
Denis cerita-cerita tentang pengalaman nya selama di jepang, Tak selang beberapa lama mereka bercerita Dion dan annisa datang.
"Pengalaman saya di sana sumpah sangat seru." Ucap dion kepada Cindi.
"Seru gimana sih, Ceritain dong." Rengek Cindi ke adik sepupunya.
"Awalnya kuliah di sana aku tidak kenal siapa-siapa, sampai akhirnya aku bertemu seorang pria asal dari Tokyo mengajak ku berkenalan." Cerita Denis.
"Pasti tampan nih orang nya?" Tanya Cindi yang kebetulan juga pecinta film dari jepang sejak kecil dari Doraemon sampai anime nya.
"Yah tampan, pertama kenalan dia tanya nama aku."
Flasback on.
Waktu itu Denis berjalan di pinggiran kota osaka, di sana dia tidak kenal siapa-siapa untungnya dia sangat pintar berbahasa jepang. Denis terus berjalan mengarungi jalan di Osaka, sampai akhirnya ada pria tampan yang seumuran dengan nya lewat. Denis tersenyum padanya, akhirnya dia kenalan dengan pria itu.
"Hai, permisi boleh kenalan," Sambil menyodorkan tangan nya.
"Boleh, nama saya Denis agustian wijaya." Pria itu langsung melotot ini pertama kalinya dia mendengar nama seperti itu.
"Apa, jadi aku boleh memanggilmu denis?" Tanya pria itu.
"Yah tentu, itu memang nama panggilan aku. Nama kamu siapa?" Tanya Denis.
"Namaku Otsuka Takumi." Ucap pria itu tersenyum manis.
"Bisahkah kita mengobrol di kafe?" Tanya Denis.
"Yah Tentu," Mereka lalu pergi ke kafe terdekat dengan berjalan kaki. Di kafe mereka berbincang-bincang.
"Kamu tinggal di kota bagian mana?" Tanya otsuka.
"Aku tinggal di Tokyo, agak jauh dari sini." Ucap Denis. Pria itu hanya mengangguk.
"Pertama kali liat aku kamu pikir aku berasal dari mana?" Tanya Denis.
"Aku rasa kamu dari negara Thailand." Ucap Otsuka.
"Bukan, aku dari indonesia? Kamu tau indonesia?" Tanya Denis.
__ADS_1
"Hahahaha kami dari indonesia, aku pikir tadi Thailand wajahmu mirip orang Thailand." Otsuka tidak menyangkah kalau Denis dari indonesia.
"Yah memang orang-orang Thailand, China Korea, jepang itu punya kemiripan." Ucap Denis.
"Awalnya aku kira kamu orang jepang, tapi saat memperkenalkan diri namamu dan wajahmu mirip orang Thailand." Ucap Otsuka, Perbincangan mereka berlangsung lama sampai akhirnya keluar dari kafe dan saling berpamitan.
"Sampai ketemu lagi di lain waktu." Ucap Otsuka.
"Iya," Mereka jalan berpisah arah.
Hari kedua ketemu Otsuka saat di dalam kampus, Ternyata mereka satu kampus tapi beda jurusan. Akhirnya mereka nongkrong lagi di kantin kampus, sampai akhirnya mereka janjian untuk liburan bersama adik perempuan nya.
Di jepang ternyata wanita jepang murah dan ramah senyum dengan warga asing. tapi agak sulit untuk berkomunikasi lewat smartphone. Gadis-gadis jepang rata-rata pemalu, dia juga sangat lembut dalam berbicara.
Hari liburan bersama Otsuka dan adik perempuan nya telah tiba, Mereka bertiga naik mobil pemberian ayah Otsuka. Mereka lalu pergi liburan bersama di pantai, di pantai denis mulai akrab dengan adik Otsuka yang bisa di bilang lebih mirip Berbie itu.
Wajahnya putih, matanya besar tidak terlalu sipit, dan tinggi badan nya tinggi wanita ideal pada umumnya, dia juga seorang model terkenal di jepang.Setelah pulang liburan Miyako adik Otsuka mengungkapkan perasaanya ke Otsuka kalau di suka sama Denis.
