
Yah hari ini cindi sangat senang karena kak Lina juga mau membantu nya setidaknya dia bisa bantu pak direktur untuk ketemu saudara kakeknya.
Sebenarnya Lina tidak masalah membantu cindi, lagian kan dia juga tau rencana kak Reno dan papa nya yah kalau dia bisa dekat sama cindi itu akan membantu mereka untuk mendekatkan cindi dan Rendi.
Lina begitu senang dan tidak sabar pengen gendong keponakan lagi, dia dan suaminya sebenarnya punya banyak ruang di rumah besar milik papa. tapi Lina lebih memilih untuk mandiri, papa nya juga mengizinkan mereka asalkan mereka masih sering datang ke rumah menjengguk nya dan mama.
Selama ini Lina sangat tertutup, dia satu-satu nya anak direktur yang kurang di tau orang, itu karena dia tidak punya jabatan tinggi di kantor papa kalau dia mau dia bisa tapi Lina sudah mandiri dari kecil. satu kantor suaminya meski beda ruangan saja sudah membuat nya senang setidak nya suaminya punya jabatan tinggi di perusahaan ini.
Lina sengaja meminta papanya untuk ikut kerja di kantor, supaya dia bisa mengawasi suaminya. karena Lina pernah dengar gosip kalau suaminya di dekati sama banyak kariawan. setelah mereka tau kalau suami Lina salah satu menantu perusahaan ini akhirnya tidak ada lagi yang berani mengganggunya tapi Lina khawatir saja kalau suaminya nanti tidak bisa lagi di percaya.
Yah hanya papanya yang tau semua rencana Lina, kerja Lina juga bukan setiap hari dia cuma kerja lima kali seminggu. dia punya anak kecil jadi kalau mau kerja di titip di rumah ibu nya.
Yah namanya juga cinta tapi Lina merasa lebih legah jika dia bisa ikut terus sama suaminya ke kantor setidak ya semua kariawan tau siapa yang di maksud pak direktur itu.
Namanya juga perempuan genit, meski tau orang punya istri tapi masih sering juga ada yang ganggu pak Farhat suami Lina. untung pak Farhat bisa di bilang orang beragama yang taat jadi dia tidak peduli semua orang yang genit sama dia.
...🐼🐼🐼...
Tapi alasan Lina sekarang bukan hanya suaminya tapi juga karena cindi dia bertahan di kantor ini. dia akan berusaha menjodohkan Rendi dengan cindi, karena menurut Lina cindi satu-satunya orang yang bisa merubah sikap keras nya Rendi dengan adanya air di dekat nya es batu sekeras apa pun akan meleleh juga.
Yan kita tidak tau siapa jodoh kita, sebaik apa dia, dan Apakah dia sangat menginginkan kita atau dia malah sebaliknya.
"Cindi, apakah kamu hari ini sibuk" tanya Lina.
"Tidak kok kak" Ucap Cindi.
"Aku lapar, makan yuk." ajak Lina
"Okey, tunggu yah kak sedikit lagi." Kata Cindi.
"Okey sayang kakak tunggu yah,"
"Siip deh."
"Cindi bagaimana hubunganmu sama pacar mu itu."
"Yah gitu deh kak, kami sama-sama sibuk jadi kami jarang ketemu."
"Oooh,"
__ADS_1
Flashback
Kemarin Lina jalan pulang, di perjalan pulang lina melihat pacar cindi jalan sama wanita lain yah Lina tidak tau juga itu pacar barunya atau adiknya, tapi Lina akan mencari tau semuanya. setelah itu baru dia foto kasih liat Cindi supaya Cindi yakin dan bisa melepaskan pria itu.
Dia bahkan jalan dengan memeluk pundak wanita itu. Lina semakin tidak nyaman dengan cindi, jadi dia berjanji akan menangkap basa pria bajingan itu.
**K**asihan kamu dek pacarmu malah enak selingkuhan di belakang mu tanpa sepengetahuan mu. Lina merasa iba dengan Cindi.
Lina sudah sangat berpengalaman dengan masalah seperti ini, dia bahkan pernah di tipu sama mantan pacarnya. hanya karena pacarnya meminjam uang tiga juta, saat di tagih Lina malah di putuskan dan uang tabungannya tiga juta juga sudah hilang. sialnya pengalaman masa lalu itu, membuatnya banyak belajar tentang laki-laki yang hanya pura-pura saja.
"Kak ayo," Cindi mengagetkan kak Lina yang dari tadi melamun.
"Ooh iya iya," Cindi dan kak Lina keluar dari ruangan.
Di kantin mereka memesan makanan dan duduk di kursi pojok, entahlah duduk di pojok rasanya lebih santai saja.
Bayu:
P
Cindi
Iya
Bayu
Cindi
Di kantin, kamu masih kerja?
Bayu
Iya sayang,
"Siapa Cindi? tanya Lina melihat Cindi dari tadi sibuk chatingan dengan orang.
"Ooh Bayu kak," kata Cindi singkat
Lina hanya tersenyum tipis, saat Cindi menjawab pertanyaan seperti dia sangat tidak menyukai pria itu.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...
Selesai makan siang cindi dan Lina naik kembali ke ruangan. di jalan mereka bertemu Rendi.
"Hai Rendi sayang, mau ke mana?" sapa Lina ke adiknya.
"Mau turun ke kantin kak, papa mau makan siang." Ucap Cindi.
"Oooh, kalau begitu biar aku saja deh yang belikan papa makan, aku juga ingin bicara dengan papa."
"Loh kak," Rendi belum selesai melanjutkan kalimat nya sudah di putus oleh Lina, Lina memang suka memutus pembicaraan jika kita tidak mau mengalah.
"Rendi sayang, biar aku saja aku juga mau bicara hal yang penting denganya." Rendi hanya bisa mengalah dia paling tau kakanya orang yang paling tidak suka di lawan dan di bentak. Rendi sempat menatap Cindi dengan tatapan tidak senang jika dia bergaul dengan kakaknya dan berlalu pergi dari hadapan mereka.
Cindi sempat tersinggung, tapi dia butuh salah satu keluarga mereka yang bisa menolongnya saat ini untuk mencari tau tentang keluarga mereka.
"Cindi sayang kamu masuk duluan yah ke kantor, aku mu bicara Ke papa dulu,"
"Okey kak," kata Cindi dengan tersenyum sopan kepada Lina.
Lina turun ke kantin untuk membeli beberapa makan kesukaan papanya. Setelah selesai memesan dia masuk ke dalam lift dan naik ke lantai paling atas.
Lina masuk ke ruang kerja bapak Dengan membawah pesanan yang di ajukan kepada Rendi.
"Halo pa, apa kabar." ucap Lina ke pak direktur yang tidak menyadari kedatangan nya.
"Eh Lina, ada apa nak?" Tanya pak direkyy pada Lina.
"Yah Lina kangen saja sama papa, oh iya pa Lina boleh tanya?" Ucap Lina.
"Boleh dong, masa anak papa tidak boleh bertanya."
"Ini tentang Cindi, sepertinya tidak lama lagi dia akan putus sama pacar nya."
"Kok kamu tau dia akan putus? tanya pak direktur.
"Yah Lina hanya merasa mereka tidak cocok, dan juga mereka sekarang sudah jarang ketemu padahal kerja di kantor yang sama."
"Oooh bagus, kayaknya ini menarik jika Reno tau." kata pak direktur.
__ADS_1
Rencana ketiga mereka menjodohkan Cindi dan Rendi. jika rencana mereka berhasil maka rencana mereka menjadikan renda anak yang lebih sopan akan terpenuhi.
...🐼🐼🐼...