
Tak terasa jam pulang kantor telah tiba semua kariawan akhirnya bisa bernapas legah setelah seharian kerja, Cindi kali ini numpang di mobil lina. Perjalanan pulang cukup memakan waktu lama karena kota jakarta yang padat kendaraan.
Sesampainya di depan rumah Cindi turun dari mobil.
"Mba tidak mau singgah?" Tanya Cindi.
"Aku pulang dulu untuk bersih-bersih, sekalian ambil Abi di nenek nya baru kami akan ke sini." Ucap lina, Cindi hanya mengangguk saja tanda paham.
Mobil itu melaju pergi, Cindi lalu masuk ke dalam rumah untuk bersih-bersih. Di dalam terlihat Denis sudah siap dengan baju kemeja dan celana panjang.
"Waw sepertinya adikku sudah terlihat keren," Puji Cindi kepada Denis, Denis hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"Eh kak Cindi mau mandi dulu yah?" Tanya Daniel.
"Iya nih, kakak harus mandi dong." Ucap Cindi, dia lalu naik ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya. Tercium bau keringat tercampur pengharum baju.
Cindi mengambil handuk yang tergantung di depan teras kamar nya, Dia lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah mandi dan menggunakan baju yang sopan dia turun ke bawah, terlihat Denis sedang membaca koran. Saat menyadari kakak nya sudah siap-siap Denis langsung berdiri tapi di tahan oleh Cindi.
"Tunggu sebentar, kak lina mau ikutan." Ucap Cindi.
"Kak lina? Lina siapa kak?" Tanya Denis heran.
"Dia sepupu kakak dari keluarga mama." Ucap Cindi.
"Ohh, bagus dong kalau belanja nya banyak." Ucap Denis, dia duduk kembali di sofa itu dan melanjutkan membaca koran.
"Ini pasti pertama kali kau lagi baca koran?" Tanya Cindi.
"Iya kak, di sana tidak ada waktu buat itu semua." Ucap denis sambil melanjutkan membaca koran.
"Untung kamu tidak lupa sama bahasa kamu sendiri."
"Yah lumayan sih, karena di sana banyak orang indonesia juga di kampus nya meski mereka berbeda-beda jurusan tapi yah setidak nya ada satu dua yang aku dapat kak." Cindi hanya mengangguk.
__ADS_1
"Baguslah, setidak nya kamu bisa menguasai tiga bahasa. Kakak aja boro-boro mau tau bahasa jepang bahasa inggris kakak saja masih sering salah." Denis tersenyum mendengar nya.
"Yah namanya juga mau belajar kak, aku malah pintar sedikit-sedikit bahasa korea loh. Di sana banyak orang korea juga loh kuliah di jepang, kadang kami sering pertukaran bahasa untuk saling Sharing, teman aku bahkan sudah banyak yang dari korea dan jepang bahasa indonesia mereka sudah lancar." Cindi kaget.
"Masa sih?" Tanya Cindi.
"Iya kak, mereka bilang bahasa indonesia bahasa yang paling mudah di pelajari dan cepat di pahami." Cindi hanya menganggu dia memang sadar betapa sulitnya mempelajari bahasa asing apalagi bahasa korea, cina, Jepang yang ada tulisan tersendiri nya.
Mereka cukup lama mengobrol sampai akhirnya orang yang mereka tunggu sudah datang. Terlihat Lina masuk ke dalam rumah tersenyum dan menyapa denis.
"Hai, ini yah adiknya Cindi yang belajar di jepang?" Tanya Lina, Denis heran kenapa dia tau sedangkan mereka baru kenal.
"Kok kakak tau," Tanya Denis.
"Tadi di beri tau sama Cindi katanya ada adiknya yang baru balik dari jepang." Ucap lina, Abi mendekati Cindi dan duduk di sampingnya.
"Mba, aku mau itu." Tunjuk Abi di dalam dos besar ada coklat.
"Ambil sayang," Abi lalu mengambil salah satu coklat yang berukuran kecil.
...🐼🐼🐼...
