CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
kekesalan rendi


__ADS_3

terlihat Rendi hanya menggelengkan kepala perutnya sudah dari tadi minta di isi. tambah basa-basi dia ikut masuk menyusul Cindi, Cindi menyimpan tas nya di sofa lalu menuju dapur.


Rendi mengikutinya dari belakang, perutnya benar-benar minta di isi sekarang. Tapi dia tidak mau membuat masalah sama Cindi jadi dia lebih memilih untuk diam saja dan tidak banyak ngomong.


Cindi mengambil mangkok dan beberapa piring dari dalam lemari kaca itu, sekarang Rendi hanya melipat tangan seperti biasanya. Dia tidak mau banyak tanya, lagian dia tau setiap orang pasti punya banyak kesibukan tersendiri dalam hidupnya.


Terlihat Cindi sibuk menyiapkan makanan di meja makan Rendi hanya bisa diam saja, terlihat makanan yang di bawah cindi membuat isi perutnya semakin memberontak minta jatah.


"Wah enak," Ucap Rendi tanpa sadar. Cindi hanya tersenyum melihat Rendi sedang memperhatikan makanan itu.


"Di makan sayang, nanti keburu dingin." Tiba-tiba tatapan Rendi langsung terbelalak mendengar apa yang di katakan Cindi barusan dan ini bukan sekali, entah kenapa dia merasa sekarang telah di permainkan oleh waktu.


Setelah makan semua sudah siap di meja makan akhirnya mereka makan bersama tanpa berkata satu katapun. Setelah makan Cindi langsung membersihkan semua kotoran makanan yang ada di atas meja.


Rendi langsung naik ke kamar setelah membantu cindi membawah piring ke wastafel, dia paling malas membuat orang baper jadi di memilih langsung naik aja ke atas kamar. Di kamar dia langsung membaringkan tubuhnya habis kerja seharian di kantor, untung dia tadi makan siang di kantor kalau tidak bisa bahaya.


Di kamar dia luangkan waktu untuk membaca buku, dia sekarang tidak memikirkan yang lain lagi.


...🐼🐼🐼...


Cindi sibuk membersihkan dapur, setalah semua sudah beres dia langsung menaiki anak tangga menuju kamar. Saat membuka pintu kamar terlihat Rendi sedang asik membaca buku, Cindi langsung sembunyi-sembunyi mengambil obat di dalam lemari.


Rendi yang sibuk membaca buku malah tidak peduli ke arah lain, Cindi cepat-cepat membelakangi rendi dan meminum obat-obat itu.


Setelah minum obat rasa kantuk nya tiba-tiba datang. Dia langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur, dan tertidur pulas. Rendi yang menyadari kehadiran Cindi langsung mengambil bantal guling dan membatasinya.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian rasa ngantuk nya datang juga, dia akhirnya memutuskan untuk tidur karena besok pagi harus siap-siap ke kantor lagi.


...🐼🐼🐼...


Keesokan harinya cindi akhirnya terbangun tepatnya pukul 06:10 dia langsung mengambil handuk dari dalam lemari dan bersiap-siap untuk mandi pagi untuk menghilangkan rasa kantuk nya.


Di dapur dia menyibukkan diri untuk menyiapkan semuanya, Setelah semua sudah siap akhirnya Cindi naik ke atas kamar untuk membangunkan Rendi. Rendi memang terlihat masih terlelap tidur, Cindi akhirnya memutuskan untuk membangunkan rendi.


"Rendi bangun sudah pagi," Ujar Cindi. Mendengar ada yang membangunkan dirinya dia langsung terbangun dari tidurnya dan langsung mengambil handuk yang ada di balkon kamar nya itu.


Cindi hanya bisa menatapnya dengan heran, dia benar-benar seperti batu hanya diam saja. Cindi semakin kesal melihat tingkah rendi itu, Dengan wajah yang masih kesal dia hanya bisa terdiam saja dan kembali ke bawah.


...🐼🐼🐼...


Dia sangat malas untuk berdebat akhir-akhir ini, jadi dia lebih memilih diam saja.


