CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Wisata Alam Mangrove, Angke Kapuk


__ADS_3

Selesai makan mereka lalu membayar semuanya di kasir dan melanjutkan perjalanan nya, di perjalanan Kevin sempat bingung mau kemana.


"kak kita kemana dulu nih?" Tanya denis


"Yah aku sih terserah kamu saja nis." Ucap cindi kepada adik sepupunya.


"Yaelah kalau aku sih pusing, aku yakin nih sekarang jakarta pasti sudah banyak berubah kak." Cindi hanya mengangguk-angguk.


"Iya memang sih, gimana kalau kita ke Tepatnya di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk yang berada di kawasan Penjaringan-Jakarta Utara. Tempat wisata di Jakarta ini punya banyak spot menarik untuk dikunjungi loh." Ucap Cindi teringat salah satu tempat wisata yang pernah di kunjungi nya bersama teman-teman nya dulu semasa kuliah.


"Yaelah ya udah meski jauh tapi gak papa lah yang penting seru." Cindi menjitak kepala anak itu meski dia pake helm.


"Kalau naik motor tuh tidak terasa perjalanan nya Nis." Ujar Cindi.


"Yah aku sih ok-ok saja lah kak." Motor itu melaju tidak terlalu kencang karena menghindari kecelakaan bagi pengemudi motor-motor besar di jakarta.


Hampir menggunakan waktu sampai satu jam perjalanan, mereka sudah sampai di Taman Wisata Alam Mangrove, Angke Kapuk tepatnya Jalan Garden House, Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.


"Woah.... akhirnya sampai juga kita, gimana perjalanan nya kak seru nggak?" Tanya Denis


"Seru banget, kakak tidak ingat lagi kapan terakhir kali kakak naik motor." Cindi terlihat sangat bahagia dan sangat menikmati perjalanan itu. Mereka sempat berfoto-foto sambil berjalan-jalan penuh canda tawa layaknya sepasang kekasih, padahal faktanya mereka saling menyayangi satu sama lain seperti saudara.


...🐼🐼🐼...


Terlihat pemandangan di taman itu sangat mempesona dengan alam yang hijau nan terawat, Cindi dan Denis benar-benar menikmati pemandangan di taman itu.


Terlihat banyak para turis yang berdatangan ke taman itu sambil berfoto-foto, saat kita masuk ke taman ini sudah terlihat pemandangan yang bisa menyegarkan mata para pengunjung. Perjalanan Cindi dan Denis melalui berbagai pemandangan apa lagi di alam terbuka.

__ADS_1


Mulai dari melakukan perjalanan melewati jembatan bambu, hingga berkeliling dan menikmati pemandangan asri dan sejuk berupa hamparan pohon-pohon bakau sambil melihat berbagai satwa seperti monyet, kepiting, ikan, biawak, dan berbagai jenis ikan yang sangat indah di taman itu.


Wisatawan juga bisa menggunakan perahu perahu dayung, atau kano. Perjalanan melalui air dapat menjadikan momen berlibur lebih menyenangkan dan menjadi lebih dekat dengan hutan mangrove yang terlihat hijau dan asri.


Tak henti-hentinya cindi menikmati lukisan tuhan yang tak ada duanya di depan matanya, Sambil menghirup udara segar mereka tetap berada di atas perahu tertawa bahagia.


"Sumpah indonesia memang keren, liat kak para bule-bule di sana bahkan berfoto-foto penuh bahagia." Tunjuk Denis kepada para wisatawan asing di pojok sebelah sana tepatnya di Jembatan itu.


"Eh kamu mau ke sana nggak sebentar, ada monyet tuh." Tunjuk Cindi ke salah satu hutan-hutan di taman itu yang ditempati para monyet-monyet.


"Boleh juga tuh, tapi sepertinya kita harus bawah pisang deh kak." Mendengar hal itu Cindi hanya tersenyum, dia memperlihatkan Denis di tasnya pisang masak satu sisir.


