
Rendi berjalan duduk di pojokan diikutin cindi dari belakang, terlihat beberapa gadis menatap nya. Seperti tidak terasa asing di mata mereka wajah Rendi, cindi hanya tersenyum kepada beberapa wanita yang menatap suaminya. Beberapa wanita yang menatap Rendi jadi tersipu malu, sebagian ada yang seperti sedang berbisik-bisik.
"Wah keren banget ini mah produk asli Indonesia mirip banget artis Korea." ucap gadis remaja.
"Iya sih, tapi yang di belakang itu pacar nya apa bini nya yah?" Tanya salah satu teman nya.
"kalau bukan istri nya yah mungkin pacarnya kali, semoga saja masih pacaran yah." kata Dian dengan genit nya.
"Ishh, dudul kalau masih pancaran emang kenapa Din?" Tanya linda seketika, dia memang tidak perlu heran dengan teman nya yang satu itu. jangan kan cowok itu kemarin aja Dady sugar di Ambat meski udah usia empat puluhan kalau masih ganteng dan berduit pasti di embat mah dia.
"Yah kalau masih pacaran yah gak papa," ucap nya dengan tidak merasa berdosa sedikitpun.
"Eleh otak kau Din, om om kemarin aja belum kelar." Ucap Linda sambil menyiku punggung teman nya itu.
"my Dady sugar ku tenang aja masih aman, lagian baru aja kemarin di transfer duit Ama dia, Katanya tahun depan ngajak nikah."
"Ohok ohok ohok, kamu serius Din?" Tanya linda masih kaget mendengar perkataan sahabat nya.
"Iya, lagian kenapa sih Lin dia kan udah cerai sama istrinya satu tahun yang lalu. aku juga sayang sama dia jadi gak papa kan?" cetusnya pada Linda, Linda hanya terbengong mendengar nya dia baru tau kalau Dady sugar itu ternyata udah cerai. soalnya dia liat kemarin sih Dady sugar Dinda jalan sama wanita dia pikir istri nya malas aja dia ikut campur dengan hubungan mereka.
Sementara sepasang di pojokan sana tidak sama sekali memperdulikan kedua wanita itu yang sedang membicarakan dirinya. Cindi terlihat asik melihat-lihat beberapa menu, sekali-kali dia mengintip Rendi dari balik buku menu yang pegang nya, sedang si rendi sibuk dengan handphone di tangan nya.
Dari tadi dia bingung mau mencicipi makanan apa, Rasanya dia pengen banget mencoba semua menu yang ada di restoran tersebut, apalagi dia di temanin sama sultan melenjit, jadi kalau dia mencoba makanan seluruh restoran juga bakalan di bayar. Tapi sayang nya lambung nya kecil, beli makanan sebanyak itu juga nggak bakalan muat di perut nya yang sangat ramping itu.
__ADS_1
Udah berapa menit dia duduk bersama Rendi tapi cindi dari tadi hanya melihat-lihat menu itu, cindi hanya bisa menelan air liur nya. Rendi sebenarnya nya dari tadi jadi tidak sabaran di buat tingkah cindi, lama-lama dia jadi gemes banget sama cindi yang dari tadi cuma melihat-lihat menu itu tanpa memesan makanan, walaupun dari tadi dia sibuk dengan handphone di tangan nya tapi sebenarnya dia juga lapar tidak sabar ingin memesan makanan.
Sekian lama membolak-balik menu makanan dia malah terpaku dengan salah satu menu makanan khas Jepang, makanan yang belum pernah dia coba tapi rasanya pengen aja dia coba. padahal dia sendiri tidak tau bagaimana rasa nya makanan itu, yah tapi karena dia begitu terpesona dari tampilan gambar nya yang begitu cantik dan indah.
