
Suara kicauan burung mulai bersahutan di atas pohon, seakan mereka mengingatkan bagi para makhluk hidup untuk bangun dan melanjutkan mencari rezeki di pagi hari yang masih sangat cerah ini.
Yah kehidupan yang penuh tanda tanya, penuh teka-teki, dan penuh misteri yang masih saja susah untuk di pecahkan. Bagi semua makhluk hidup di muka bumi mulai bangun dari tidurnya untuk melanjutkan aktifitas di pagi hari.
Di dalam kamar tampaknya masih ada yang masih menikmati tidurnya, sampai sang fajar tiba dari tiraian jendela seakan-akan sengaja ingin menyapa para makhluk yang masih tidur dengan nyenyak. Mata Cindi terbuka saat merasakan adanya silauan yang membuat matanya ingin cepat terbuka.
"Woahhh.... Aduuh.... silau banget sih." ucap cindi dengan sedikit keluhan keluar dari mulutnya, saat tersadar dari perkataan nya dia langsung bangkit dari tempat tidur. di liatnya rendi terbaring lemas di atas tempat tidur.
Cindi mengambil telpon dari atas meja lalu menelpon papa mertua sekaligus omnya.
"Tuuuuut, tuuut, tuuuut, beberapa menit kemudian ada yang mengangkat telpon.
"Halo nak ada apa?" Tanya suara parau di seberang sana.
"Iya bu, apa kabar?" Tanya cindi kepada sang penerima telpon yang ternyata ibu hajra sendiri.
"Alhamdulilllah baik nak, kalau kalian apa kabar?" tanya ibu hajra balik.
"Alhamdulillah cindi sehat bu, tapi.... rendi lagi demam jadi gak bisa ke kantor." ucap cindi. Saat asik ngobrol tiba-tiba rendi terbangun dari tidurnya.
"Cindi ngomong sama siapa?" Tanya nya pada batin nya. saat mendengar dia menyebut-nyebut nama nya dia baru sadar kalau itu telepon dari ibunya. Tanpa sadar rendi menarik telpon dari tangan cindi mereka asik-asik ngobrol.
Set......
"Halo ibu," ucap rendi kepada ibunya tapi yang berada di telpon tiba-tiba terdiam saat mendengar suara rendi yang terdengar parau
"ibu...." ucap rendi sekali lagi, dan ternyata benar dugaan nya itu ibunya beneran.
__ADS_1
"Iya nak, katanya kamu demam yah?" tanya hajra balik ke anaknya.
"Iya bu, semalam suhu begitu dingin aku malah mengigil, yah udah tiba-tiba bangun eh udah demam aja." ucap nya dengan suara yang masih parau.
"Iya loh nak, emang kadang kita tidak bisa tebak kapan datang nya sakit ke kita hari ini kita sehat eh siang nya udah sakit aja." nasehat ibu hajra kepadanya.
"Iya benar loh bu, bu aku tidak bisa ke kantor entar ibu tanya ke kak reno buat gantiin aku yah di kantor." Ucap rendi kepada ibunya dengan nada suara yang begitu lembut.
"Iya nak, nanti aku suruh pak budi bawakan makanan kesukaan kamu jangan di tolak ibu gak mau masakan ibu di tolak lagi sama kalian." Hajra tau banget anaknya bakalan nolak lagi pemberian darinya tapi kali ini rendi malah senang malah tersenyum saat mendengar ibunya ngira bakalan di tolak lagi makanan nya.
"Hahahhaha, nggak loh bu justru aku tuh rindu sama masakan ibu dan pengen banget coba masakan rumahan ibu yang punya ciri khas tersendiri. ya udah rendi titip puding coklat juga yang banyak bu, sama es buah buat istriku." ucap rendi tanpa sadar kalau cindi masih ada di hadapan nya.
