CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Makanan siang telah datang.


__ADS_3

Tak terasa waktu yang mereka gunakan berdua ternyata cukup lama bahkan memakan waktu sekitaran 3 jam lebih, Cindi benar-benar kaget saat melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Drama yang di nonton nya juga tak berlangsung lama sudah terganti ke drama yang lain. Karena merasa filmnya sudah habis dia lalu memutuskan untuk turun ke dapur untuk bercerita-cerita sama bi inem.


Saat asik-asik cerita di dapur tiba-tiba ada yang membunyikan bel, cindi dan bibi sontak kaget. Cindi lalu menyuruh bibi untuk tetap duduk, dan dialah yang akan membuka pintunya.


"Biar aku aja bi, mungkin tamu dari tetangga sebelah." Ucap Cindi sambil tersenyum ramah, mau tidak mau bi inem harus bisa mengikuti kemauan dari tuan rumah.


Terdengar di luar suara pak budi, sopir pribadi itu berbicara dengan cindi sambil menyerahkan beberapa makanan yang di bawah dari rumah nya rendi.


"Bi inem kayaknya ini makanan banyak yang datang," Teriak Cindi sambil berterima kasih kepada pak budi yang sudah jauh-jauh ke sini untuk mengantarkan mereka makanan.


Bi inem datang dari arah belakangnya langsung membantu cindi untuk membawah masuk makan siang yang sudah di siapkan oleh mertua sekaligus tantenya.


"Nak cindi kayaknya ini cukup sampai malam deh, kita tidak usah masak sore lagi." ucap bi inem.


"Iya bi," Cindi tersenyum ramah ke arah bi inem.


"Makasih yah pak budi udah mau antarkan kami makanan." ucap Cindi ramah sambil tersenyum ramah ke arah pak budi.


"Iya non sama-sama ini sudah kewajiban saya sebagai bawahan pak direktur." ucap pak budi sambil tersenyum ramah.


"Jangan bilang bawahan pak, sebagai pekerja aja biar terdengar lebih santai." Ucap Cindi sambil tersenyum ramah.


"Ohhh iya non," Ucap pak budi sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


Pak budi lalu meninggalkan tempat itu, cindi menutup kembali pintu lalu masuk ke dalam dapur. Di dalam dapur terlihat bibi sibuk mengatur makanan itu di meja dan sisanya di simpan di dalam kulkas.


"Bi aku naik dulu yah mau cek keadaan rendi," Ucap Cindi dengan wajah yang terlihat sedikit pucat.


"Iya nak, sekalian bawah kan sarapan udah jam 12 siang juga." Nasehat bi inem, Tanpa pikir panjang cindi langsung mengambil nampan yang berada di dalam lemari piring lalu di siapkan nya makan siang buat rendi di atas nampan itu. Setelah semua nya sudah siap di atas nampan cindi lalu membawah nya naik ke atas kamar.


...🐼🐼🐼...


Di dalam kamar rendi malah sibuk membaca koran sambil rebahan, demam nya udah agak baikan sekarang meski masih terkulai lemas di atas tempat tidur.


Rasa lapar mulai membuatnya semakin lemas tapi dia belum begitu kuat untuk berjalan kesana kemari, dalam keadaan sakit seperti itu dia hanya bisa memegang perutnya. Cacing-cacing dalam perutnya seperti tidak sabar ingin meminta jatah makan.


"Aduhhh perut tidak bisa di kontrol lagi," Ucapnya Kesal tangan nya masih memegang perutnya


Saat sedang asik-asiknya membaca koran dia sontak kaget mendengar suara pintu ada yang buka.


"Makan yang banyak yah, mau aku suapin nggak?" Tanya cindi kepadanya.


"Tidak usah biar aku sendiri aja," ucap rendi. Cindi membantu rendi untuk bangun dari tidurnya, lalu nampan itu diletakkan di atas kasur tepat di depan nya. Saat makanan itu sudah ada di depan nya semakin tercium aroma bumbu ikan menusuk masuk ke dalam hidungnya. tanpa pikir panjang dia langsung ingin menyantap makanan yang ada di depannya itu tapi cindi langsung menegurnya.


"Eitsss.... Tunggu dulu sebelum makan baca doa dulu dong biar berkah dan cepat sehat." nasehat cindi kepadanya saat itu.


"Okey," Ucapnya sambil mengangkat kedua tangan nya dan langsung menyantap makana nya itu.

__ADS_1


"Eits tunggu dulu," Tegur cindi lagi. saat itu rendi benar-benar kesal sekali, bagaimana mungkin dia di suruh stop lagi padahal sudah membaca doa.


"Apalagi sih," kesal rendi saat itu sambil memonyongkan mulutnya.


"Makannya pelan-pelan jangan buru-buru, lagian tidak akan ada yang mau ambil makanan mu." Ucap Cindi dengan nada yang lemah lembut yah kali ini rendi hanya bisa nurut saja lagian mungkin demi kebaikan dia juga.


Cindi tersenyum saat melihat cara makan rendi kali ini terlihat lebih kalem dan imut, tidak seperti biasanya dia selalu juara pertama makan di dapur bareng dia dan bi inem.


"Ehmm ambilin air dong," ucap Rendi di sela-sela dia makan. Cindi lalu menuangkan air minum ke gelas dan memberikan nya kepada rendi.


"Ini bos, ya udah aku mau turun ke bawah yah ingat pesan aku jangan makan terlalu buru-buru." Nasehat cindi kepadanya, kali ini rendi lagi-lagi hanya mengangguk saja. Cindi berjalan keluar kamar, kali ini rendi di dalam malah menyantap makanan itu di luar cindi malah merasa lapar juga melihat cara makan nya rendi.


"Aduhhh, bikin ngiler aja tadi." Ucap cindi menuruni anak tangga satu persatu.


"Di dapur terlihat bi inem sudah makan duluan."


"Bi tungguin Cindi," ucap cindi sambil tersenyum manis, mendengar ada yang menyebut namanya dia langsung berbalik.


"Nak cindi sini makan nak," Sapa bi inem.


"Iya bi ini barusan mau makan dulu, bibi sih bukan nya tungguin aku malah makan duluan." Ucap cindi lembut. Bi inem hanya tersenyum ramah mendengar nya, terasa banget kalau perut cindi sekarang mulai berkeroncongan lagi.


Kroook.... krooookkk.... krooook.... Suara perut cindi berbunyi terus menerus membuat membuat bibi langsung menatapnya. Saat tangan nya mau mengambil makanan lagi-lagi perutnya berbunyi, cindi memegang perutnya lalu menatap ke arah bi inem sambil tersenyum tipis seolah tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


bibi hanya tersenyum saja lalu melanjutkan makan nya, di dapur hanya ada mereka berdua saja seakan dunia milik mereka berdua. Selesai makan lagi-lagi cindi membantu bi inem di dapur, bi inem hanya bisa membiarkan nya lagian dia tidak enak kalau mau menegurnya lagi. Yah gimanapun ini rumahnya mereka jadi kalau mau ngapain bi inem mah cuma bisa nurut aja sama pemilik rumah, bi inem kan di gaji jadi tidak ada haknya buat dia melarang-larang cindi. Cindi hanya saja tidak enak jika semua pekerjaan rumah di kerja oleh bi inem apalagi kan dia di panggil buat membantu beban cindi bukan berarti cindi harus enak-enak.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2