"Eh kakak beli di mana?" Tanya Denis heran setau dia selam bersama nya dia tidak melihat Cindi beli pisang.


"Tadi waktu kamu ke kasir aku liat ada penjual pisang, aku teringat waktu ke sini dulu ada monyet di dalam taman ini jadi sekalian aku beliin buat si onyet." jelas Cindi, Denis mengacungkan jempolnya.


"Nggak boleh, ini buat si onyet nanti tidak cukup lagi." Cindi mengancing kembali tasnya.


"Yee, cuma satu doang janji tidak minta lagi." Rengek Denis, Cindi paling tau kebiasaan anak itu kalau dia minta baru di kasih lantas dia suka, maka habis lah makanan cemplung masuk ke perutnya semua.


"Janji nih tidak minta lagi," Ucap Cindi.


"Janji deh," Cindi memberinya satu satu pisang. Denis menikmati pisang itu dan sengaja membuat Cindi ngiler supaya dia mau memakan nya juga.


"Tidak usah kasih ngiler kakak, aku juga tidak bakalan ngiler tau." Ucap Cindi kesal, dia langsung menjitak kepala Denis.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


Setelah berwisata menggunakan perahu sudah selesai, Mereka lalu turun dari perahu. dia berjalan kaki menyelusuri jembatan panjang itu untuk pergi melihat hewan-hewan yang ada di taman ini terutama onyet.


Di perjalanan tak lupa Cindi dan Denis memotret momen itu bahkan merekamnya. Saat sudah sampai di hutan yang banyak pohon-pohonya, di lihat nya Cindi monyet pada bergelantungan di pohon. Sambil berbunyi-bunyi menyambut kedatangan para wisatawan.


Mereka melihat ada anak monyet yang sedang duduk termenung sendirian sepertinya dia lapar.


"Denis... pelan-pelan nanti dia kabur," Ucap Cindi. Cindi lalu membuka tasnya dan menyuruh denis menangkap anak monyet itu.


"Hap," Anak monyet itu tertangkap Cindi langsung memberinya pisang yang sudah di bukanya agar anak monyet tidak ribut dan bisa mengundang para kawan nya.


Monyet itu duduk di pangkuan Denis sambil mengunyah makanan itu dengan lahap, Cindi berjalan mendekati para sekawan monyet dan memberikan nya pisang yang sudah di potong-potong dua agar cukup untuk di makan oleh mereka.


Kak kak kak kak, panggil Cindi kepada para monyet dan memberikan nya makanan. Para monyet berdatangan, Cindi sengaja memancingnya dari jauh agar tidak menganggu monyet kecil yang di pangkuan denis yang sedang menyantap dua pisang.


Para monyet bahkan memegang pipi Cindi atas rasa terimah kasihnya sambil bersahut-sahutan. Ada juga yang mencium pipi Cindi.


"Ummah, Cindi Membalas mencium sekawanan monyet itu sambil bermain bersama-sama.


Saat Cindi asik bermain-main bersama sekawan monyet, para monyet-monyet kecil mulai berdatangan. Cindi mengambil pisang yang masih tersisa di tasnya dan melemparkan nya ke arah sekawanan anak monyet sambil bermain-main dengan para monyet yang lain.


Setelah selesai bermain dengan monyet, Denis dan Cindi mendatangi tempat ikan di mana berbagai jenis ikan ada di bawah.


Para wisatawan juga bisa memberinya makan yang sudah di sediakan di taman itu, Denis memberi makan para ikan itu terlihat mereka saling berkerumunan untuk mengambil jatah mereka meski masih ada yang tidak kebagian.


Tapi namanya juga ikan mana ngerti dia kalau di teriakan untuk berbagi, Kecuali kalau teman nya sudah kenyang makan teman yang lain akan kebagian. Denis sangat pintar dalam membagi makanan ikan itu dia melemparnya ke berbagai arah jadi semuanya pasti dapat.


...🐼🐼🐼...

__ADS_1


__ADS_2