CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Panen di sawah


__ADS_3

Suasana di sawah terlihat mempesona dan membuat mata siapa pun akan merasakan keindahan ciptaan alam semesta, Terkagum akan lukisan tuhan yang menganggukkan dengan hebusan napas yang tidak ada duanya. Terdengar hembusan napas setiap insan di yang sedang panen, keletihan. namun semangat lah Yang membuat siapa pun akan merasa bersyukur.


Terlihat di kejauhan ada sungai yang di atasnya langsung air terjun, mata siapa pun akan kagum melihat lukisan tuhan yang hidup itu tidak ada bandingannya. dengan panorama permandian yang sejuk itu, Pikiran Rio selalu tertuju ke arah air terjun itu.


"Hmmmm...." Reno tidak henti-hentinya memperhatikan mata Rio yang selalu tertuju ke air terjun itu.


"Papa.... ngegetin saja." Ucap Rio dan pura-pura menggaruk kepalanya yang tidak terlalu gatal itu.


"Lagi liatin apa?" Tanya Reno iseng.


"Itu... Pak liat kesana coba, Cantik kan?" Tanya Rio menunjuk Air terjun itu.


"Kamu mau ke sana?" Tanya Reno kembali.


"Ehhh, kalau sama om aku mau pa." Ucap Rio dengan menggaruk-garuk kepalanya. dia seperti nya sengaja menjual nama Rendi agar di izinkan ke sana. Rendi yang ada di samping Rio lantas saja langsung menoleh.


"Iya kan om, om kan yang terbaik temanilah anak mu ini mandi-mandi ke sana." Rio merangkul Rendi seperti layaknya temannya di sekolah.


"Iya, Kita akan ke sana," Rendi merangkul Rio balik dengan tangannya dan sengaja menarik anak itu.


"Ohok ohok ohok, aduhh om gimana sih!" Rio terbatuk akibat ulah Rio. tapi tanpa di sadari Rio ternyata Rendi hampir saja kehabisan nafas tadi akibat ulah Rio yang langsung menarik leher omnya dan menyilangkan tangannya di leher Rendi.


"Hahahaha," Rendi malah tertawa melihat Rio yang tak henti terbatuk.


"Balas dendam yah om?" Tanya Rio seperti nya tau kenapa omnya melakukan hal yang sama padanya.


"Hei, kalian kerja lagi kembali supaya cepat selesai bagian sini. sebentar kita akan ke air terjun itu." Reno datang menghentikan Rio yang mulai kebanyak main.


"Krek," Lagi-lagi Rendi sengaja merangkul Rio dan memukul pundaknya.


"Om sih," Rio malah jadi ngambek akibat ulah omnya tadi membuat nya terbatuk.


Terlihat Cindi dan Siska sangat serius memanen jagung itu, ada juga yang bertugas membakar. Pak direktur dan istrinya malah memilih untuk bakar jagung untuk di makan jika istirahat nanti. Rio datang dan mengambil satu dari nampan, jangung itu terlihat lezat olehnya.


Nyam nyam nyam nyam


Pak direktur langsung berbalik mendengar seperti ada ada suara orang mengunyah di sampingan, betapa terkejut nya dia melihat Rio dengan santainya memakan jagung itu dengan nikmat.


Pang

__ADS_1


Rio yang terduduk santai langsung terkejut mendengar suara itu, "A...apa itu?" Rio menoleh terlihat kakeknya sengaja menjatuhkan batu yang ada di depan Reno.


"Hahahaha, Makan jagung kok tidak ajak-ajak yang lain." Ucap pak direktur.


"Aduhhh lapar, Seperti nya Rio lebih lapar dari mereka kek." Ucap Rio dengan sengaja memegang perutnya.


"Kamu masih lapar?" Tanya kakeknya, terlihat Rio sudah menghabiskan setengah potong jagung itu Cemplung ke perutnya tapi malah acting lapar.


"Yah nih anak jago banget acting nya," Rendi datang dari belakang dan menjitak kepala Rio.


"Om juga pasti ngiler, aku liat tadi air liur om jatuh ke tanah hahhahaha," Ledek Rio sengaja memancing kekesalan omnya keluar. Mendengar hal itu Rendi benar-benar terpancing juga.


