CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Istri idaman Dokter ridho


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11:00 Cindi sudah bersiap-siap untuk ke rumah sakit, karena semalam dia di telpon sama pak ridho katanya dia sudah menemukan lokasi tempat yang benar-benar ampuh.


Cindi mengambil Handphone dari dalam tasnya untuk menelpon pak ridho apakah hari ini dia masih ada pasien.


Tuut tuut tuut, Suara khas serak pak ridho di seberang telpon. Cindi langsung saja menanyakan nya, apa kah dia masih sibuk di kantor atau sudah bisa menemaninya.


"Iya, Assalamualaikum Cindi." Ujar pak ridho sopan.


"Cindi mau nanya apa bapak masih banyak pasien?" Tanya Cindi.


"Ini tinggal sedikit, biar bapak yang nanti menjemput kamu." Mendengar hal itu Cindi hanya menyetujuinya saja.


"Okey dok, saya tunggu." Ujar Cindi, bagi Cindi dokter ridho sudah seperti kakak, saudara, orang tua untuknya. Cindi termenung sejenak mengingat semua hal yang mestinya tidak terjadi.


flasback on


Cindi berbaring di atas kasur terlihat Rendi sudah terlelap dari tidurnya, tiba-tiba handphone nya berdering. Cindi sontak kaget saat menyadari yang menelpon nya dokter ridho.


Dia diam-diam keluar kamar lalu pergi ke kamar sebelah dan menguncinya rapat-rapat biar tidak ketahuan sama Rendi.


"Halo assalamualikum dok," Ujar Cindi


"Waalaikum salam, Bagaimana keadaan mu?" Tanya Dokter ridho.


"Baik dok, ada apa dokter menelpon ku malam-malam?" Tanya Cindi penasaran.


"Aku sudah bicara sama tempat terapi terbaik di kota jakarta," Ujar dokter itu. Mendengar hal itu tiba-tiba Cindi langsung kegirangan.


"Serius dok, tempat nya di mana?" Tanya Cindi mulai penasaran.


"Tempat nya tidak terlalu jauh dari kantor mu kerja." Ujar pak ridho.


"Okey, jadi kapan dok kita akan ke sana? bukan nya lebih cepat lebih baik." Pak ridho lalu memberi taunya.

__ADS_1


"Kalau besok kamu siap-siap siang-siang, nanti kalau aku masih banyak pasien kamu bisa menyusul ku ke rumah sakit." Mendengar hal itu Cindi benar-benar dipenuhi perasaan bahagia, dia tidak bisa menahan nya lagi sampai- sampai membuat air matanya menetes.


"Terimah kasih dok sudah mau membantuku, dokter sudah seperti orang tua sekaligus kakak saya." Cindi tidak henti-hentinya menangis terharu.


"Berarti bapak sudah tua dong, bapak kan msih usia 30 lebih." Dokter ridho sengaja memancing Cindi agar dia tertawa.


"Hahaha, gak papa lah dapat orang tua yang mudah dan baik hati seperti bapak." Dokter ridho benar saja Cindi malah tertawa.


"Yaudah besok kamu siap-siap saja biar besok bapak kasih tau apa akan di jemput atau tidak" Mendengar hal itu Cindi hanya menyetujuinya saja.


"Baik dok, terimah kasih karena sudah banyak membantu Cindi, aku tidak tau mau bilang apa lagi dok selain rasa terimah kasih." Terdengar di ujung sana dokter ridho malah tertawa.


"Hahahahaha, ya sudah kamu tidur biar besok bisa ke tempat nya." Nasehat dokter ridho, Telpon di tutup Cindi langsung mengusap air matanya dan memilih kembali ke kamar nya.


Saat membuka kamar Cindi berusaha untuk diam-diam keluar kamar agar tidak ketahuan oleh Rendi, Cindi kembali ke kamar itu dan tertidur di atas kasur itu.


...🐼🐼🐼...


Pak ridho di rumah sakit masih punya dua pasien jadi dia meski benar-benar fokus menangani pasien itu, pasien yang cek up sebentar siang akan di tangani oleh kerja sama tim perawat.


