CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Di restoran bersama dokter ridho


__ADS_3

Cindi malah tertidur lagi, dia sekarang tidak sadarkan diri. Sedangkan di jalan pak ridho di Landa macet sampai membuatnya kesal. Kali ini dia hanya bisa belajar bersabar saja, padahal dia orang yang paling tidak enakan sama pasien nya tapi mungkin takdir telah berkata lain jadi dia hanya bisa menerima kenyataan saja.


Beberapa menit di jalan membuat nya malah merasakan hawa panas padahal dia sudah memakai AC. Tanpa tak sadar kalau dia sudah masuk ke kompleks perumahan yang telah di kirimkan alamatnya oleh Cindi kepadanya.


Pak ridho menyelusuri jalan itu menuju rumah Cindi, sampai akhirnya dia menemukan rumah itu yang ternyata sangat jauh masuk ke dalam.


"Ya ampun pantas saja saya dari tadi terputar-putar, ternyata akibat nya karena terlalu jauh masuk ke dalam." Pak ridho hanya menggeleng-geleng saja.


"Apa dia baik-baik saja, aku telpon saja." Dokter ridho lalu mengambil handphone yang berada di dasbor mobil.


Tuut, Tuut, Tuut, Suara telpon berdering akan tetapi belum ada jawaban.


"Ya ampun ada apa dengan nya?" Tanya Pak ridho mulai khawatir. Dia lalu menelponnya sekali lagi sampai akhirnya terdengar suara serak seperti habis bangun tidur dari dalam telepon.


"Halo," Terdengar suara berat dari seberang sana.


"Ya ampun nak, kita kan mau ke tempat terapi apa kamu sudah siap-siap?" Tanya Pak ridho.


"Ohh dokter yah, maaf aku malah ketiduran loh." Cindi merasa bersalah, akan tetapi justru pak ridho lah yang langsung tidak enakan."


"Tidak papa kok, kamu sudah siap-siap kan?" Tanya pak dokter.


"Iya pak, ini baru mau Turun ke bawah." Cindi mempersiapkan beberapa hal yang akan di bawahnya ke sana terutama dompetnya yang berisi atm, dia langsung memasukkan nya ke dalam tas ransel kecil itu.


"Ohh, okey saya tunggu di luar saja yah." Ujar Pak dokter.


"Iya pak," Cindi mematikan telepon nya dan langsung turun ke bawah, di bawah dia langsung menuju ke luar rumah. Dia luar terlihat dokter ridho sudah menunggu nya.


"Maaf yah pak aku ketiduran loh nunggu nya." Ujar Cindi.


"Nggak papa kok nak, tadi kakakmu cariin di rumah sakit." Cindi tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Mba nya sehat kan?" Ucap Cindi, dia memang sangat rindu dengan sahabat sekaligus sudah seperti kakak baginya.


"Yah alhamdulillah dia sehat kok," Ujar pak ridho dengan tersenyum ramah. Cindi hanya tersenyum ramah mendengar nya, dia begitu bersyukur bertemu dengan orang-orang baik seperti mba Tania. Di perjalanan Cindi banyak terdiam, pak ridho juga padahal sebenarnya mereka berdua sudah seperti anak bapak.


Perjalanan yang cukup jauh malah membuat Cindi merasa kelaparan, Pak ridho yang melihat tingkah aneh cindi langsung bisa menebaknya.


"Ada apa Cindi? kamu lapar yah?" Tanya pak dokter ridho.


"Iya pak, tidak sempat makan siang tadi." Ujar Cindi, Mendengar hal itu Dokter ridho hanya tersenyum. Mereka lalu menuju ke salah satu restoran yang ada di dekat situ, Pak dokter memarkir mobil nya.


Mereka lalu turun dan langsung menuju tempat makan itu, Cindi mengikutinya dari belakang. Di dalam restoran mereka duduk di bangku paling pojok yang terlihat masih kosong.


"Dok aku pesan apa nih, makanan sehat di sini yang mana dok?" Tanya Cindi sebelum dia yang pilih malah tidak sehat menurut dokter ridho.


