CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kenapa mba lina menangis?


__ADS_3

Keesokan hari nya telah tiba di mana hari pernikahan telah tiba, Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Cindi terlihat duduk di meja rias dengan perasaan yang masih gugup, dia semakin merasa tidak karuan sampai-sampai dari tadi dia tidak henti-henti nya keringat dingin.


"Memang seperti itu mba kalau kita mau nikah." Ucap si perias kepada Cindi.


"Iya, kok kali ini aku benar-benar panik dan keringatan?" Tanya Cindi.


"Seperti mba tidak tau aja, memang seperti itu pengantin baru." Ucap sang perias lagi.


"Mba dulu waktu pengantin baru apa mengalami hal yang sama juga?" Tanya Cindi.


"Iya, dulu waktu mba pengantin baru sama seperti mba Cindi. Gugupnya itu minta ampun, apalagi kalau calon nya sangat tampan seperti Rendi pasti mba sudah pingsan sebelum akad nikah." Ujar mba itu seakan terlihat dari wajahnya kalau dia sedang mengingat masa-masa pernikahan nya waktu masih mudah.


"Mba," Tegur Cindi, tapi mba itu masih melamun dan tersenyum-senyum tanpa menghiraukan sahutan Cindi yang dari tadi menggema di ruangan itu.


"Mba, ish mba kok melamun sih." Cindi memukul pundak mba itu pelan agar tersadar dari lamunan nya.


"iya, iya kenapa kenapa?" Terlihat mba itu menjawab dengan suara yang terbata-bata.


"Ish mba dari tadi aku manggil tidak dengar, pasti lagi mengingat-ingat masa lalu nih bareng om Suryo?" Tanya Cindi kepada perias itu.


"Tau aja kamu mba Cindi, eh tapi benar loh om mu itu sungguh sangat romantis sekali...." Ujar Sang perias itu yang ternyata tante Cindi sendiri.


"Ish mba bikin iri saja sih, yah memang om nya kayak gitu." Sang perias lagi-lagi tersenyum-senyum lalu kembali merias wajah Cindi secantik mungkin.


"Mba ini make up nya tidak ketebalan?" Tanya Cindi, dia merasa kalau bedak yang di oles di wajahnya itu sudah lima lapis dan tidak tau bagaimana lagi bentuk wajahnya.


"Sedikit lagi mba, yakin deh sama mba mu ini." Mba itu terlihat sangat semangat setelah mengingat masa-masa muda nya ketika masih mudah dulu.

__ADS_1


Sekarang Cindi merasa wajahnya seperti sangat tebal di tambah Eyeliner di atas mata nya yang membuat nya merasa semakin terlihat aneh di cermin.


"Ya ampun wajahku sangat aneh mba," Ujar Cindi saat melihat wajahnya di cermin yang semakin terlihat aneh menurut nya.


"Cantik kok, siapa bilang terlalu tebal," Ujar mab itu saat memakaikan mahkota di kepala Cindi.


"Kok pake mahkota lagi sih mba?" Tanya Cindi, terlihat mahkota itu di simpan di atas kepala nya tepat di atas gulungan rambut panjang nya.


"Ini kan pemberian ibu mertua sayang, masa sih mau di tolak nanti kita berdosa kalau menyakiti hati hati seseorang yang kelak akan menjadi seorang ibumu juga." Nasehat Mba Rina.


"Ya udah la mba, tapi aku takutnya nanti jatuh loh kalau pasang nya tidak bagus. apalagi kan sebentar itu banyak tamu." Cindi semakin merasa khawatir, tapi mba Rina memberi nya semnagat agar dia tidak usah terlalu banyak pikiran karena mba Rina akan mengawasinya.


"Tidak usah khawatir sayang, kan ada mba mu. Mba bisa bantu kok, mba juga akan perbaiki mahkota nya biar tidak jatuh kamu hanya perluh jangan banyak bergerak sayang." Nasehat Rina, Cindi hanya mengangguk saja. mahkota itu lalu di perbaiki dan di sisipkan di sea-sela gulungan rambut, Rina sengaja mengeratkan mahkota nya biar tidak jatuh.


"Udah erat nih mba?" Tanya Cindi masih ragu.


"Sudah erat kok sayang," Cindi hanya tersenyum ke arah mba Rina. dia kembali berusaha menatap cermin untuk bisa memuaskan dirinya melihat wajahnya yang tebal dengan bedak itu. Padahal tanpa bedak tebal seperti itu sudah membuat wajahnya terlihat cantik.


...🐼🐼🐼...


"Tidak usah gugup dek, itu sudah hal yang wajar, Anggap saja kamu bahagia dan nikmati lah hidup ini." Bisik Reno di telinga adiknya.


"Ya ampun aku kok jadi gugup kak?" Tanya Rendi kepada kakanya, Mendengar hal itu Reno memukul-mukul pundak adiknya pelan.


"Memang akan seperti itu dek, namanya juga baru mau nikah pasti kita akan gugup dan keringat dingin." Nasehat Reno, dia berusaha menenangkan adiknya agar bisa lebih rileks.


"Iya kak, makasih yah sudah mau menemani adikmu yang suka jail ini." Reno hanya tersenyum dan memberi semangat ke adiknya.

__ADS_1


"Kak kak Sandi datang yah?" Tanya Rendi tiba-tiba. Sandi dan istrinya memilih tinggal di luar negeri mengikuti istrinya.


"Iya katanya dia sudah sampai di bandara dia akan menuju ke rumah untuk siap-siap." Rendi semakin tidak sabar bertemu dengan kakak itu.


Setelah menggunakan semua perlengkapan pernikahan, Lina masuk ke kamar rendi.


"Sudah selesai yah?" Tanya Lina.


"Sudah kok kak, kak Sandi belum datang yah?" Tanya Rendi.


"Ya ampun aku mau datang untuk memberi tau kabar ini, kak Sandi dia... dia..." Reno dan Rendi langsung panik saat melihat kedua bola mata lina berair.


"Loh ada apa kak, kak Sandi baik-baik saja kan?" Tanya Rendi langsung panik.


"Iya, masalahnya dia tidak membawah kan..." Lagi-lagi pembicaraan lina terhenti saat Reno memutus pembicaraan Lina.


"Lina, ada apa dengan Kak sandi?" Reno ikutan panik.


"Dia tidak membawah kan aku boneka Hello kitti, Uhuhuhu... hiks hiks hiks... Huhuhuhu..." Lina masih menangis di hadapan orang-orang yang ada di ruangan itu.


"Mba lina...." Tiba-tiba Rendi menggeretak gigi nya, dia benar-benar hanya bisa emosi sekarang.


"Ya ampun lina, kamu hampir membuatku syok loh." Reno ikutan marah.


"Kakak sih belum juga di lanjut, tapi kan kak sandi sudah janji waktu lina masih kuliah dulu. Uhuhuhuhu... lina sudah menunggunya selama dua tahun tapi..."lina lagi-lagi menangis sekarang make up nya sudah terhambur semua yang ada di ruangan ikutan tertawa saat maskara di muka lina sangat berantakan.


"Lina ya udah mungkin kak sandi lupa membawah nya, kamu pergi cuci muka dulu gih sepertinya maskara mu terhambur." Pinta Reno kepada Lina, kali ini sikap Lina malah menjadi kekanak-kanakan hanya karena dia sangat menginginkan boneka hello Kitty langsung dari jepang.

__ADS_1


Lina masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka, Sang perias memberi lina tissue dan kembali memasangkan make up di wajah lina.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2