Beberapa menit kemudian tepatnya pukul 12:25 pasien sudah di tanganinya. Dokter tampan itu keluar dari ruang rumah sakit menuju ke ruang kepala perawat. Dengan menyelusuri koridor rumah sakit terlihat beberapa perawat akan menunduk memberi hormat kepada nya.


"Selamat siang pak," Ujar salah satu perawat.


"Siang," Jawab dokter itu singkat di barengi dengan senyuman di wajahnya. Di depan ruangan perawat pak ridho langsung mengetuk pintu ruangan itu.


Terlihat seorang wanita mudah seumuran Cindi membuka pintu ruangan, dia istri dokter ridho salah satu teman angkatan Cindi sekaligus sahabat baik Cindi.


Awalnya Dokter ridho sangat mengangumi kedua mahasiswa itu sampai akhirnya dokter itu menyimpan perasaan kepada dan akhirnya mereka menikah. Cindi sangat bahagia melihat sahabat nya menikah dengan orang yang dia cintai.


"Hai sayang, kamu sudah selesai kerja?" Tanya Tania.


"Iya, ini baru saja selesai." Ujar Dokter ridho.

__ADS_1


"Ohhh, buka nya kamu ada janji sama adik cindi?" Tanya Tania.


"Iya, makanya aku datang ke sini untuk pamitan ke kamu." Dokter riho memegang pipi istrinya.


"Ya ampun kirain ada apa." Ujar Tania.


"Aku juga mau minta tolong kalau ada pasien aku yang cari kamu bisa kan suruh perawat lain untuk menanganinya dulu." Mendengar hal itu Tania langsung mengangguk dan tersenyum.


"Jangan senyum dong, nanti ada yang naksir." Gombal dokter ridho.


"Siapa, bukan nya aku sudah punya kamu." Tanya Tania gombal.


"Aku, Nanti aku makin Cinta. hahahahah."


"Ada-ada aja, mau masuk?" Tawar Tania.


"Tidak, adik manja mu sudah menungguku. nanti dia ngambek loh." Ujar Ridho.


Hubungan Tania dan Cindi memang sangat dekat, bahkan ketika ke rumah sakit Cindi selalu rindu sama tania jadi kalau ada waktu dia akan berkunjung ke ruang itu. Apalagi dia sudah seperti adik kakak, jadi wajar saja kalau Tania sangat menganggap Cindi sudah seperti adiknya.


Apalagi Cindi lah yang membuat mereka Cinlok di kampus, Cindi sangat dekat sama dokter ridho jadi dia mengatakan yang sebenarnya ke ridho. Tau-taunya sang dokter juga mempunyai perasaan yang sama, Awalnya Tania marah karena dia malu. tapi saat Dokter ridho melamarnya betapa senangnya dia sampai dia berulang kali memeluk Cindi.


Usia mereka memang berbeda Tania lebih tua satu tahun dari Cindi jadi tania menganggap Cindi sudah seperti teman, sahabat sekaligus saudara bagi nya.


"Titip salam yah sama adikku, bilang kalau aku lagi sibuk gak ada waktu." ucap Tania.


"Siap deh sayang, Cindi penyakitnya semakin kumat." Ujar dokter ridho.


"Iya, aku tau meski Cindi menutupinya. kami perawat kami bisa baca meski hanya melihat nya dari jauh." Ujar Tania.


"Istriku memang pintar, ya sudah aku duluan doakan akan selamat sampai tujuan." Ridho lalu mengecup kening istrinya, lagian ruangan di koridor sepi.


"Amiin," Tania tersenyum, Dokter ridho lalu berjalan keluar rumah sakit, terlihat Dari kejauhan masih terlihat Tania melihat punggung suaminya sampai tidak kelihatan lagi.

__ADS_1


Dokter ridho langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu ke jalan raya besar, dia sangat tenang dalam mengemudi dengan diiringi suara musik yang bisa menyejukkan jiwa.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2