
Cindi duduk di meja itu sambil memegang kening nya kali ini dia tidak suka dengan perlakuan Rendi seperti sedang mempermainkan dirinya sesuka hati.
Flashback
Dua hari yang lalu cindi asik berjalan-jalan di supermarket tiba-tiba ada seseorang yang menghampiri dirinya.
"Mba cindi yah," ucapnya ramah.
"Iya ada apa mba, kok kenal sama aku padahal aku gak kenal." ucap cindi dan berusaha mengingat nya.
"Iya Bu kita baru ketemu barusan ini kok, ada hal lain yang ingin aku bicarakan ke ibu apakah ibu punya waktu?" Tanya mba itu kepada cindi.
"Owh ya udah boleh kok habis ini kita bisa cerita di taman dekat supermarket." terlihat wanita itu masih menunggu nya di luar. Cindi lalu keluar dari supermarket itu lalu menghampiri mba itu. dia makin penasaran dengan apa yang akan di sampaikan oleh wanita itu. Cindi dan wanita itu lalu berjalan menuju ke taman sambil mengobrol bareng.
"Kalau boleh tau mba, namanya siapa?" Tanya cindi ramah kepada mba itu.
"Ohh nama saya Sri panggil aja mba Sri." dengan logat Jawa yang masih terdengar kental.
"Owhh mba sri yah," mereka lalu duduk-duduk di taman itu sambil cerita-cerita.
"Mba kenapa mencari saya yah kalau boleh tau?" Tanya cindi mulai penasaran.
__ADS_1
"Aku ingin menunjukan sesuatu ke mba," dia lalu mengeluarkan amplop dari dalam tas.
"Loh ini apa mba?" Tanya cindi mulai penasaran.
"Aku juga tidak tau, cuma di kasih sama orang juga coba di buka dulu." ucapnya.
cindi lalu membuka amplop itu terlihat di dalam ada foto mesra nya dengan wanita lain, muka cindi langsung terlihat sangat marah. mba itu lalu tersenyum berhasil dia lalu izin pamit karena takut sampai ketahuan.
"Ada apa mba?" tanya nya kepada cindi.
"Owhh tidak apa-apa kok." ucapnya sambil tersenyum ramah kepada cindi.
"Owh ya udah kalau begitu aku pamit dulu yah mba masih ada urusan penting juga." alasan wanita itu kepada cindi, tanpa pikir panjang cindi hanya mengangguk sekarang pikiran nya beneran tidak karuan.
Dari kejauhan seorang wanita tampak tersenyum sinis, dia sangat puas dengan permainan awal yang akan dia mainkan.
"Hahahaha rasain Lu," Dia lalu menyetir mobilnya keluar dari tempat persembunyiannya. dari kaca spion dia melihat wajah sedih di wajah cindi, senyumnya semakin puas kali itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cindi berjalan terburu-buru masuk ke dalam rumah tanpa mengetuk pintu, dia lalu masuk ke dalam dapur dan berusaha untuk menenangkan diri. Terlihat ibu hajra penasaran dengan tingkah cindi barusan, dia lalu berjalan menghampiri cindi yang sedang meneguk air minum di tangan nya.
__ADS_1
"Cindi ada apa? aku liat kamu begitu buru-buru masuk ke dalam rumah." Tanya ibu hajra penasaran.
"Nggak papa Bu, tadi di jalan buru-buru mau pulang soalnya panas banget mataharinya."bohong cindi kepada ibu mertuanya.
"Owhh ya udah kalau begitu kamu naik istirahat saja, nanti biar ibu yang selesaikan perkejaan rumah. Cindi lalu mengangguk, dan berjalan menjauhi ibu hajra yang masih heran. Di kamar cindi langsung mengambil botol obat yang ada di laci dan meminumnya untuk menenangkan diri. Karena masih terus kepikiran dengan kejadian tersebut dia lalu menyimpan amplop yang dia pegang dari tadi di dalam laci lalu di kunci.
"Ada apa dengan ku bukan nya pernikahan ini hanya palsu, bukan nya kami hanya bersandiwara, cindi kamu harus sadar siapa kamu dia itu direktur sedangkan kamu hanya perempuan biasa saja." gerutuknya kesal.
Tiba-tiba dia ada pikiran kalau hubungan ini sudah melewati batas, semua yang dia liat sudah sangat jelas kalau itu semua benar tanpa di rekayasa.
Cindi membaringkan tubuhnya di kasur sambil menghela nafas panjang.
Huufttt
"Rendi mau sampai kapan kamu selingkuh di belakang ku, aku pastikan bulan depan aku akan bercerai dengan nya." ucap dengan mantap jika rumah tangga sudah hancur lantas apa lagi yang akan di pertahankan. Cindi sudah cukup sabar dengan sikap Rendi yang selalu cuek dan bodoh amat dengan nya, bahkan menyentuh nya saja dia seperti jijik dengan nya.
Sehina itu kah aku, sampai suamiku saja enggan untuk menyentuhku sedikit pun." sedihnya dalam hati dengan perlakuan Rendi selama hampir setahun pernikahan nya.
Lantas kah di katakan pernikahan jika dalam rumah tangga hanya ada sandiwara tanpa cinta, cindi berharap jika ada saja satu titik cahaya yang menyinari pernikahan mereka namun sekarang semuanya sudah hancur lebur. bahkan cindi sekarang mulai membenci Rendi, selama ini semarah apapun dia dengan nya dia tidak pernah mau membenci Rendi bahkan dia melayani nya dengan baik. Namun tidak di sangka air susu malah di balas dengan air tuba.
Saking lelahnya, dia sampai terbaring di kasur selama dua jam. sampai akhirnya dia terbangun jam sudah menunjukkan pukul 03:00 siang dini hari.
__ADS_1
"Hah aku kesiangan pasti ibu mencariku." cindi lalu buru-buru berjalan menuruni anak tangga.