CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kedatangan Bu inem


__ADS_3

Hembusan angin dari kamar jendela masuk ke dalam, tubuh yang kaku dan layu itu kedinginan. entah ada apa lagi dengan dia, keadaan nya untuk sekarang ini tidak begitu bagus. Di samping nya terlihat pria yang bersama nya tertidur lelap.


Sudah berapa lama dia memendam penyakit itu, ini tiga tahun pernikahan nya dengan tendi namun mereka belum juga di karuniai seorang anak. Cindi terus-menerus kepikiran, setiap malam dia selalu bangun tengah malam merenung lalu tertidur lagi. penyakit yang di derita nya tidak kunjung sembuh, begitu susah nya mencari pendonor jantung yang sesuai dengan jantung nya.


Jika seandainya semua orang mengetahui kalau dia sakit apakah dia tetap dapat pendonor Jantung ataukah sama saja, dia hanya tidak ingin membuat yang lain bersedih dengan keadaan nya sekarang. hanya meminum obat rutin saja sudah membuat nya kelelahan selama lima tahun terakhir ini.


Tatapan nya kosong dia menatap laci yang berada botol obat di dalam nya dan koper dengan botol obat di dalam nya, entah sampai kapan dia terus seperti itu hanya tuhan yang tahu. sudah berapa banyak usaha yang dia perjuangkan bersama om nya namun tetap tidak cocok dengan jantung nya. tidak ada keluarga yang mengetahui semua tentang penyakitnya kecuali dia dan om nya yang kebetulan seorang dokter juga.


...🐼🐼🐼...


Sang fajar menyapa di atas ketinggian langit yang luas nan indah itu, terdengar suara nyanyian burung-burung di atas atap rumah sedang menyapa.


Di luar terdengar sangat ribut, ternyata bibi inem sudah pulang dari kampung. dia sudah hampir dua bulan pulang kampung, karena ada urusan mendadak jadi dia tidak sempat kembali.


Di dapur bi inem sedang bercerita panjang lebar kepada ibu hajra. dia benar-benar menikmati topik pembicaraan bi inem, terdengar suara khas mendok Jawa nya kental Jawa timur.


"Itu toh Bu, niat mau pulang eh anak mau nikahan juga jadi aku tinggal dulu gak papa kan Bu." ujar bi inem kepada Bu hajra yang sedang membantunya menyiapkan sarapan pagi.


"iya gak papa lah bi, lagian kan apa salahnya kalau udah di kampung kita sebagai orang tua datang. tapi ini loh maaf kalau kami tidak bisa hadir soalnya akhir-akhir kemarin itu banyak kegiatan syukuran di rumah ini." ujar bu hajra kepadanya.


"wah tidak Masalah Bu, aku di kasih cuti lebih aja udah seneng toh Bu." ucapnya sambil tersenyum-senyum.


Cindi dari tanggal langsung masuk ke dapur, Bu hajra dan bi inem berbalik menatap perempuan cantik itu. cindi terkejut langsung memeluk bi inem sangat erat, dia memang sangat rindu masakan bi inem.

__ADS_1


" owalah Bu inem udah datang yah," ucap cindi ramah.


" iya non datang nya semalam loh, non udah tidur." ungkap bi inem dengan wajah senang bisa ketemu dengan nona cantik nya lagi.


"Iya bi semalam aja aku baru bisa tidur jam 1 malam loh." ujarnya sambil duduk di lantai membantunya kerja sayur.


" bibi datang jam 2 malam non, untung di bukain pintu sama Bu hajra." sambil mengelus-elus Pundah cindi.


"Iya bi" cindi tersenyum lalu beralih arah ke ibu hajra yang masih sibuk menggoreng ikan.


"Cindi Rendi udah bangun belum nak?" tanya Bu hajra kepadanya.


"Alhamdulillah udah Bu lagi mandi di kamar mandi." ujar nya


"Owhhh ya udah," Bu hajra sempat berbalik ke arahnya terlihat wajah itu pucat dan sedikit ada lingkaran hitam di bwahnya.


"Owhh ini Bu," sambil memegang di bawah matanya.


