia di datangin makhluk yang lebih mengerikan sebut saja namanya raja hutan si singa. singa kali ini merasa khawatir karena sedang bersama anaknya, dia merasa nyawanya dalam masalah.


kali ini cindi melihat ibunya membelai-belai kepala anaknya penuh kasih sayang, cindi memanfaatkan kesempatan itu di lalu mendekatinya.


Hal yang tak terduga terjadi tiba-tiba singa itu marah karena ulah cindi sendiri, dia mengira cindi akan mengambil anaknya. saat singa melompat ke arahnya, cindi malah menangkap nya lalu mengusap-usap kepala singa itu seperti singa itu mengusap kepala anaknya tadi.


singa yang tadinya marah langsung tenang, batu yang ada di tangan cindi terjatuh kelantai akibat beratnya tubuh singa itu. setelah singa itu tenang cindi membawanya kembali ke anaknya.


"Ha, kok dia bisa ada di sini sih." kesal cindi.


...🐼🐼🐼...


"Bangun udah sore," ucap Rendi kepada cindi yang masih terlelap dari tidurnya. kali ini suara itu terdengar jelas di telinganya, cindi langsung membuka matanya dia melihat tubuhnya baik-baik saja tanpa ada goresan sedikitpun. Rendi yang melihat tingkah aneh itu jadi kebingungan.


"Ada apa denganmu kok jadi orang linglung gitu?" Tanya nya.


"Nggak papa kok lagi ngecek kondisi ku aja," tutur cindi sambil tersenyum manis kepadanya, senyumnya langsung hilang ketika melihat gaya Rendi dari ujung rambut sampai kaki.

__ADS_1


Kali ini wajah itu terlihat lebih tampan dengan rambut yang berantakan di tambah lagi dengan lilitan handuk yang melingkar di pinggang. sambil mengangkat kedua tangan nya sedang mengusap-usap rambutnya yang basa dengan handuk kecil, baru kali ini dia melihat gaya Rendi bak model majalah dewasa populer.


Karena sadar di perhatiin Rendi langsung mendekatinya, tapi kejadian yang tidak di inginkan tanpa tiba-tiba terjadi, Saat hendak melangkahkan kakinya ke arah cindi tiba-tiba saja handuk yang dia pakai malah terjatuh.


"Akhhhh," Rendi panik bukan main dia langsung mendekati cindi lalu menutup mulutnya. Cindi kali itu masih menutup matanya, saat sadar Rendi mendekatinya dia membuka matanya di lihatnya badan yang kekar, berisi, dan ramping.


Suara berdebar dari dalam hatinya membuat pikiran cindi mendadak kacau, saat menatap wajah tampan itu dia semakin panik lalu menundukkan kepalanya. Tangan Rendi masih menutup mulutnya takut kalau di dengar sama ibunya, apalagi sekarang dia tidak menggunakan sehelai benang pun di badannya.


Tiba-tiba dia teringat dengan kata-kata ibunya waktu itu, akan tetapi dia hanya bisa terdiam saja. sedangkan cindi semakin gugup dan hanya bisa terdiam saja, takut kalau melawan malah di bentak oleh Rendi.


Dia tidak berani melihat ke bawah jadi dia hanya bisa melihat dada Rendi saja, menyadari kalau bawahannya tidak tertutup kain Rendi mengambil selimut lalu menutupinya pakai selimut.


Pikiran nakal cindi untuk mengerjai Rendi malah menjadi-jadi, dia lalu menarik kepala Rendi dan mencium bibirnya. Setelah mencium bibir Rendi cindi langsung berlari mengambil handuk di lantai lalu masuk ke dalam kamar mandi sambil bersenandung.


sontak saja mata Rendi langsung melotot saat menyadari apa yang barusan cindi lakukan padanya, tapi kali ini dia tidak bisa menangkap nya karena cindi sudah masuk ke dalam kamar mandi.


"Cindiiii," teriakan Rendi terdengar sampai dalam kamar mandi, Cindi yang sedang menikmati mandi air hangat hanya tersenyum saja di dalam wastafel bak mandi itu. kali ini dia merasa menang karena dia bisa bebas dari dekapan Rendi.


Berbeda dengan Rendi dia malah kesal dan merasa di lecehkan lagi oleh cindi dengan apa yang barusan dia lakukan barusan, dengan kesalnya dia hanya bisa memukul jidat nya.


Dasar wanita yang nyebelin, beraninya dia mengambil kesempatan dalam situasi tadi, memalukan sekali. Kesalnya dalam hati.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2