Dengan berjalan keluar kamar dia menuruni anak tangga yang begitu rasanya sangat panjang. Cindi sudah menunggunya di dapur, Beberapa menit kemudian Rendi sudah ada di dalam dapur dengan sikap nya yang dingin.


Entah mengapa dia mendadak malas ngomong, Cindi yang melihat kedatangan nya sontak saja langsung tersenyum ramah kepadanya.


"Hai sayang sudah bangun, ayo duduk." Sarapan nya sudah siap loh." Ujar Cindi kepadanya. Rendi tanpa berkata sekata kata pun malah langsung duduk, dia tidak begitu peduli dengan kata-kata Cindi.


"Kamu mau makan roti coklat kan? kata ibu kamu sangat suka makan roti coklat jadi aku buatin yang banyak, jangan lupa makan nasi juga sedikit biar gak cepat lapar di kantor." Nasehat Cindi.


Mendengar hal itu Rendi malah seakan-akan hanya mendengar nya saja tanpa memperdulikan dirinya. Cindi justru mengira kalau rendi sekarang sedang ngambek karena kejadian semalam akibat dia pergi dan pulang tidak bilang-bilang.

__ADS_1


Cindi lalu menarik kursi yang membelakanginya dari tadi, lalu duduk di kursi itu. Dia kali ini tidak menemani rendi makna tapi tetap menemaninya di dapur. Di liatin makan Rendi malah salah tingkah dan memutuskan untuk makan cepat-cepat.


"Ehmm, makan nya jangan buru-buru nanti tersedat loh." Tegur Cindi kepadanya, tai pria itu malah tidak menghiraukan dirinya dan malah sibuk dengan dunia nya sendiri.


Setelah makan Rendi membawah piringnya ke wastafel dan mencucinya sendiri. Kali ini Cindi hanya mengerutkan kening nya. Cindi masih terduduk di meja makan, Rendi meninggalkan nya sendiri tanpa sepatah kata pun.


Di atas kamar Rendi mengambil tas kantor dan jas nya, lalu berangkat ke kantor tanpa berbincang sedikit pun ke Cindi. Kali ini Cindi hanya menggeleng-geleng saja, padahal Rendi hanya malas ngomong saja tapi Cindi malah berpikiran yang enggak-enggak.


Aku kayaknya terapi hari kamis lagi jadi hari ini aku mau keluar jalan-jalan, sekalian ke minimarket buat beli beberapa persiapan bulanan." Ujar Cindi, dia lalu tersenyum dan langsung naik ke atas kamar nya untuk bersiap-siap ke minimarket terdekat di kompleks perumahan itu.


Cindi berjalan-jalan di kompleks perumahan itu dengan menggunakan baju blezer kantor yang biasa dia gunakan dengan celana yang tidak ketat. Dia sengaja menggunakan blezer itu karena kain nya yang dingin. Berbeda dengan bebeberapa suiter nya yang kain nya membuat nya keringatan.


Sesampainya di minimarket dia langsung masuk ke dalam, di dalam para kasir tercenggang melihat Cindi saat masuk ke dala minimarket.


Loh kenapa mereka menatapku seperti itu, apa ada yang salah dengan ku?. pikir Rendi pada dirinya. Cindi lalu berusaha untuk tidak menghiraukan tatapan aneh mereka padanya. dia lalu melihat-lihat ke dalamnya. di dalam semua barang diskon, cindi akhirnya berniat memborong semua barang-barang itu.


Terlihat di keranjang nya sudah banyak persiapan dapur terutama sabun cuci piring, sabun mencuci bahkan pengharum ruangan


"Apa lagi yah,"Pikir Cindi. Dia lalu pergi ke rempat cemilan di liatnya ada coklat silver Queen yang lagi promo dan lumayan besar. Cindi mengambil coklat itu lalu melanjutkan memilih-milih beberapa cemilan buat Rendi.


Dia juga mengambil lima bungkus roti tawar yang berwarna hijau.


Sekarang keranjang dorong itu sudah full tapi masih juga di tambah olehnya, dia tidak takut kalau harus membayar banyak karena uang di tabungan nya lumayan banyak.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2