CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kebaikan hati Cindi


__ADS_3

Di mobil mereka terus-terusan bercakap-cakap, Pak Budi berterima kasih  kepada Cindi karena mau meluangkan waktu untuk menjengguk keluarganya.


"Oh iya pak, bantu aku kasih turun barang-barang dari mobi yah pak. Pinta Cindi kepada pak Budi, tanpa di suruh pak Budi akan tetap melakukan nya. Selama ini keluarga pak direktur lah yang membantu kehidupan keluarga mereka, Tanpa Keluarga pak direktur mereka semua bisa tidur di jalan bahkan mati kelaparan. Gaji pak Budi bahkan tidak main-main di kantor pak direktur, karena dia satpam sekaligus sopir keluarga jika ada urusan penting.


Sebenarnya pak Budi awalnya hanya sopir pribadi pak direktur, hanya karena tidak enak hanya menjadi sopir dapat gaji banyak maka dia meminta pekerjaan di kantor pak direktur sebagai satpam. Jabatan pak Budi bahkan sekarang sudah menjadi kepala satpam jadi gajinya pas untuk menghidupkan keluarganya setiap bulan.


Seluruh barang-barang Cindi sudah turun, pak Budi meminta izin kepada Cindi untuk kembali ke kantor.


"Bapak pergi dulu yah non?" Ucap pak Budi sopan sambil membungkukkan badan, Cindi yang melihatnya jadi tidak enak.


"Pak, bapak tidak pantas membungkukan badan sama saya pak. Harusnya saya lah yang harus tunduk dan sopan kepada yang lebih tua, lain kali bapak jangan Bungku kan badan lagi yah." Mendengar perkataan Cindi pak Pak Budi banyak belajar, bahwa belum tentu semua orang akan suka jika dia terlalu di hargai secara berlebihan.


"Iya non, kalau begitu bapak pergi dulu non."  pak Budi pamit dan berlalu masuk ke dalam mobil.


Mobil itu melaju kencang di jalan yang beraspal mulus dalam kompleks itu, Kepergian pak Budi, Cindi beraktivitas kembali dengan menyimpan barang belanjaan di tempat yang sudah di sediakan.


Setelah selesai beraktivitas rasanya dia mulai legah lagi, seluruh tubuhnya yang tadi beraktivitas akhirnya bisa istirahat dengan tenang.


...🐼🐼🐼...


Di kantor seorang wanita masuk membawah laporan, dia wanita yang sangat misterius dan  suka menganggu kariawan kantor kalau lagi kecapean. wanita itu namanya Vivi bahkan Kariawan di kantor yang bernama Vivi kalau di daftar itu banyak tapi tidak tau kalau ada dia salah satunya.

__ADS_1


biasanya dia akan membawah laporan misteri  ke para korbannya, dan di luar ruangan dia akan tertawa menyeramkan tapi suara tawanya tidak kedengaran oleh para kariawan kantor.


"Pak ini laporan yang sudah ku perbaharui pak," Ucap wanita itu dengan sengaja membuat suara nya lemah lembut. Mendengar suara itu entah kenapa bulu kuduk Rendi jadi berdiri semua, dia tidak biasanya mendengar suara yang super genit dan menyeramkan seperti itu.


"Simpan saja di atas meja," Rendi bahkan berbicara tanpa melihat wajah misterius pemilik suara aneh itu.


Sang pemilik suara aneh lalu menyimpan laporan itu di meja dan berlalu pergi dari ruangan itu. Rendi jadi legah ketika wanita itu sudah keluar dari ruangan itu, rasanya dia tadi sempat merinding mendengar suara itu. Atau hanya kerena dia kecapean saja, pikir Rendi dalam hatinya.


Wanita itu hilang di luar ruangan, dan tidak ada yang tau siapa wanita misterius itu. Rendi bahkan sudah satu bulan kerja tapi baru pertama kali melihat wanita itu di kantor.


Ya ampun hari ini sangat lelah di tambah lagi wanita aneh itu entah datang nya dari mana. Rendi mulai menenangkan diri dengan menghirup napas dalam-dalam untuk melegahkan pikiran nya.


...🐼🐼🐼...


Reno masuk ke dalam ruangan itu dan membantu papanya untuk siap-siap pulang kantor.


"Rendi kami duluan yah nak," kata pak direktur.


"Iya pak, hati-hati yah kak reno jangan ngebut." Nasehat Rendi. Reno hanya tersenyum mendengarnya, selama ini dia merasa rendi semakin banyak berubah selama bergabung di perusahaan ayah nya.


mereka keluar dari ruangan itu, tinggal lah rendi sendiri lagi di ruangan itu sibuk untuk membereskan dokumen yang masih tercecer di meja kerja nya.

__ADS_1


Tak terasa waktu begitu cepat sudah hampir 10 menit dia di dalam ruangan itu sendirian, Setelah selesai rendi mengambil air minum di spenser lalu kembali duduk di meja kerja nya. Sekarang kantor sudah terasa semakin sepi, Rendi menyimpan gelas itu kembali ke lemari lalu mengambil tas dan jas untuk keluar dari ruang kantor.


Di luar kantor sudah terlihat begitu sepi, hanya satpam yang sedang jaga. Rendi menyelusuri koridor kantor itu dengan berjalan santai tanpa bersuara. Hari ini pekerjaan kantor begitu membuatnya merasa kelelahan, di dalam lift dia hanya bisa terdiam saja. saat ini yang ada yang ada di kepalanya hanya lah cepat sampai di rumah tanpa memikirkan hal lain lagi.


Mobil itu melaju pergi meninggalkan kantor, para staf kantor juga sudah bersiap-siap untuk pulang. Waktu yang di gunakan untuk sampai di rumah cukup lama hampir setengah jam apalagi kota jakarta yang begitu padat di waktu sore-sore membuat badan rasanya gerah dan ingin cepat sampai di rumah.


Mobil sedan berwarna merah itu memasuki kompleks perumahan. tepat di depan rumah yang terkesan mewah itu rendi langsung memarkirkan mobilnya. Dengan tubuh yang terasa lelah dia keluar dari dalam mobil terlihat di depan pintu Cindi sudah menatap nya dengan alis sedikit terangkat satu.


Tampa basa basi rendi langsung pergi meninggalkan cindi yang masih terbengong di depan rumah di waktu sore itu.


"Ehmmm, kamu lapar yah?" Tanya Cindi sambil berbalik menatap punggung Rendi yang berjalan santai.


"Ehmmm, jawab Rendi.


"Yaudah sayang aku pijit dulu yah abis ini kamu mandi dan..." belum selesai Cindi ngomong rendi sudah pergi duluan meninggalkan dirinya yang masih terbengong kaget.


"Kalau capek bilang, biar aku pijitin." Kesal Cindi.


"Gak usah," Ucap Rendi kesal.


"Yaudah kalau begitu habis mandi turun makan yah." Nasehat Cindi sekarang dia hanya bisa menahan amarahnya, takutnya jika amarahnya meluap-luap bisa meledak nanti rumah ini.

__ADS_1


Rendi langsung masuk ke dalam kamar dan tidak banyak bicara lagi, di kamar dia langsung mengambil handuk di balkon kamar itu. Rasanya sekarang semua tubuhnya kelelahan dan yang ada di kepalanya itu hanya ingin istirahat saja, meski Cindi sudah menasehatinya untuk turun setelah mandi tapi rendi tidak peduli lagi.


Setelah mandi Rendi langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur tanpa sadar kalau dia sudah ketiduran.


__ADS_2