CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Siapakah denis?


__ADS_3

Mobil itu menuju parkiran mobil di rumah sakit, Annisa sudah pernah ke sana menjengguk Linda jadi dia tau di mana Linda di rawat. Dion membangunkan Cindi yang masih tertidur pulas.


"Cindi, nak sudah sampai?" Ucap Dion sambil menggoyangkan tubuh Cindi. beberapa meit kemudian Cindi terbangun kepalanya tiba-tiba pusing jadi dia tinggal di mobil untuk menenangkan pikiran Cindi.


"Om ayo turun." Ajak Cindi ke Dion dan Annisa.


"Kepalamu sudah baikan?" Tanya Dion khawatir kalau itu ada hubungan nya dengan penyakit yang di idam Cindi.


"Iya om, hanya pusing saja akibat goyangan mobil kok." Ucap Cindi menghilangkan ke khawatiran omnya, Dion hanya mengucap syukur lalu ikut turun dari mobil.


Mereka lalu naik ke ruang tempat Linda di rawat, Annisa bahkan seperti jadi komando mereka berjalan di depan mereka. Ruang rumah sakit terasa dingin untung mereka menggunakan jaket tebal kalau tidak bisa kedinginan.


Setelah sampai di kamar Linda Annisa langsung menghampirinya, terlihat Linda sudah menunggu mereka dari sore. Dion masuk di susul Cindi dengan membawah Boneka besar seukuran cindi. Linda terkejut saat melihat Cindi datang dengan membawahkan boneka untuknya.


"Papa, mba Cindi, Boneka, boneka," Linda terus menyebut nama boneka karena dia begitu senang dapat boneka sebesar mba nya. Cindi mendekatkan boneka itu di dada Linda, dia memeluk boneka itu dengan sangat erat. Setelah lama memeluk boneka itu Linda menyimpannya di sampingnya.


"Sayang ibumu kemana?" Tanya Dion tidak mendapati istrinya bersama anaknya.


"Ibu lagi turun makan siang bersama kak Denis." Ucap linda.


"Denis, denis sudah datang dari jepang om?" Tanya Cindi.


"Iya, kemarin dia pulang om lupa memberi tau kalian." Ucap Dion dengan memukul jidatnya.


"Ya ampun kak Denis sudah datang," Annisa melompat-lompat di ruang rumah sakit.


Cindi berbincang-bincang di ruang rumah sakit itu mengenai penyakitnya sebelum danis dan mamanya kembali.


"Bagaimana perkembangan penyakitmu nak," Tanya dion.


"Yah, ada perubahan tapi kadang kalau sudah membaik besok parah lagi om." Ucap Cindi.

__ADS_1


"Kenapa kamu tidak istirahat kerja dulu." Tanya Dion.


"Kalau aku off kerja bosan di rumah om, harus ngapain." Dion mengerti usia seperti Cindi memang seharusnya kerja di perusahaan, apalagi kalau di rumah bisa membuat penyakit nya tambah para akibat stress berlebihan.


"Om akan usahain Carikan pendonor untukmu, golongan darah kamu apa?" Tanya Dion.


"Aku golongan darah O om," ujar Cindi.


"ohh iya nanti om usahain karena kenapa kamu susah dapat donor jantung karena golongan darah kamu golongan darah O nak, sedangkan orang kalau mau donor jantung harus tes golongan darah dulu, belum lagi anti bodi nya dan ukuran jantung juga harus sesuai." Ucap Dion. Cindi baru tau penyebab dia susah mendapatkan donor jantung ternyata penyebab nya ada di situ.


"cindi baru tau loh om kalau yang masalah anti bodi nya," Dion hanya tersenyum.


"Memang banyak faktor yang mempengaruhi itu semua nak, kalau ada kemungkinan kamu akan sembuh maka alangkah baiknya om bantu kamu menyembuhkan penyakit jantung mu, om ada teman fisioterapi jantung nanti akan aku kenalkan, dia sudah menyembuhkan berbagai jenis penyakit jantung terutama penyakit jantung yang lemah sepertimu." Ucap Dion


"Jadi saran om bagusnya aku transplasi jantung atau lebih baik pergi terapi?" Tanya Cindi.