Tak tak tak, Suara jitakan di kepala melayang tiga kali di kepala Rio. Rio hanya bisa meringis kesakitan.


"Om gitu aja ngambek." Rio lagi-lagi ikutan ngambek. Rendi mengeluarkan handphone nya dari dalam saku celana dengan handset lalu memasangnya di telinga.


"Rendi makan ini jangung nak, mumpung lagi Panas." Tegur ibunya ke Rendi.


"Iya ma, simpan di situ saja." Ujar Rendi.


...🐼🐼🐼...


"Nenek tidak menyangkah kalau ini akan cepat selesai." Nek Salimah tersenyum lebar.


"Yah, jumlah jagung ini lumayan banyak, seperti para pekerjanya juga yang lumayan banyak." Ucap Lina sambil memeluk nenek Salimah dengan tersenyum.


"Nenek, nenek sini makan jagung." Rio menarik-narik lengan keriput itu untuk makan jagung bakar bersama mereka, Nek Salimah hanya bisa menuruti nya.


Di sawah dengan hawa yang semakin panas di tambah lagi jagung yang masih hangat dan angin yang bertiup kencang membuat tubuh siapa pun akan terasa sangat menikmati udara segar di sawah itu dengan jagung bakar yang menggiurkan.


"Woahhh...." Seperti nya Reni menikmati udara segar itu, di kota sangat berbeda.


"Uhhhhh... ini baru surga dunia." Entah sudah berapa batang jagung yang masuk ke dalam mulut Rio, ini pertama kali dalam hidupnya keluarga pak direktur makan jagung bakar di sawah.


Nyam... nyam... nyam...


Dua orang bocak terlihat berlomba makan jagung dengan mengunyah sampai mengeluarkan suara. Annisa terus berlomba dengan Linda, sampai tiba saatnya semua mata melirik ke arah mereka karena ulah cara makannya mereka sangat ribut.


Enyam... nyam... nyam... nyam...

__ADS_1


Nyam... nyam... nyam... nyam...


nyam... nyam... nyam... nyam...


Suara bunyi mulut bocak itu membuat yang lain terganggu tapi tidak ada yang mau menegur nya, dan hanya bisa menggelengkan kepala saja.


"Huft..... Dasar bocak ini." Tegur Cindi yang juga terganggu di samping Annisa.


Selesai makan jagung semua nya mengistirahatkan tubuh sejenak sebelum lanjut, Tak terasa sudah pukul 02 siang. matahari semakin panas.


"Seperti nya cukup sampai sini dulu," kita istirahat saja." Ucap nek Salimah kepada ayang lainnya.


"Berarti kita pulang sebentar sore!" Ucap Linda yang kelelahan bermain.


"iya dong sayang," Ucap Lina dengan mencubit pipi mungil itu, Rendi sudah terlelap dengan mimpinya. Rupanya dia kelelahan dan tertidur di atas karpet itu, Rio malah sibuk main game.


"Woi... maju," Teriak Rio sendiri.


Dor dor dor....


"Aku bilang maju, aduhh ke kiri, kiri.... astaga aku bilang kamu ke kiri." Rio rupanya sibuk bicara dengan handphone nya.


Dor dor dor


iya, iya, kamu ke depan ku susul aku, cepat..." Di semakin heboh.


"iya, ayo...maju, maju, dor dor dor."


"Ayo.... ya ampun kenapa kamu mundur? astaga, maju Woi, Oh tidak ada jalan, Buntuh yah jalnnya, Aduuuh kenapa kamu mundur terlalu jauh bro, Arggghhhh sial." Rio semakin kesal dengan permainan itu, dari tadi dia menggerutu tidak jelas. Dia tidak sadar kalau dari tadi dia jadi bahan tertawaan bagi yang lainnya.


Hahahhaha, Para hadirin tertawa.


Hahahaha, Lanjut..." Teriak Lina mengejutkan Rio, Ternyata Lina dari tadi mengintip game yang dimaini oleh Rio tanpa sepengetahuan nya.


"Eh mba ngapain?" Tanya Rio melihat mbaknya ikutan sibuk dengan game itu.


"Hehehe, kayaknya game nya seru." Lina jadi salah tingkah di hadapan Rio. Yang lain hanya bisa tertawa terus, melihat aksi Lina memperagakan Rio.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


.......


__ADS_2