CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Terlelap dalam malam yang panjang


__ADS_3

Rendi membopong tubuh cindi yang tidak begitu berat, dia terpaksa harus melakukan nya lagi. Terlihat di depan pintu seorang wanita paruh baya mengawasi nya, Rendi menaiki anak tangga satu demi satu dengan sangat berhati-hati. dia takut kalau sampai Cinderella putri tidur itu terbangun, bisa menahan malu seabad.


Cekrek.......


Terdengar pintu kamar berbunyi, kamar yang begitu luas nan indah terlihat begitu hening. Rendi meletakkan tubuh itu ke atas kasur dengan sangat berhati-hati. Saat hendak membalikkan tubuh seseorang mengejutkan nya dari belakang.


"Astaghfirullah, jantung ku hampir copot loh Bu." ucap Rendi sambil mengusap-usapnya dadanya karena terkejut, Rendi benar-benar tidak menyadari kehadiran ibunya di belakang. untung saja wanita yang sudah terlelap itu tidak sampai terbangun dari tidur nya, Rendi lalu mengajak ibunya keluar dari kamar.


"Yok ngobrol di luar Bu," ucap Rendi kepada ibunya.


"Gak usah repot-repot nah ibu tadi cuma mau matiin keadaan cindi kalau dia baik-baik saja, ya udah kamu istirahat makanan yang di dalam mobil tadi sudah ibu simpan di kulkas hampir kelupaan loh." ibu hajra memukul pelan pundak anaknya lalu keluar dari dalam kamar itu, untuk beristirahat di dalam kamar nya.


Rendi hanya terdiam saja, dia lalu berjalan menuju ke Lemari pakaian untuk mengganti pakaian nya dengan menggunakan baju tidur yang terbuat dari kain katun lalu membaringkan tubuhnya di samping cindi yang di batasi banyak guling saja. Rendi memejamkan matanya berharap segala penat nya hari ini akan segera tergantikan dengan tubuhnya cukup beristirahat saja malam ini.


Sedang di kamar satunya terlihat hajra sudah terlelap tidur juga setelah beberapa menit yang lalu keluar dari kamar sepasang sejoli itu. Dari tadi sebelum mereka berdua belum pulang Ibu hajra begitu khawatir dengan mereka berdua, tapi sekarang melihat Mereka baik-baik saja seperti ada perasaan aman dalam hatinya sehingga membuat tidur nya menjadi lebih nyenyak dari sebelum nya.


...🐼🐼🐼...


Sang Surya telah menyapa di pagi yang cerah itu, terlihat lukisan di atas langit begitu indah, memancarkan sinar yang terang. Terdengar kicauan burung nan elok di atas pohon bersahutan untuk mensyukuri karunia Tuhan yang tidak ada banding nya.

__ADS_1


Cahaya sinar matahari memantulkan cahaya ke setiap jendela kamar perumahan asri itu, Cindi terbangun dari tidurnya. Dia begitu linglung hari ini, seingat nya dia masih ada di atas mobil namun sekarang sudah berada di atas kasur yang empuk dengan beralaskan selimut putih.


Loh loh bukan nya semalam aku masih di mobil, kok sudah ada di kasur aja. Siapa yang pindahin aku? pikiran nya lalu tertuju kepada Rendi, cindi menengok ke arah pria yang masih tertidur pulas di samping nya.


"Jangan jangan......Tidak salah lagi pasti dia nih" Ujar nya sambil tersenyum sendiri merasa sangat senang karena di perhatiin semalam dengan pria itu, setidaknya semalam dia tertidur nyenyak di atas kasur. kalau seandainya dia tidur sendirian malam-malam di mobil entah bagaimana horornya pengalaman dia semalam.


Woahhhh, suara menguap cindi sengaja di buat-buat sehingga mengeluarkan suara bising yang sangat besar. Rendi kali ini langsung menutup telinganya dan berbalik arah membelakangi dirinya.


"Lah sejak kapan dia bangun," ucap nya, cindi kali ini otaknya malah berpikir untuk berbuat jail lagi.


