CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Lanjut wisata ancol


__ADS_3

Sepertinya mba di warung itu sudah sudah ahli dalam membuat pesanan mereka, bahkan sambil ngomong ayam mereka sudah selesai di kerja. Kalau cindi ngomong sambil kerja itu membuatnya menjadi lambat untuk selesai, makanya dia kalau kerja di kantor tidak boleh ada yang ribut.


"Ini mba silahkan di nikmati, dan aku kasih Lombok di mangkuk nanti biar mba yang tambahin." Ucap Mba itu sambil tersenyum ramah. Denis benar-benar ngiler, ayam geprek di sini malah terlihat berbeda. Ini lebih hancur jadi sangat menyatuh ayamnya dengan kriuk-kriuknya.


"Wah sepertinya akan lebih enak, kak kok beda yah sama yang kita makan tadi? ayam nya gak terlalu hancur." Tanya Denis tiba-tiba.


"Yah, mungkin saja mereka sengaja sebagai daya tarik tersendiri dong." Ucap Cindi.


"Ohhh, biar terlihat cantik yah kak tidak berantakan." Mendengar hal itu Cindi hanya mengangguk.


"Eits cuci tangan dulu dong baru Baca doa," Ucap Cindi saat Denis hendak memasukkan makan ke mulutnya. Denis dan Cindi lalu ke dapur warung itu untuk mencuci tangan dengan air yang ada di kran.


Mereka makan dengan lahapnya, bahkan Cindi sangat menikmati makan siang nya. Ini tidak kalah enaknya dengan ayam yang tadi pagi dia beli.


Selesai makan Denis membayar semua nya karena hanya dia yang bawah uang kes, habis membayar Denis dan Cindi duduk-duduk di luar warung untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan mereka.


Waktu telah menunjukkan pukul 02:00 siang Mereka sudah cukup satu jam untuk beristirahat. Denis merasa ingin pergi ke tempat lainnya lagi.


"Kak kita ke tempat lain yuk, kakak tau tempat wisata lain nya?" Tanya Denis.


"Kakak sih kurang tau tapi aku pernah liat teman aku pernah pergi ke suatu tempat seperti jalanan di bawah laut. namanya sea world Ancol. di sana juga ada pasar seni Ancol, Gimana kalau kita ke pasar seninya dulu, sore baru kita ke sea world Ancol." Cindi memberi saran, Tampa banyak kata-kata Denis langsung mengangguk.


"Okey, jadi hari ini kita pergi di tiga tempat kan kak, dan tempat pertama itu kami ke sini di tempat wisata alam magrove Angke kapuk, dan perjalanan kedua kita akan ke pasar seni Ancol lets go." Denis mulai merekam taman itu mulai dari burung-burung berterbangan di udara, monyet-monyet saling bersahutan bahkan orang-orang yang sedang naik perahu. Setelah merek semuanya Kevin dan Cindi keluar dari taman itu.


"Kok kamu dari tadi suka rekam sih?" Tanya Cindi.


"Yah untuk aku abadikan di akun youtube aku kak." Ucap Denis


"Emang subscriber mu sudah berapa?" Tanya Cindi.


"Yah jutaan lah," Ucap Denis santai. Mendengar hal itu Cindi kaget.

__ADS_1


"Jutaan, berapa juta sih kok kakak baru tau kamu punya akun youtube?" Tanya Cindi heran.


"Kakak sih terlalu sibuk dengan dunia kerja, sampai lupa Subscribe youtube adiknya." Ngambek denis.


"Eh di akun youtube mu ada dia nggak?" Tanya Cindi tiba-tiba.


"Yah pasti adalah aku suka pergi wisata bareng mereka bertiga lalu ku abadikan di akun youtube eh tau-tau nya banyak yang subsribe dan nonton jadi aku lanjutin.


"Yah baguslah, jutaan nya jumlahnya berapa sih?" Tanya Cindi.