Denis akhirnya semakin bersahabat dengan Otsuka, bahkan Otsuka sering mengajak denis ke rumahnya demi sang adiknya. Orang tua otsuka mulai menyukai otsuka karena setiap kali denis datang dia akan membawah oleh-oleh dari indonesia yang di pesan dari ayahnya.
Lama kelamaan denis juga mulai dekat dengan Miyako tapi mereka tidak pacaran karena Miyako tidak ingin pacaran, yang dia mau kalau denis akan melamar nya.
Denis bercerita panjang lebar kisah cinta nya dengan Miyako, bahkan dia memperlihatkan Cindi foto Miyako seperti apa. menurut seila Miyako memang seperti Barbie, dia sangat cantik dan bertalenta di bakatnya jadi model.
Wajahnya hampir mirip dengan wajah Cindi itulah alasan Denis menyukainya karena wajahnya mirip kakak sepupunya.
"Itu bukan foto aku kan kamu ambil?" Ledek Cindi.
"Ye, ada-ada saja nih kakak, mukanya mirip kak cindi seperti orang indonesia." Ucap Denis.
"Ya ampun ternyata wajahku di impor sampai ke luar negeri yah." Ucap Cindi.
"Hahahaha, itu cuma kebetulan saja kak," Ledek Denis.
"Eh apa muka kamu juga di impor yah ke sana?" Tanya Denis.
"Hahahaha Maybe, Makanya punya muka tuh jangan pasaran kak.
__ADS_1
"Ish apaan sih itu cuma kebetulan kok, muka cantik begini di bilang muka pasaran." Cindi jadi ngambek saat di bilang muka nya pasaran.
"Ngambek, ngambek, orang cuma bercanda doang." Cindi hanya tertawa. Tak terasa jam 10 malam perut Cindi berbunyi memang dia makan hanya tadi siang saja, mana makan nya di balap lagi.
Krook, krook krook, Cindi memegang perutnya dan hanya nyengir ke arah Denis.
"Perutnya minta jatah tuh kak, di isi dong." Singgung denis.
"Antar kakak makan yuk," Cindi merengek ke denis. Dion terlihat tertidur di sofa rumah sakit.
"Minta dong kuncinya di papa," Ucap Denies, dia tidak enak kalau membangunkan papanya. Cindi berjalan menghampiri omnya yang sedang tidur nyenyak itu.
"Om... Om Cindi lapar boleh pinjam kunci mobil nya om." Ucap Cindi pelan. Terlihat Dion mengambil kunci dari kantong baju nya dan memberikan nya ke Cindi padahal matanya masih tertutup. Cindi mengambil kunci itu dan memberikan nya ke Denis.
"Denis ayo, cacing aku sudah minta jatah nih." Rengek Cindi sambil menarik-narik lengan Dion. Dion hanya bisa mengikuti langkah Cindi, dia lalu turun ke parkiran. Di parkiran Mereka masuk ke dalam mobil, Cindi menunjuk kafe di depan rumah sakit.
Mobil itu melaju pergi ke kafe di depan rumah sakit, denis memarkir mobil itu di depan restoran. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam restauran, Denis sengaja memilih kursi paling pojok. Cindi mulai memesan makanan, denis mengajak seila mengobrol sembari menunggu pesanan datang.
Beberapa menit kemudian pesanan nya sudah datang, seila langsung melahap semua pesanan itu dengan sangat hati-hati. Denis kalah itu hanya sibuk dengan handphone nya, ternyata dia merekam Cindi yang sedang makan Tanpa sepengetahuan darinya.
Setelah selesai makan perut cindi sudah kenyang, Mereka sengaja tinggal di dalam restauran itu untuk bercerita pengalaman-pengalaman mereka.
"Denis kakak sudah tunangan loh." Mendengar hal itu denis terbatuk saat sedang meminum juz buah.
"Ohok ohok ohok, Apa... kakak sudah tunangan lalu kapan nikahnya?" Tanya denis.
"Yah belum tentu juga sih, tapi dekat-dekat bulan ini loh." Ucap Cindi.
"Sama siapa kak?" Tanya Denis.
"Sama ji chang wook,"
"Yee ngehalu tingkat tinggi." kesal Kevin.
"Sama Rendi, bos baru aku di kantor." Ucap Cindi malas membahas pria itu panjang lebar.
"Ohh bos yah, bagus dong banyak uangnya." Ucap kevin.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1