"Ehhmmm, sejak kapan sayang ku terbangun." Bisiknya di telinga Rendi. Rendi yang menyadari ada suara lembut menyapanya di pagi hari lalu mengusap-usap telinga nya. Rasanya seperti habis nonton film horor semalaman dan masih kebayang sampai sekarang, rupanya si cindi membuat nya merinding ketakutan karena suara nya itu.


"Woahhh, Cindi menguap sengaja membesarkan suara nya, karena dia mengingat kewajiban nya sebagai istri dia lalu bergegas beranjak dari tempat tidur dan bersiap-siap untuk mandi pagi. Padahal dia masih pengen mengganggu tidur nya Rendi tapi niat usilnya di urungkan, Cindi mengambil dua handuk dari dalam lemari lalu mengeluarkan seragam kantor dari dalam lemari di gantungkan di pintu lemari, handuk satunya di letakkan di sisi ujung tempat tidur. Dia lalu menuju kamar mandi untuk bergegas mandi pagi mengingat ibu menyiapkan sarapan sendirian di bawah.


Tiga hari lagi bi inem baru kembali kerja di rumah yang terlihat sederhana dari luar namun isinya seperti rumah eropa jaman sekarang. Rumah itu bahkan di tanami berbagai jenis tanaman di depan rumah. Selamat tidak ada bi inem ibu dan cindi yang mengurus rumah, dia berbagi tugas dengan ibu mertuanya dalam hal kebersihan rumah besar itu.


Rumah begitu terlihat besar nan indah tapi isinya cuma bertiga doang, yang lainnya yang isi semuanya perabotan-perabotan rumah yang harga nya lumayan mahal bagi cindi, harga satu perabotan itu bahkan bisa beli satu mobil. Produk-produk yang di kirim dari Eropa memang terkesan elegan dan mewah, namun harga nya juga begitu terjangkau.


Cindi turun ke bawah di tangga terdengar suara piring saling bersahutan, ibu hajra sedang menyiapkan beberapa sarapan pagi di atas meja makan itu. Cindi yang baru sampai di dapur begitu terkejut semua nya sudah selesai di kerjakan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Selamat pagi nona cantik, udah bangun yah rupanya?" Sapa ibu hajra yang sementara menyiapkan beberapa piring di atas meja makan.


"Iya Bu, owalah ibu bangun jam berapa yah? tanya cindi kepada hajra sambil mengambil beberapa kerupuk kentang dari dalam toples.


"Ibu tadi bangun jam 05.00 subuh tadi loh nak, jadi sekalian ibu siapkan sarapan pagi juga." jelas Bu hajra kepadanya.


"Owhh," Cindi mengangguk" anggukan kepalanya. Tak beberapa lama cindi turun di susul Rendi yang sedang berjalan menuju dapur. Terdengar samar-samar suara cindi dan ibunya sedang berbincang.


"Ehhmmm ibu cindi boleh nanya nggak?" Tanya nya sedikit ragu-ragu.


"Iya silahkan nak, kalau ada apa-apa ngomong aja sama ibu pasti ibu bakalan kasih jalan keluar nya." ucap nya kepada cindi sambil menepuk-nepuk pundak cindi dengan pelan.


"Ehhh, cindi mau bertanya tentang itu...."


"Ehmmmm, wah tumben ibu udah bangun." ucap Rendi dari belakang nya, sontak saja kata-kata cindi langsung terpotong saat menyadari kehadiran Rendi yang mendahulukan dirinya ngomong.


Rendi tampak begitu tersenyum ke arah ibunya sedangkan cindi kali ini hanya tinggal mematung menatap Rendi. Hajra membalas senyum anaknya yang super ganteng itu, menyadari di tatap oleh cindi Rendi mengalihkan percakapan.


"Kalian belum sarapan atau lagi nungguin aku?" Tanya Rendi sengaja memecahkan keheningan di ruang dapur itu.

__ADS_1


"Owhh iya ini lagi nungguin anak mama yang paling ganteng." puji Bu hajra.


__ADS_2