
Hari ini Cindi merasa kuat meski dia sedang sakit keras, karena rendi mau menolong nya jika tak ada rendi entah apa yang terjadi dengan nya dia bisa saja mati di tempat, Cindi sangat bersyukur kepada tuhan yang maha kuasa yang telah menolongnya.
Ya allah aku bersyukur hari ini suamiku tidak keras kepala dan mau merawat ku, meski aku tau kalau dia tidak ada perasaan untukku setidaknya aku merasa bersyukur.
Merasa di perhatikan Rendi merasa tidak enak, akhirnya dia berdehem.
"Ehmmm, kok benggong?" Tanya Rendi.
"Ohhh, gak papa kok lanjut makan nya yah." Ucap Cindi sambil menyuapi rendi, karena Cindi sakit Rendi tidak tegah marah-marah ataupun membentak nya. Walau bagaimana pun dia tetaplah istrinya meski dia belum mencintainya.
Selesai makan malam di baringkan tubuh cindi kembali, Rendi membawah turun ke dapur bekas makanan yang ada di atas mapan. Terlihat masih banyak sisa-sisa makana, Rendi teringat sama kucingnya di rumah.
"Kayaknya aku besok harus membawah Anggora deh ke sini, biar sisa-sisa ikan ini ada yang makan." Ucap Rendi sambil mengingat-ingat kucing nya yang di tinggal di rumah nya.
"Aduuh rindu aku sama anggora pokoknya besok anggora harus ikut sama bibi ke sini." Ucap Rendi sambil tersenyum-senyum bahagia.
Kali ini Rendi lah yang mencuci piring karena Cindi lagi sakit sekarang.
Selesai mencuci piring dia naik kembali di atas kamar, Sesampainya di depan kamar dia teringat kalau akan kerja tugas. Rendi membalikkan kembali badan nya menuju ruang kantor, di dalam ruang kantor dia mulai mengerjakan beberapa data dokumen yang tadi baru sebagian yang dia kerjakan.
Beberapa menit kemudian data-data itu mulai berkurang, Tapi ngantuk datang membuat rendi merasa tak sanggup lagi.
"Woah... Ngantuk lagi," Ucap nya kesal, lagi-lagi dia harus ke kamar mandi buat mencuci muka untuk menghilangkan ngantuk nya. Setelah rasa kantuknya hilang Rendi kembali ke meja kerja nya, Data di meja sekarang tinggal sedikit.
__ADS_1
Tepatnya pukul 10:45 dia mulai mengantuk lagi, untung dokumen nya sudah selesai di kerja. Rendi menyiapkan semua dokumen yang sudah di kerja ke dalam tas, lalu keluar dari ruang itu untuk siap-siap istirahat malam ini.
Di kamar rendi membaringkan tubuhnya, dia benar-benar di landa ngantuk sekarang. Terlihat Cindi di sampingnya sudah tertidur pulas, Cindi teringat kalau cindi lagi sakit akhirnya dia memutuskan untuk tidur di sofa di dalam kamar itu saja.
"Woahhh, ngantuk benar aku." Ucap Rendi sambil membaringkan tubuhnya ke sofa itu dengan menyelimuti tubuhnya selimut tebal.
Tak selang beberapa menit kemudian akhirnya dia sudah tertidur pulas.
Tengah malam cindi terbangun tepatnya pukul 11 malam, dia terbatuk-batuk saat ini dadanya rasanya sesak dan susah bernafas.
"Ohok ohok ohok," Cindi terbatuk-batuk mungkin penyebab tadi lari-lari pagi kelamaan padahal kan dia tidak boleh kecapean. Cindi lalu mengambil obat dalam lemari dan meminumnya dengan air putih. Setelah minum obat tenggorokan nya terasa baikan, dia melanjutkan tidurnya.
...🐼🐼🐼...
"Woahhh, kayaknya ini sejarah baru aku bangun sepagi ini." Ucap Rendi sambil tersenyum. Terlihat Cindi sudah tidak ada di tempat tidur, rendi kaget di pikir nya dia bangun lebih duluan dari cindi tau-taunya dia di di dahului. Percuma saja dia membanggakan diri kalau tidak bisa mendahului Cindi bangun pagi.
Rendi hanya tersenyum-senyum saja, dia benar-benar hampir kegeeran. Rendi masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah mandi dia menggunakan baju kantor.
Di dapur Cindi malah sibuk menyiapkan masakan di dapur, Meski masih sakit dia masih saja patuh untuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya.
Rendi turun ke bawah lalu menuju ke dapur, di dapur di liatnya cindi lagi mengoleskan selai coklat di atas roti tawar. Rendi mendekati meja makan lalu duduk dengan santainya, Cindi tiba-tiba menyadari kehadiran rendi.
"Sudah bangun, kirain masih tidur." ucap Cindi.
__ADS_1
"Yah seperti yang kamu liat, Kamu kan masih sakit kenapa tidak istirahat saja dulu." Ujar rendi.
"Tidak papa kok, lagian ini kan tidak terlalu repot kerjanya." Ujar cindi sambil tersenyum ramah.
"Ohhh, Bentar bibi mau datang kamu habis ini istirahat saja." Nasehat Rendi.
"Iya, aku istirahat kok habis ini." Rendi lalu melanjutkan sarapan nya tanpa berbicara lagi. Cindi ikutan sarapan, hari ini dia memilih makan roti dan susu. Roti coklat rasanya sedikit hambar di lidah padahal kan rotinya sudah manis.
Selesai sarapan Rendi langsung berpamitan ke kantor, Cindi benar-benar merasa banyak perubahan dalam diri rendi. Padahal di tidak tau kalau sebenarnya Rendi hanya merasa iba saja, bisa jadi besok-besok dia akan kembali ke sifatnya yang asli.
"Aku pergi dulu kamu jangan banyak bergerak, nanti kamu kenapa-kenapa aku yang repot." Ucap Rendi dengan kata-kata yang terdengar te gas.
"Iya iya kamu buruan ke kantor bentar telat loh." Ucap Cindi. Rendi masuk ke dalam mobil, mobil itu lalu melaju pergi meninggalkan kompleks perumahan.
Cindi masuk kembali ke dalama rumah, dia memang masih lemas. Di paksa nya tubuhnya masuk kembali ke dapur untuk menyelesaikan membersihkan dapur, setelah selesai membersihkan dapur cindi kembali naik ke atas kamar.
Di kamar dia langsung mengambil obat dari dalam laci lalu di minum nya, Cindi teringat film drakor yang akan di nonton. Dia lalu menyalahkan televisi, dan mencari siaran drakor yang kemarin dia nonton.
Lagi-lagi Cindi tertawa-tawa menonton drakor padahal dia sebenarnya sedang sakit tapi dia tidak peduli. Baginya dia akan tambah sakit jika memilih di kamar tidur dan termenung, alangkah baiknya jika dia mencari hiburan biar dia tidak stress memikirkan penyakitnya yang sudah masuk stadium akhir.
"Yah setidaknya aku masih menikmati hidupku sekarang, tidak masalah aku hidup seperti ini asalkan tuhan masih memberiku kesempatan untuk hidup meski aku seorang yang penyakitan." Ucap Cindi sambil memaksa senyum di bibir nya. Dia melanjutkan menonton siaran drama korea di televisi.
Terlihat memang hidup tak semudah yang kita liat, Drama di televisi saja derajat orang berbeda-beda. batin cindi dalam hatinya
__ADS_1
Saat asik-asiknya Cindi lagi menonton drama korea tiba-tiba ada yang menelpon. Cindi lalu mengambil handphone yang terletak di atas lemari kecil.