"Serius kak Cindi, kok ini kayak di film-film sih ceritanya?" Tanya Denis, dia semakin ingin tau perjalanan mereka sampai tau kalau ternyata mereka keluarga.
"Yah awalnya kakak tuh suka sama Cindi sampai ada perasaan senang jika dekat dengan dia, sampai akhirnya semua terungkap saat di kampung ternyata Nek Salimah yang bapak maksud itu tantenya papa." Jelas lina cerita panjang lebar.
"Ya ampun ternyata kita itu tidak sadar kalau kita punya keluarga sudah menyebar luas, bahkan ada di sekitar kita sendiri." Ucap Denis.
"Iya kakak saja sampai kaget saat tau yang sebenarnya, awalnya memang waktu papa nya mba lina itu sebut nama nenek aku sudah mulai curiga sampai akhirnya aku izin untuk cuti karena nenek waktu itu panen, eh tau-tau nya pak direktur sekeluarga mau ikutan panen di situlah semua terungkap." Jelas Cindi.
Pembicaraan mereka berlangsung cukup lama sampai akhirnya mereka memutuskan untuk pergi belanja di grosir menggunakan mobil kak lina yang di bawah oleh suaminya.
Suami mba lina dari tadi hanya sibuk baca koran sambil temani Abi main, dia tidak terlalu paham tentang keluarga mereka meski dia sudah tau.
"Mba sepertinya sudah sore nih, berangkat yuk." Ajak Denis.
__ADS_1
"Iya, kita masih mau beli di grosir loh," Ucap mba lina.
"Tunggu kak, katanya ibu juga mau bersedekah aku beri tau dulu yah." Cindi masuk ke dalam terlihat ibunya sedang di dapur memasak.
"Bu aku sudah mau ke grosir, ibu mau pesan apa?" Tanya Cindi, mendengar hal itu Wina langsung mematikan kompor dan naik ke kamarnya mengambil atm dan di berikan nya ke cindi.
"Mama juga mau sedekah 1juta jadi kamu terserah mau belikan apa beras kah mie dos terlur." Ucap wina.
"Wah sepertinya itu boleh juga mah," Cindi mencium pipi mamanya lalu berjalan keluar.
"Sudah kak?" Tanya denis.
"Sudah, mama beri masukan katanya beli beras juga, mie dos, telur." Ucap Cindi.
"Kalau hal seperti itu serahin ke mba saja, nanti mba dan suami mba yang urus. Kalian fokus sama cemilan nya." Ucap Lina, Cindi lalu memberi kak lina atm ibunya.
Mereka berangkat ke grosir di jakarta barat yang terbilang sangat banyak diskon nya dan dijamin masih baru.
sesampainya di grosir Denis, Cindi, dan Abi pergi ke tempat makanan dan cemilan. Lina dan suaminya pergi ke tempat jualan beras, telur dan segala jenis adonan lainnya.
Mereka memilih-milih makanan yang di suka anak-anak di pilih oleh abi dan beberapa biskuit teh susu, kopi, dan gula, beserta beberapa cemilan.
Setelah selesai semua nya Mereka lalu ke tempat mba lina untuk di satukan semua harganya.
"Mba sudah selesai semua?" Tanya Cindi.
"Dikit lagi nih, kakak sekalian beliin abi susu." Ucap Lina
"Ya udah mba aku ke kasir duluan yah, bentar aku balik lagi." Ucap Cindi. Terlihat mba lina sedang memilih-milih susu yang cocok untuk abi. cindi ditemani denis lalu ke kasir untuk membayar semua yang mereka beli.
Sang kasir kaget saat melihat banyak nya berbagai jenis yang di beli oleh Cindi.
"Mba mau pulang kampung?" Tanya kasir.
"Tidak, ini buat anak panti." Ucap Cindi sambil tersenyum.
__ADS_1
"Ohhh, pantesan banyak mba." Sang kasir hanya tersenyum, dia sempat salah tingkah saat di liatin oleh Denis.
...🐼🐼🐼...