"Menurut aku ikan ini enak, kenapa kamu tidak pesan ikan gurami ini saja. Ikan kan banyak gizinya apalagi ini ada bumbu rempah nya." Ujar Dokter ridho.


"Ohhh boleh juga tuh, ya udah aku pesan itu saja." Ujar Cindi.


"Hahahahha, sebenarnya aku ngiler sama ikan itu makanya aku nunjuk nya itu, ya udah aku pesan itu juga satu." Pak ridho lalu memanggil pelayan dan mencatatat pesanan mereka.


"Aku pesan jus alpukat tidak terlalu dingin mba," ujar Cindi.


"Ya udah aku pesan es jeruk nya jangan terlalu dingin juga, sama air putihnya juga dua yah mba." Mendengar hal itu pelayan itu tersenyum.


"Siap pak," Pelayan pergi dari hadapan mereka menuju dapur dengan membawah pesanan mereka.


...🐼🐼🐼...


"Mba Tania sibuk yah pak akhir-akhir ini?" Tanya Cindi.


"Iya, dia lagi sibuk ngurusin data-data pasien." Mendengar hal itu Cindi hanya mengangguk.

__ADS_1


"Eh kamu kok kemarin telat ngomong nya kalau kamu akan nikah?" Tanya dokter ridho.


"Iya dok, sebenarnya pernikahan nya juga mendesak. dua minggu yang lalu tiba-tiba lamaran datang, karena kita keluarga dan tidak busa nolak jadi aku terimah saja." Ucap Cindi.


"Nak Jodoh itu memang tidak bisa di tebak makanya kalau jodoh, rezeki, kematian, itu semua urusan tuhan. kita sebagai manusia hanya bisa mengikuti aturan alam saja, maunya tuhan itu seperti apa yang terbaik untuk kita." Nasehat dokter ridho, Cindi hanya tersenyum saja.


Beberapa menit di sela-sela percakapan mereka pesanan nya telah datang. Cindi dan dokter ridho tersenyum ramah kepada pelayan itu.


"Ini pesanan nya, selamat menikmati mas, mba." Ujar pelayan itu ramah.


"Oh iya terimah kasih mba." Ujar dokter ridho.


"Makasih yah mba, sehat selalu." Ujar Cindi memberi semangat ke pelayan itu.


"Wah, makasih loh mba yang cantik." Ujar pelayan itu sambil tersipu malu.


"Sama-sama cantik," Ucap Cindi, Pelayan itu hanya tersenyum dan pamitan kepada pelanggan nya.


"Kalau begitu saya balik kerja lagi yah mba, nanti kalau ada perluh tinggal panggil saja." Ujar pelayan restoran itu.


"Siap," Ujar Cindi semangat. Pelayan itu lalu pergi dari hadapan mereka dan kembali ke dapur. Mereka kali ini berdoa dan melanjutkan makan nya tanpa ngomong sepatah kata pun, karena ketika kita makan sambil ngomong maka bisa membahayakan tubuh dan sistem jaringan di dalam nya.


Nafsu makan Cindi benar-benar besar sekarang, selama dua hari ini dia malah malas makan nya akibat mood nya yang kurang bagus selama dua hari ini.


Terlihat pak dokter hanya tersenyum saja melihat porsi makan cindi yang sangat besar itu, cindi kali ini tidak peduli dengan yang lainnya intinya dia sangat menikmati makanan itu sampai membuatnya sangat membuat yang melihat nya ikutan menikmati makanan itu.


Setelah makan mereka memilih untuk duduk-duduk dulu di restoran itu, sambil ngobrol-ngobrol. Cindi hari ini seperti nya lebih bersemangat dan begitu mampu mengendalikan emosi.


"Nak jika kamu melakukan hal ini selama tersu-menerus maka kamu akan cepat sembuh loh, intinya jangan banyak beban dan tetap ingat tuhan selalu itu yang terpenting." Cindi hanya tersenyum dan berharap kalau semua yang dikatakan dokter itu akan benar adanya.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


jangan lupa dukung aku selalu yah kak dengan like dan komen nya yang banyak....


terimah kasih yang sudah menyukai ceritanya salam dari si penulis....😁✍️


__ADS_2