
Kesibukan di kantor membuat para karyawan di dalam sibuk dengan urusan mereka masing-masing, Rendi juga begitu sibuk dengan data-data akan kerja sama dengan perusahaan lain. Di mana persaingan perusahaan semakin besar dan harus berani bersaing di bidang industri, ekonomi, dan komunikasi.
Kebetulan perusahaan mereka salah satu perusahaan elit yang sudah bersaing di tiga bidang itu, jadi gimana caranya buat bersaing lebih ketat dan teliti agar tidak terjadi ya kerugian besar dari perusahaan.
Keuangan juga harus selalu di cek setiap bulannya keluar masuknya keuangan, agar tidak adanya korupsi besar dari perusahaan ini. jika ketahuan korupsi maka akan kena denda besar dari perusahaan juga di kena pasal pemberhentian dari pekerjaan.
Siapa pun yang merugikan perusahaan bakalan kena denda besar dan juga tidak dapat bonus lebih parahnya di hentikan, ancaman agar tidak adanya korupsi yang terjadi. perusahaan lebih baik meminjamkan uang pada karyawan dari pada harus korupsi.
Semua karyawan di dalam sebenarnya tidak perlu korupsi karena gaji mereka semua di atas lima juta rata-rata bahkan lebih besar dari pegawai negeri. Jadi jangan heran karyawan lama gajinya pada besar-besar, jika ketahuan korupsi atau curang maka akan merugikan diri mereka sendiri.
Gaji karyawan magang aja sampai tiga juta jadi gaji di Perusahaan besar nomor satu di Indonesia itu tidak bisa di pungkiri lagi, jadi siapa yang berani curang berarti dia orang yang tidak tau akan bersyukur sehingga menjadikan dirinya celaka sendiri. tapi pasti ada aja yang korupsi meski gaji mereka besar, buktinya barusan terjadi lagi.
Di dalam perusahaan juga di larang besar merokok di dalam ruangan apalagi pelecehan yang tidak di inginkan, jika ketahuan ada pelecehan atau ada yang menjelekkan nama perusahaan maka akan di berhentikan. lebih baik mereka nikah dari pada melecehkan, itulah alasan karyawan di dalam pada sopan-sopan. berbeda dengan pacaran kalau pacaran berarti itu tanggung jawab kedua bela pihak, jadi jika terjadi apa-apa mereka yang menanggung nya sendiri.
"Keuangan bulan ini stabil nggak?" Tanya Rendi kepada karyawan yang menangani keuangan di perusahaan.
"Ini cukup stabil pak, data keuangan bulan ini turun 10 persen dari yang bulan kemarin." Ucap karyawan perusahaan.
"Coba aku liat," Rendi lalu mengambil dan mengecek semua data keuangan keluar masuknya di data itu.
"Yah bagus data lengkap, aku mau semua bulan depan data keuangan bulan depan lebih besar dari bulan kemarin-kemarin. jadi kita harus benar-benar teliti lagi jika ada karyawan yang tidak jujur kasih tau aja direktur utama, bulan kemarin berapa orang yang korupsi?" Tanya Rendi kepada karyawan bagian keuangan.
"Ada tiga orang sih pak itu pun karyawan magang yang baru kontrak kerja tiga bulan, mungkin belum tau peraturan kantor." Jawab karyawan yang sudah kerja bersama bapak Rendi sejak Rendi kecil.
__ADS_1
"Iya pak, terimah kasih atas kerja sama nya." Ucap Rendi lalu tersenyum ramah padanya, Bapak itu memukul pundak Rendi pelan.
"Kamu sudah dewasa sekarang nak, semoga kamu bisa seperti bapakmu mengurus perusahaan bahkan lebih baik lagi dari papamu dengan ketegasan, kedisiplinan, serta kerja sama yang rapi." Ucap pak Gunawan.
"Iya bapak terimah kasih dukungan nya, semoga perusahaan jauh lebih maju kedepan nya." Ucap Rendi dengan perkataan sopan dan santun.
Terlihat direktur utama sedang melakukan latihan olahraga pagi di ruangan kantornya. Saat mendengar ada suara sahabatnya dia langsung keluar dari ruang kantornya, lalu menyapa pak Gunawan.