"Yah Sudah hampir 10 juta selama empat tahun lebih nge youtube, gajinya juga lumayan banyak." Ucap Denis.


"Pantesan dari tadi kamu traktir kakak terus," Cindi memukul lengan Denis.


"Kan aku yang ajak kakak berarti aku juga yang harus traktir." Denis dan Cindi naik ke atas motor, dan meninggalkan taman itu ke tempat yang tidak terlalu jauh dari taman itu karena masih di wilayah jakarta Utara.


...🐼🐼🐼...


"Kak kayaknya kita hanya foto-foto di dalam, Ucap Denis,"


"Okeh deh," mereka masuk ke dalam tempat wisata di dalam ternyata cukup menarik untuk para pecinta seni. semakin masuk ke dalam pemandangan nya cukup mengagumkan, Denis melihat ada satu karya seni yang menarik untuknya. Dia dan Cindi lalu membelinya untuk di pajang di kamarnya.


"Kayaknya ini menarik deh, pak ini harganya nya berapa?" Tanya Kevin.


"Ini harganya 70.000 nak," Ucap bapak seniman itu.


"Ohhh kalau begitu aku beli dua yah Empat yah pak," Ucap Denis.


"Buat siapa Nis?" Tanya Cindi kaget.


"Buat kakak, otsuka dan miyako, satunya untuk aku." Mendengar penjelasan Denis Cindi hanya mengangguk.

__ADS_1


"Gambarnya yang pemandangan semua yah pak," Ucap Denis. Terlihat Empat lukisan indah yang di tunjuk Kevin, bapak itu lalu memasukkan nya ke kantong plastik.


"Eh tas mu muat nggak?" Tanya Cindi.


"Muat dong kak," Denis sengaja membawah tas ransel besar ke rumah sakit karena sudah tau kalau Cindi akan datang, Jadi dia punya teman untuk jalan-jalan untuk liburan.


Setelah membayar semuanya, Denis dan Cindi lalu keluar dari tempat wisata itu menuju sea world Ancol.


Di sana Cindi dan Denis langsung memesan tiket, setelah itu Denis menyiapkan kamera nya sebelum masuk untuk merekam momen-momen melihat ikan di dalam. Cindi dan Denis begitu kagum saat masuk ke dalam, pemandangan yang benar-benar berasa di bawah laut.



"Kak Cindi ini sangat indah, apakah kakak bisa merekam ku." Pinta Denis kepada kakanya. Cindi mengambil kamera dari tangan denis dan mulai merekam Denis yang berbicara sambil menunjuk-nunjuk berbagai jenis ikan, seperti dia sedang mendeskripsikan pemandangan yang serasa di bawah laut itu.


"Sudah nih, kakak lagi dong mau di foto." Denis lalu mengambil gambar saat ikan hiu besar lewat di samping Cindi.


"Vidio nya bagus kak?" Tanya Denis.


"Iya tenang saja, kakakmu ini akan berusaha yang terbaik demi perkembangan chanel youtube mu." Ucap Cindi meyakinkan nya. Semakin jauh mereka masuk semakin banyak jenis ikan warna warni di dalam lagi-lagi Cindi merekam kevin yang sedang menikmati pemandangan ikan warna warni itu.


"Kak pengunjungnya banyak sekali, aku baru pertama kali loh ke sini. Ku pikir cuma ada di luar negeri ternyata di indonesia juga ada." Dia begitu kagum dengan perubahan indonesia yang semakin keren dan menakjubkan.


"Kakak saja baru ke sini, eh lain kali kita ke sini lagi yah." Ucap Cindi kepada nya.


"Masih lama kak kalau aku dah balik ke jepang paling tahun depan baru balik lagi kalau libur panjang." Ucap Denis.


"Aku sih rela menunggu, lumayan kan uang kakak tidak keluar karena semua di bayar sama kamu." Cindi tersenyum ke arah nya.


"Yah aku sih okey-okey saja asal kak cindi mau jadi fotografer ku." Denis dan cindi saling berfoto bersama.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2