
Hari ini hari di mana ibu bela di operasi, terlihat para keluarga datang menunggu di luar ICU, Bella meski sudah berhasil membayar uang operasi tapi masih perlu juga banyak berharap kepada Tuhan agar ibunya bisa selamat.
Dia lalu manyampaikan berita itu ke Nayla orang asing yang membantu nyawa ibunya, Nayla bahkan berjanji akan datang. Terlihat Kaka Nayla yang baru pulang dari Australia berlari di koridor rumah sakit.
"Dek bagaimana kondisi ibu." ucap rehan Kaka Bella.
"Ibu masih di ICU kak," ujarnya sedih.
"Kamu dapat uang dari mana kok gak telpon Kaka sih?" ujar rehan marah-marah.
"Kemarin Kaka sibuk di kantor perusahaan luar negeri, Bella tidak berani kabarin terus kemarin uang tabungan papa habis di pake bayar uang rumah sakit ibu tabungan aku cuma lima juta untung ada Kaka cantik yang bantuin." ucapnya.
"Siapa dek," ucap Reyhan penasaran dia lalu memperlihatkan foto Nayla kepadanya.
"Bentar lagi juga datang, Kaka sih baru bisa pulang." ujarnya dengan wajah cemberut.
"Kaka baru bisa dapat izin dari perusahaan di Australia, ini aja Kaka gak sempat mandi langsung ambil tiket pesawat kemarin berangkatnya tadi subuh jam 05:00 loh." Reyhan merasa bersalah.
"Ya udah yang penting ibu udah ada di ICU." Reyhan lalu menghampiri papanya yang sedang tertidur di kursi ICU.
"Papa Reyhan datang," ucapnya membangunkan papanya.
"Ehh nak kamu sudah pulang gimana pekerjaan mu di sana?" Tanya papanya.
"Yah Syukur lah dapat izin langsung terbang ke indo pa, ajukan izin sehari langsung dapat izin sekalian ambil cuti juga."
Terlihat seorang gadis datang menghampiri Bella wajahnya begitu cantik hidung nya mancung tanpa di poles makeup dia seperti wajah cewek blasteran. Bella lalu menyuruh nya duduk di samping nya dia terlihat begitu mudah senyum dan baik hati.
"Gimana keadaan ibumu dek?" Tanya wanita itu.
"Ibu masih dalam tahap operasi kak?" ucap nya sedih.
"Ya udah gak papa kamu yang sabar yah." Nayla memberi semangat kepada Bella.
"Hai perkenalkan aku Reyhan kakak Nayla." ujar nya. Nayla yang sedang ngobrol dengan Bella lalu menatap pria di depan nya wajahnya begitu tampan dan mirip Bella.
__ADS_1
"Iya aku Nayla, salam kenal yah." ujar Nayla, Nayla begitu kagum dengan cowok tampan itu, bukan hanya tampan dia terlihat kharisma dan mapan baru kali ini dia bertemu seseorang yang lebih baik dari Rendi.
"nanti boleh aku traktir, sekalian mau ganti duit nya." ujar Reyhan sopan.
"Nggak usah di ganti, anggap aja itu bantuan dari aku. gimana kalau sebagai gantinya traktir aku aja abis itu lunas." ujar Nayla.
"Owhh iya maaf yah, kemarin aku masih di Australia jadi adikku tidak berani menghubungi ku. makanya dia berusaha untu bayar uang operasi ibu pake tabungan nya sendiri." Reyhan masih merasa bersalah dengan asiknya.
"Owhh iya, kamu sekolah di Australia?" tanya Nayla.
"Udah selesai S2 nya sekarang lagi kerja di sana." ujarnya.
"Jauh yah," Ucap Nayla terlihat Bella hanya senyum-senyum.
"Yah adeknya jadi obat nyamuk.
"Gimana kalau kalian jadian aja, kak Nayla jomblo tuh." ledek Bella.
"Emang kakakmu mau sama aku?" Tanya Nayla.