"Iya loh sakit kamu nak?" tanya nya lagi.


"Nggak papa Bu, paling karena akhir-akhir ini kurang tidur makanya hitam di bawah matanya." Cindi beralasan berharap ibu tidak mencurigai dirinya untuk sekarang ini.


"Owhh ya udah bentar kalau udah sarapan kamu naik aja yah sayang Istirahat di atas, kan udah ada bibi di sini bantuin ibu beres-beres rumah." ucap nya dengan lembut.

__ADS_1


"Iya Bu, makasih Bu sama bibi perhatian banget sama aku." ujar cindi sambil tersenyum-senyum. Rendi yang berada di anak tangga semakin hari semakin merasakan kehadiran cindi di mana pun dia berada, jika dia di kantor dia selalu merasa suara lembut dan indah itu terus terngiang-ngiang di kepalanya tanpa dia sadari.


Semua sarapan telah siap pas banget dengan kedatangan Rendi, semua juga udha pada duduk di meja makan. Rendi terlihat gugup duduk di samping cindi padahal ini pernikahan ke tiga tahun mereka tapi kadang masih sering canggung sama istrinya sendiri.


Apa karena penyebab nya mereka di jodohkan, makanya masih canggung duduk di samping gadis cantik itu. cindi tersenyum ke arah Rendi dia lalu mengambil piring dan memberikan beberapa iris roti yang sudah di kasih selai di dalam nya dan susu putih yang sudah di siapkan.


"Selamat pagi semuanya, bibi apa kabar nya?" tanya Rendi kepada bibi di meja makan.


"Alhamdulillah sehat nak Rendi, nak Rendi sendiri apa kabar nya nih." ucap bi inem.


"Yah itu bi Alhamdulillah sehat." ucap nya lalu menggigit beberapa roti.


suasana ruang makan seketika hening setelah sapaan itu berakhir, Rendi lalu mengambilkan roti dan susu yang sudah di siapkan di atas meja. Setiap pagi Rendi jarang sarapan dengan nasi, paling roti sama susu udah kenyang nanti di kantor jam 11:00 lewat baru deh dia sarapan lagi dengan makan nasi.


Acara sarapan pada pagi itu akhirnya usai juga, semua mulai beranjak dari kursi terutama Rendi yang sedang bergegas siap-siap untuk ke kantor.


"Bu rendi berangkat dulu yah, bi, cindi aku berangkat dulu." ucap nya lalu beranjak menuju pintu, terlihat cindi mengikutinya di belakang. Mobil itu melaju kencang terlihat dari kejauhan di kaca mobil ada wajah yang sedang tersenyum dan melambaikan tangan mesti dia begitu di abaikan, tendi menghela napas legah. Dia terus berfikiran mau sampai kapan dia tercekik di rumah itu, bernafas saja sungguh sangat sulit.


Cindi masuk ke dalam rumah dan menutup pintu, terdengar di dalam dapur bi inem dan ibu sedang membesihkan di dalam rumah.


...🐼🐼🐼...


Nayla pagi-pagi harus terbiasa mandiri karena kadang bibi sibuk mengurus rumah sendirian, jadi dia harus membiasakan diri untuk tidak bergantung dengan orang lain.

__ADS_1


Walaupun Ruman itu terlihat besar dan mewah tapi dia tetap lah seperti Cinderella, setelah ayahnya menikah lagi dia punya saudara diri hanya saja dia berbeda dengan cerita Cinderella, tampaknya dia begitu lebih cuek ke ibu tiri dan saudara nya. dia punya alasan untuk tidak begitu dekat dengan ibu tiri itu, pasalnya dia adalah teman ibunya bagaimana mungkin ibunya tidak pernah kembali lagi setelah kehadiran dirinya di rumah ini.


Kasus tentang ibunya masih menjadi sebuah misteri apakah dia masih hidup atau udah tiada. akan tetapi dia masih terus mencari tau dan menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi dengan ibunya, mengapa dia tidak pernah muncul lagi di hadapan nya setelah dia menunggunya selama 20 tahun terkahir.


__ADS_2