"Halo pak, sini ngobrol bareng." Ajak pak direktur kepada sahabat karib nya itu. Pak Gunawan menghampiri sahabat lamanya itu, padahal mereka satu tempat kerja tapi jarang ketemu hanya saja karena mereka punya kesibukan masing-masing.
...🐼🐼🐼...
Cindi meminta izin kepada ibu mertuanya hari ini dia akan ke kantor menjenguk rendi, sekalian hari ini dia ada cake up dengan dokter ridho jadi dia harus datang untuk mengecek kondisi nya saat ini.
"Iya sayang hati-hati di jalan yah, nanti pulang barengan Rendi aja nak." nasehat Bu hajra.
"Iya Bu, nanti aku pulang barengan Rendi deh." ucap cindi sambil tersenyum manis kepada mertuanya.
"Ibu juga jangan banyak bergerak di rumah istirahat aja kan ada bi inem." nasehat cindi menghawatirkan keadaan ibu mertuanya yang sudah sangat tua.
"Iya sayang jangan khawatir nanti ibu kalau capek tinggal istirahat saja, kamu naik apa sayang?" Tanya Bu hajra masih khawatir.
"Pak Budi mau datang jemput Bu, tadi sudha aku kabarin pak budinya katanya dia di jalan." Ucap cindi kepada Bu hajra, mendengar perkataan itu hati ibu mertua nya lengah.
__ADS_1
"Syukurlah sayang," Ibu hajra mengusap-usap bahu cindi dengan penuh kasih sayang.
"Bi aku pamit dulu yah, jagain ibu yah bi jangan sampai kecapean." ucap cindi ke BI inem menitipkan pesan kepada bi inem.
"Iya neng, pasti bibi jaga non Bu hajra nya." Bi inem menyakinkan cindi kalau akan menjaga Bu hajra dengan sangat teliti.
Cindi berjalan keluar rumah, di luar sudah terlihat model sedan hitam menunggunya. Cindi lalu masuk ke dalam mobil sedan hitam itu, terlihat di dalam pak Budi sedang mengendarai mobi dengan sangat hati-hati.
"Non ini langsung ke kantor ya?" Tanya pak Budi sopan santun.
"Tidak pak aku mau ke mall dekat rumah sakit mau beli perlengkapan, nanti aku hubungi kalau sudah mau berangkat ke kantor." Ucap cindi takut bapak Budi malah kepo, Tiga bulan kemarin dia hampir ketahuan olehnya.
"Ohh iya non telepon saja kalau sudah mau pulang, nanti aku jemput." jawab pak Budi dengan tersenyum ramah kepada cindi.
"pak aku mau nanya hari Minggu kan BI inem mau pulang kampung aku berencana memberi kalian berdua libur dua Minggu, nanti bapak kalau mau tinggal di rumah tidak papa atau nanti bibi inem di gantikan sama yang lain aja biar bapak sama Bi inem tidak LDR-an." Cindi bisa membaca perasaan bapak itu kalau dia sedang bersedih sekarang karena pisah dari istri nya.
"Iya Bu makasih banyak Bu, aku ikut senang mendengar nya." pak Budi berterima kasih ke cindi karena kebaikan hati cindi.
"Iya pak tidak papa, mungkin ibu sengaja untuk menyimpan BI inem tinggal bersama aku dulu karena kurang yakin dengan pelayan yang lain di rumah nya. bapak kan tau pelayan nya masih mudah-mudah seumuran aku, tapi nanti aku minta bi inem Carikan yang udah menikah kepala empat untuk bisa tinggal sama aku." ucap cindi.
"Aku ada Non, dia saudara perempuan aku sudah janda anak satu apa anaknya boleh di bawah ikut ibunya sekalian sekolah di kota, nanti anaknya tinggal bareng kami aja." ucap pak Budi memberi saran.
"Boleh sih kayaknya itu lebih bagus, di sana kan rameh punya banyak teman." Ucap cindi kepada pak Budi, Pak Budi tersenyum akhirnya kemenakannya bisa sekolah di kota.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...