
Reno mengajak bapaknya untuk pergi jalan-jalan keluar rumah, dia dan papanya berjalan-jalan keliling kampung.
"Bapak pasti tau jalan ini!" Ucap Reno mematikan bapaknya.
"Entahlah, semuanya sudah berubah sekarang. Pak direktur melihat ke kiri dan kanan kampung dulu dan sekarang memang sangat terlihat berbeda. sekarang jauh lebih modern dan terlihat asri, bersih dan nyaman.
"Pak, masih ingat sama rencana kita?" Tanya Reno kepada pak direktur berharap papanya tidak lupa.
"Papa ingat, seperti rencana kita akan berjalan lebih baik lagi. setelah Rendi mengetahui kebenaran ini dia akan kesusahan untuk menolak lamaran ini." Pak direktur seperti tidak sabar dengan rencana selanjutnya yang dia buat dengan Reno.
"Yah, aku juga tadi berpikiran ke situ pak, dengan begitu aku yakin lebih mudah untuk menyatuhkan mereka." Pak direktur dan Reno saling bertatapan dengan tersenyum penuh arti.
"Okey, seperti nya rencana terakhir kita sangat muda yah Reno!" Ucap pak direktur.
"Yah itulah hidup kita tidak tau ujung cerita kehidupan kita." Nasehat pak direktur.
"Pa, kayaknya kita sudah berjalan sejauh ini." Reno tersadar kalau dia sudah sangat jauh dari rumah nek Salima. Pak direktur itu lalu berbalik ke kanan, kiri, depan dan belakang entah mereka sekarang ada di mana.
"Yah tenang saja kita bisa bertanya ke warga jika sudah mau pulang. Sudah lama bapak tidak pernah berjalan kaki seperti ini saat tinggal di kota." Terlihat di wajah pak direktur jika dia sedang mengingat masa kecilnya dulu sebelum kota Jakarta masih banyak perkampungan.
"Sekarang Jakarta sangat rameh dan macetnya di mana-mana pa, kalau kita berjalan kaki akan banyak asap kendaraan dan debu di jalan yang membuat kesehatan kita terganggu, berbeda dengan kampung meski banyak yang berubah tapi masih terlihat asri dan sejuk." Reno bercerita panjang lebar di samping papanya.
"Kamu benar Jakarta sekarang sudah banyak berubah karena adanya perkembangan zaman." Pak direktur sangat setuju dengan apa yang dikatakan oleh Reno barusan.
"Kehidupan di Jakarta juga seperti nya sangat sulit jika kita tidak punya apa-apa pa, banyaknya orang tidur di depan gedung, toko, dan jalan di pasar ketika malam hari tiba."
"Itu karena mereka tidak punya tempat tinggal nak." Nasehat pak direktur.
"Pak balik yuk." Ajak Reno, seperti nya dia sudah kelelahan berjalan terlalu jauh. Mereka lalu pulang kembali ke rumah nek Salimah, di jalan Reno baru bisa menikmati pemandangan alam yang sebenarnya. Di jalan dia menemui perkebunan teh, sawah-sawah, bahkan sungai dan air terjun.
"Pak, bapak pernah pergi ke sana." Tunjuk Reno ke air terjun yang jaraknya cukup jauh dari kampung nenek Salimah.
"Iya, di sana kami dulu waktu kecil sering bermain bersama teman-teman." Terdengar ada nada sedih saat pak direktur mengenang masa kanak-kanak nya dulu.
"Bagaimana kalau besok kita ke sana pak." Ucap Reno.
__ADS_1
"Yah, boleh juga." Pak direktur malah menyetujui saran yang di berikan oleh Reno.
"Pak berapa hari kita di kampung?" Tanya Reno.
"Kemarin rencana nya tiga hari tapi bapak akan tambah menjadi satu Minggu saja."
"Terus, di kantor siapa yang urus pa?"
"Bapak sudah bicara ke sekertaris kantor untuk mengatasi semua masalah di kantor, sebentar bapak harus bicara lagi sama sekertaris kantor atas penambahan waktu liburan." perkataan pak direktur membuat rasa kekhawatiran Reno berkurang. walau bagaimanapun papanya lebih berbakat dalam menangani masalah seperti ini di kantor.