Terlihat di seberang ibu hajra langsung tersenyum dan mengetahui kalau rendi sudah mulai suka sama cindi, cindi yang berada di dekat rendi sontak kaget matanya melotot menatap rendi yang masih asik bersenda gurau dengan ibunya.
"Ehmmmm," cindi berdehem tapi rendi hanya berbalik ke arahnya saja lalu kembali sibuk mengobrol sama ibunya. dia benar-benar tidak sadar dengan apa yang barusan dia katakan kepada ibunya, pantas saja dia cuek-cuek aja.
"Siap-siap nak, ya udah kalau begitu aku mau siap-siap sama bibi buatin sarapan spesial buat kamu yah. ingat jangan telat makan kamu nak, nanti kamu kena penyakit maag loh kayak kakakmu." nasehat ibunya selalu kepadanya, agar dia tidak sakit maag kayak kakaknya yang ada di luar negeri.
Cindi begitu setia menunggu rendi sampai selesai menelpon, saat telepon di tutup rendi mengembalikan handphone itu ke pemiliknya. cindi hanya bisa mengambil telpon itu dari tangan rendi.
"Kamu lapar yah?" Tanya cindi kepada Rendi saat itu, tapi rendi hanya diam saja.
"Ya udah aku turun duluan yah kasian bibi buat sarapan sendiri sayang." ucap cindi tanpa sadar lalu berlalu pergi meninggalkan rendi yang masih terbengong menatap jendela kamar saat itu.
...🐼🐼🐼 ...
Di dapur terdengar bibi sedang masak sambil bersenandung, cindi hanya tersenyum-senyum saja mendengar suara merdu bi inem.
__ADS_1
"Lallala.... Di ujung jalan ini aku menunggumu aku menantimu......" ucap bibi terus bersenandung di dapur itu tanpa menyadari kehadiran cindi saat itu.
"Ehmmmm, waw suaranya keren loh bi." ucap cindi sambil tersenyum-senyum.
"Beneran loh nak cindi, ada-ada aja kamu nak." ucap bi inem kepadanya.
"Iya loh bi serius loh aku ngomong," ucap cindi sambil memeluk bibi inem dari belakang seperti memeluk ibunya, bi inem hanya tersenyum-senyum saja.
"Makasih loh nak, sudah memuji suara bibi, padahal kan suara bi inem tidak bagus-bagus banget loh." ucap cindi sambil tersenyum-senyum bahagia.
"Ibu lagi masak apa pagi ini?" Tanya cindi kepadanya.
"Lagi masakin masakan kesukaan rendi nak, dia suka kangkung tumis sama ikan gurami ada asin nya sama lombok tomat ada daun kemanginya." Ucap bi inem.
"Ohhhh, bi dia demam loh semalam." ucap cindi, mendengar hal itu sontak saja bi inem langsung kaget.
"Serius kamu nak?" Tanya bi inem ingin memastikan perkataan cindi barusan.
"Iya loh bi, semalam dia tidur di tempat latihan." Ucap cindi sambil menyiapkan sarapan pagi buat rendi dengan roti dengan olesan selai coklat dan susu hangat.
"Aduhhh tapi keadaanya sudah membaik kan nak?" tanya bi inem masih khawatir sekali dengan kondisinya saat ini.
"Gak papa kok bi dia mungkin cuma kecapean juga, lagian dia sangat sibuk di kantor mungkin tuhan ingin dia istirahat di rumah makanya dia di kasih sakit aja." ucap cindi kepada bi inem.
"Iya benar juga kamu nak," ucap Bi inem. Cindi sudah selesai membuat sarapan pagi untuk rendi dan sudah di simpan rapi di atas napan bermotifkan bunga-bunga.
"Ya udah aku duluan yah bi," ucap cindi lalu beranjak dari kursinya dan membawah napan itu naik ke lantai dua. Bi inem hanya tersenyum-senyum memandang punggung cindi sampai menghilang di balik tembok.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...