"Dia jomblo nak, bagusan dia akrab sama teman wanita nya biasanya dia pemalu." tambah papanya.
"Owhh papa ikutan ngeledek juga yah." ucap Reyhan yang lain hanya tersenyum mendengar nya. suasana di rumah sakit yang tadinya tegang akhirnya mencair juga kali ini Nayla tidak memikirkan Rendi lagi setelah kemarin sudah membalas perbuatan nya. Sekarang Nayla sadar masih banyak orang yang mencintai kita di dunia ini lantas kenapa harus mencintai orang yang jelas-jelas sudah melupakan kita.
Suasana seperti ini saja sudah membuatnya sangat bahagia, ternyata Bella tidak semiskin yang dia pikir dia hanya kagum dengan Bella meski dia orang berada tapi tidak mau menyusahkan orang lain dan mengambil keputusan sendiri.
operasi ibu bella berjalan lancar terlihat dokter memberi kabar kalau ibunya akan sehat kembali dalam beberapa hari, Bella lalu memperkenalkan Nayla ke ibunya.
"Ibu ini namanya kak Nayla." ujar Bella.
"Pacar nak Reyhan?" tanya ibu.
"Baru pdkt," bisik Bella terlihat Nayla dan Reyhan tersenyum saja. bapak di samping nya juga ikutan tersenyum.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Nayla dan Reyhan berada di restoran termahal di Jakarta. Nayla sebenarnya tidak terlalu suka pergi ke tempat nongkrong yang cukup menghabiskan banyak uang.
"Ayo silahkan duduk tuan putri." ucap Reyhan kepadanya.
"Iya makasih ya, tapi bukan nya tempat ini kemahalan yah." ujar Nayla.
"Loh biasanya orang kaya Suka nongkrong ke tempat seperti ini, aku barusan Nemu orang kaya tempat nongkrong nya bukan di sini." ucap Reyhan semakin berubah pandangan ke pada Nayla.
"Iya papa tidak pernah mengajin aku untuk makan di restoran mahal kecuali hari ulang tahun ku, katanya habis-habisin duit aja toh makanan nya sama aja sama yang di warteg pinggir jalan." ujar Nayla.
"Anggap saja ini ucapan terima kasih aku sama kamu," oehhiya aku di tawarin kerja di Indonesia tapi kontrak kerja di Australia masih ada sebulan." ujar nya.
"Gimana pengalaman kerja di Australia enak yah?" Tanya Nayla mulai penasaran.
"Yah karena gajinya aja yang beda sih, karena dia pake Mata uang dollar. kalau di hitung sama gaji di Indonesia gaji enam jutaan sih hampir selisi." ujarnya
"Masa sih, seriusan kamu?" ucapnya masih nggak percaya.
"Iya dong kerja di luar negeri Memang enak kalau orang indo tapi kalau orang sana mah sama aja sih, soalnya biaya hidup di sana mahal juga." ujar Reyhan.
"Aku pernah ke Australia cuma waktu pas lulus SMA aja sih, itupun karena ikut papa ada bisnis di sana." ujarnya.
"Yang tawarin aku di indo sebenarnya sih mitra kerja aku di Australia," cerita Reyhan.
"Maksudnya gimana?"
"Jadi indonesia punya perusahaan tapi dia kerja sama sama perusahaan aku di Australia udah minta kontrak kerja nya perusahaan aku terimah dan tetap di bayar sama perusahaan di sana." Ujarnya.
"Enak dong, tapi emang boleh?" Tanya Nayla balik.
"Boleh, sebagai menager sih." Reyhan mulai terbuka ternyata di Australia dia bukan orang sembarangan di perusahaan itu, dia bahkan punya kendali atas perusahaan tersebut.
"Owhh gitu yah, perusahaan papa di kasih ke aku rencana nanti bukan depan aku mulai kelola siapa tau kamu mau jalan-jalan ke tempat ku nggak papa." ajak Nayla kepadanya.
"Boleh juga tuh, kapan-kapan yah." ujar Reyhan mereka semakin akrab.
__ADS_1
...****************...