...🐼🐼🐼...
Rio dari tadi bolak balik putar-putar mencari papa dan kakeknya, Rendi akhirnya kesal juga melihat Rio yang tak henti-henti nya pulang balik masuk ke dalam.
"Hei kamu kenapa dari tadi cuma mutar-mutar tidak jelas." Tegur Rendi kepadanya.
"Papa sama kakek mana?" Tanya Rio.
"Yah paling juga pergi keliling-keliling kampung." Ucap Rendi sambil sibuk menindih layar handphone nya.
"Iya, mending kamu duduk di sini di dekat om kita main PUBG." Ajak Rendi kepada keponakannya.
"PUBG, Ya ampun om padahal aku ingin sekali ikutan jalan-jalan sama papa sore-sore begini." Kesal Rio.
"Kenapa kamu tidak ajak siska saja." Ujar rendi memberi usulan kepadanya.
"Aku malu, nanti di ledekin sama mba Lina lagi." Bisik Rio di telinga Rendi.
"HAHAHAHHA, Ya sudah kamu duduk sini temani om main game." Ucap Rendi menarik lengan Rio duduk di dekatnya. Rio hanya bisa mengikuti usulan omnya.
"Hiya maju om, maju, maju," Teriak Rio histeris. Rendi tampak tenang bermain bersama Rio.
"Dor dor dor....." Suara tembakan saling bersahutan di tempat itu, sepertinya mereka berdua sangat menikmati permainan itu.
"Maju, om ke samping, yah maju om tembak..." Rio malah sibuk berbicara sendiri, berbeda dengan Rendi yang begitu tenang dan fokus.
__ADS_1
Linda, Anggi, dan abi berlari-lari ke sana kemari sambil tertawa penuh bahagia.
"HAHAHAHHA, Tertangkap." Ucap abi kegirangan.
"Hap, tertangkap." Linda begitu senang mengejar Abi yang selalu tertangkap olehnya.
Rupanya mereka tidak menyadari kalau sudah mau malam, terlihat di langit senja telah menapakkan dirinya di atas langit yang terlihat mulai gelap itu.
"Om papa kok belum pulang," Tanya Rio di sela-sela bermain game.
"Paling juga sudah di jalan, lanjut dong mainnya seru nih." Ucap Rendi.
Terlihat Cindi dan siska sibuk mengobrol di anak tangga rumah itu, sekali-sekali mereka menoleh ke arah Rio dan rendi saat mendengar Sorakan Rio penuh kemenangan dan keseruan itu.
"Mba cindi akhir-akhir ini sibuk yah, kok baru pulang kampung sih?" Tanya Siska.
"Iya sayang, mba mu ini kan lagi kerja di kantor om." Ucap Cindi kepada Siska.
"Ohhh pantesan saja Kak Cindi jarang aktif di WA padahal aku kangen loh, apalagi sama annisa. Eh mba Dhini kok tidak ikut yah." Tanya Siska, perkataan Siska membuat Cindi kaget.
"Mba Dhini, mba Dhini siapa sih?" Tanya Cindi terlihat penasaran.
"Loh mba tidak kenal sama mba Dhini?" Tanya Siska. Mendengar pertanyaan itu Cindi hanya bisa menggelang-gelengkan kepala.
"Saudara tirinya om Tono." Ucap siska.
"Ohhhh, mba kok tidak kenal yah sama dia." Ucap Cindi heran baru kali ini ada keluarga dari ayahnya yang tidak dia kenal.
"Mungkin mba sering ketemu tapi memang tidak kenal saja." Ucap Siska.
"Iya kamu benar, Eh masuk ke dalam yuk sepertinya sudah mau mau mau petang nih. Ajak Cindi kepada siska mereka tidak menyadari kalau tinggal mereka berdua di luar rumah.
Terlihat dari kejauhan pak Direktur dan Reno baru datang dari keliling-keliling kampung.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1