CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
balik


__ADS_3

Semua di ruangan itu memasukkan cemilan ke kantongan buat anak yatim. Tak terasa waktu begitu cepat saat di bantu oleh banyak orang, jam 05:00 sore sudah selesai tidak cukup satu jam.


Setelah semua selesai di bungkus di masukin kembali ke dalam dos besar lalu di angkat masuk ke dalam mobil. Kali ini hajra, pak direktur, rio, ikutan yang bawah mobil denis.


Beberapa jam kemudian di jakarta kota metropolitas yang kendaraan nya super banyak, mesti habisin waktu satu setengah jam baru sampe. Sudah mau magrib mereka baru sampai jadi terpaksa harus nunggu anak pantinya dulu sholat sekalian ikut yang muslim, Cindi berhalangan jadi dia tidak ikutan.


Beberapa menit kemudian setelah sholat anak-anak panti yang berjumlah 30 orang di bagikan cemilan itu.


"Bu ini ada sedekah buat anak-anak dari kami," Ucap mba lina. Ibu itu menerima nya dengan senang hati.


"Ohh iya terimah kasih karena sudah mau berkunjung." Ucap ibu pengasuh itu.


Setelah berbagi mereka izin pamit karena masih ada satu tempat yang akan mereka pergi lagi. Kali ini mereka akan ke panti yang ada di jakarta utara.


Sesampainya di sana semua di bagi ke anak-anak panti itu, Setelah semua sudah di bagi mereka semua balik. Denis harus balik ke rumah Cindi dulu, baru balik ke rumah sakit.


Sesampainya mereka di rumah Cindi langsung turun ke mobil diikuti denis dan wina. Denis menuju ke motornya yang terparkir rapi di dalam halaman rumah Cindi.


"Bu, kak, aku balik ke rumah sakit lagi yah?". Izin denis.


"Iya nak hati-hati di jalan jangan ngebut." Nasehat bu wina.


"Hati-hati," Cindi menepuk punggung Denis. Motor itu melaju pergi meninggalkan rumah Wina.


...🐼🐼🐼...


Cindi dan ibunya masuk ke dalam rumah, Annisa sudah ngantuk dari tadi jadi harus di gendong masuk ke kamar nya oleh wina.

__ADS_1


Cindi langsung masuk ke dalam kamar nya, di lihatnya dinding kamarnya ada jam besar di sana menunjukkan pukul 10 malam, Cindi membaringkan tubuhnya di atas kasur. Hari ini dia bebas kalau mau tidur karena semua laporan sudah selesai di kerja di kantor, Tak terasa hari pernikahan nya sudah dekat.


Cindi hanya bisa menghela napas, tinggal tiga hari lagi dia akan menikah, meninggalkan rumah ini dan ikut bersama suami nya.


Ya tuhan ku kenapa aku bisa di jodohkan sama orang yang sama sekali tidak menyukaiku bahkan tidak peduli sama sekali.


Tak terasa setelah lama terdiam, matanya terpejam rasanya dia sekarang mengantuk. Dengan selimut menyelimuti tubuh Cindi bersembunyi di dalam selimut agar cepat terlelap.


...🐼🐼🐼...


Semakin hari Rendi semakin susah untuk tertidur, dia sering kepikiran tentang hari pernikahan nya nanti seperti apa jadinya. Meski itu mungkin sudah garis tangan tuhan akan tetapi Rendi selalu terbayangkan oleh masa lalu nya bersama mantan kekasih.


Saat Rendi akan melamar pacarnya ternyata dia sudah di lamar duluan sama orang lain, sampai tiba waktunya rendi datang melamar malah di tolak karena dia sudah di lamar dan tinggal dua hari lagi mereka akan nikah.


Mantan kekasihnya tidak pernah cerita tentang hal itu sampai akhirnya rendi memutuskan untuk menjauh dari gadis itu bahkan dia rela pindah kampus karena merasa sudah di khianati tapi mantan nya masih mengejar-ngejar dirinya.


Itu akibat tidak adanya saling keterbukaan anatara dia dan mantan pacarnya, sampai akhirnya dia memutuskan menjadi playboy di kampus. setelah selesai S2 dia mulai bosan sama perempuan dan malah di pertemukan dengan Cindi, di saat dia sudah tidak mau mengenal yang namanya Cinta malah di jodohkan sama orang tuanya dengan sepupunya sendiri.


Tak terasa waktu yang di gunakan untuk mengerjakan beberapa data dari kantor akhirnya dia merasa mengantuk, dia baru sadar kalau dia belum makan malam dari tadi.


Krook krook krook, Perut Rendi dari tadi berbunyi untuk minta di isi, padahal ini sudah mau masuk tengah malam. Rendi tidak peduli, dia malah keasikan kerja tugas. Setelah tugas sudah selesai dia kerjakan, Rendi turun ke dapur untuk mencari makanan penjanggal perut.


Rendi membuka kulkas di liatnya di kulkas ada Roti coklat, tanpa basa-basi dia mengambil dua roti berbungkus besar dan tiga buah apel sama susu cair dari dalam kulkas. Rendi naik kembali ke kamarnya dengan membawah roti itu di atas nampan.


"Yah lumayan lah tengah malam begini orang sudah pada tidur," Ucap Rendi, dia lalu membuka roti coklat berukuran besar itu lalu melahapnya dengan susu cair putih dan buah apel.


Setelah makan Rendi bukan nya ngantuk malah susah tidur akibat kekenyangan. Dia memutuskan untuk menunggu satu jam baru tidur supaya perutnya tetap sispek tidak buncit.

__ADS_1


Niat menunggu satu jam kelamaan, dia malah sudah tertidur pulas di atas kasur. Pembungkus makanan sudah berhamburan di lantai.


"Hai bangun, Sudah pagi." Ucap suara itu.


"Iya, Rendi masih tertidur pulas di atas kasur yang empuk itu sambil memeluk bantal guling.


Pukul 07:00 pagi, Rendi terbangun karena mendengar ada suara yang dari tadi menepuk-nepuk pipinya. Saat Re di membuka mata betapa kagetnya dia melihat ibunya sudah ada di samping tempat tidur.


"Ya ampun ibu mengejutkan ku," Ucap Rendi.


"Ini sudah jam berapa, nanti kamu telat ke kantor." Nasehat Hajra.


"Lah emang sudah jam berapa bu?" Tanya Rendi.


"Tuh liat jam itu," Tunjuk Hajra ke jam alarm kecil yang berada di atas lemari Rendi.


"Ya ampun jam kamu kok tidak bangunin aku." kesal Rendi kepada jam nya.


"Ini kamu semalam makan kok sampahnya di simpan di lantai sih nak?" Tanya Hajra.


"Maaf bu, semalam aku lupa membuang nya ke tempat sampah, niat mau buang eh tau-tau nya aku sudah ketiduran." Jelas Rendi.


"Ya sudah kamu mandi cepat baru siap-siap ke kantor, papamu sudah nungguin dari tadi di bawah." Ucap Hajra.


"Papa berangkat bareng kak Reno ma, aku mungkin agak telat ke kantor." Ujar Rendi, dia lalu mengambil handuk dari dalam lemari dan masuk ke dalam kamar mandi.


Hajra kembali turun, di bawah semuanya sudah sarapan. Wina lalu memberi tau suaminya agar ikut bersama Reno saja.

__ADS_1


"Pa, kayaknya Rendi telat ke kantor. Dia pesan ke aku kalau papa sama Reno saja berangkat nya." Mendengar hal itu pak direktur hanya mengangguk-ngangguk.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2