"Dokter Ridho punya alasan kenapa dia masih mengharapkan kamu akan pulih dari penyakit jantungmu, itulah alasannya dia masih mau merawat mu sampai sembuh." Ucap Cindi.


"Saran om kamu jangan terburu-buru untuk cangkok jantung, karena orang sekarang punya banyak penyakit. Bisa saja jantungmu sehat hanya saja karena kamu penyakit lemah jantung sehingga ada kemungkinan untuk sembuh kembali." Nasehat Dion, dia yakin keponakan nya akan sembuh.


"Sepertinya aku dapat ilmu lagi dong dok." mendengar hal itu dokter ridho hanya tersenyum.


...🐼🐼🐼...


Annisa dan Linda bermain-main bersama sedangkan, Cindi sibuk mengetahui banyak hal tentang penyakitnya. Beberapa menit kemudian Istri Dion dan Denis masuk ke dalam ruangan itu, Annisa yang melihat nya langsung berlari memeluk Denis.


"Kak denis," Teriak annisa, Denis lalu menggendong annisa yang sudah mulai berat itu.


"Sepertinya adik ku sudah besar dan tambah berat." Ucap denies dan mencubit pipi annisa. Annisa memang tua 1 tahun dari Linda. Denies menurunkan Annisa dari gendongan nya, Istri Dion hanya tersenyum saja.


"Kalian sudah datang, sepertinya aku dan annisa akan makan malam." Ucap Dion.

__ADS_1


"Papa belum makan malam?" Tanya Denies.


"Belum dong nak, papa makan dulu yah sama adikmu." Izin Dion dan membawah Annisa keluar dari dalam ruangan itu.


"Om juga belum makan?" Tanya annisa saat di dalam lift.


"Iya, kamu mau makan di mana?" Tanya Dion kepada annisa.


"Om annisa mau makan di tempat yang kemarin." Sepertinya annisa ngiler kemarin melihat omnya makan.


"Okey siap bos," Annisa dan Dion keluar dari lift dan menuju ke parkiran mobil. Mereka masuk ke dalam mobil, mobil itu melaju pergi meninggalkan rumah sakit.


Tepat pukul 08:00 mobil itu di parkir di depan restoran, Annisa dan omnya turun dari mobil dan masuk ke dalam restoran yang bisa di bilang cukup rameh.


Dion membawah Annisa ke kursi pojok yang masih kosong, Annisa duduk di kursi itu diikuti Dion sambil melihat-lihat menu makanan di meja itu.


"Annisa mau pesan apa?" Tanya Dion.


"Annisa mau makan ayam krispi om," Ucap Annisa dengan wajah polosnya. Kasir datang dan mencatat pesanan mereka, annisa dengan tenang nya duduk melipat tangan menunggu pesanan datang.


Beberapa menit kemudian pesanan datang, Ayam krispi annisa dan sambel nya sudah datang. Dion lalu mengambil dua paket pesanan nya yang di bawah kasir itu, mereka lalu makan dengan lahapnya. Pesanan Dion itu ayam geprek dengan campuran ayam dan sambal menta di atas nya.


Setelah makan annisa dan Dion tidak langsing ke rumah sakit, mereka duduk dulu di kafe itu untuk menghabiskan jus yang di pesan nya tadi. Jus itu habis Annisa lalu mengajak omnya untuk kembali ke rumah sakit.


"Om balik yuk," Ajak annisa.


"Ayo sepertinya kamu sudah kenyang nak," Dion ke kasir membayar semua jumlah pesanan lalu keluar dari restoran itu bersama annisa menuju parkiran mobil tepatnya di depan restoran itu. Mobil itu pergi menuju rumah sakit yang ada di depannya tapi membutuhkan waktu beberapa menit untuk sampai di rumah sakit, karena mobil itu akan melaju memutar mengikuti jalan lalu lintas.


...🐼🐼🐼...


...Jangan lupa like dan komen yah kalau kalian suka biar aku semangat update nya.🤭...

__ADS_1


...selamat membaca...


__ADS_2