"Ehmm, Ehmmmm, Ehhhhmmm," Cindi berdehem berharap Rendi bakalan merespon nya. Namun apa yang di pikirnya tidak seperti apa yang harus nya terjadi, Rendi malah sengaja tidak mendengarkan dirinya. Rendi kesal akibat tingkah cindi yang membuat nya sedikit agak kesal hari ini.
"Ehmmm, Ehmmm, Ehmmm," Cindi mengulang nya lagi namun usaha nya tetap lah gagal. Cindi berusaha untuk mencari cara lain, dia terus memikirkan cara agar bisa menyadarkan Rendi. Kalau ngomong langsung rasanya tidak pas apalagi Rendi orang nya cepat emosian, takut pas ngomong malah di bentak. dia memikirkan kesehatan jantung nya yang tidak begitu normal, di bentak sedikit langsung kaget dan syok.
"Ehmm, Rendi aku mau?" Belum selesai ngomong Rendi langsung menghentikan kegiatan nya handphone itu di simpan di atas meja lalu menatap cindi.
Akhirnya dia peka juga, ini waktunya aku ngomong sama dia. kesempatan kali ini harus berhasil. Gumamnya.
"Ehmmm, Ehmmm, Ehmm, Ada apa ngomong aja gak usah takut-takut." ucap Rendi yang seperti nya sudah naik darah di buat oleh nya.
"Iya boleh, silakan, tidak masalah, pesan aja." Kesal Rendi saat itu.
"Horeeee," Cindi bertepuk tangan seperti anak kecil. Rendi lalu menarik menu itu dari tangan nya dengan sedikit kesal, sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
...🐼🐼🐼...
Rendi kali ini hanya menatapnya heran, cindi lalu memanggil kasir dan memesan beberapa sashimi bahkan memesan nya juga untuk di bawah pulang ke rumah.
"Kak," Teriak Cindi kepada salah satu pelayan cowok yang sedang berjalan di sampingnya.
__ADS_1
"Iya ada apa kak?" Pria itu berbalik lalu menghampiri cindi.
"Aku mau pesan ini, separuhnya di bungkus untuk di bawah pulang yah kak." jelas cindi kepada salah satu pekerja di restoran tersebut.
"Iya kak, apa masih ada pesanan lain atau ini saja?" Tanya pelayan restoran itu.
"Ohhh iya bungkus lima jus alpukat nya gulanya jangan di banyakin." Nasehat cindi kepada pelayan restoran itu, kali ini Rendi hanya diam saja. saat cindi ingin bertanya kepada nya Rendi langsung mengangkat tangan nya.
"Aku pesan ikan gurami goreng dengan sambal pedas sedikit kecap, dan air putih." ucap Rendi kepada pelayan restoran.
"Okey kak," pelayan itu membawa kertas kecil masuk ke dalam dapur. saat asik melihat-lihat beberapa menu lainnya, suara handphone Rendi berbunyi terlihat Rendi mengakar telpon.
"Iya halo Bu," ucap Rendi kepada ibunya di seberang.
"Kok belum pulang sayang?" Tanya ibu di seberang.
"Ini Bu masih di restoran, lagi makan malam Bu." ucap Rendi kepadanya.
"Owhhh, Cindi mana ibu mau bicara dengan nya." terlihat Rendi menatap cindi lalu memberikan ke cindi handphone nya. Cindi langsung siap siaga mengambil handphone dari genggaman rendi tanpa aba-aba. Kali ini Rendi harus benar-benar mengelus dada nya. terlihat gadis itu berbicara dengan suara khas nya yang lemah lembut itu.
Beberapa menit kemudian pelayan datang membawa beberapa menu pesanan yang sudah mereka pesan tadi. Kedua pasangan sejoli itu lalu melahap santapan malam itu, cindi begitu menikmati makanan yang dia pesan sedangkan Rendi begitu menikmati makanan nya tanpa berkata-kata.
Cindi tertarik dengan ikan yang masih banyak di piring Rendi, dari tadi dia melihat terus ikan itu. rasanya ikan itu bakalan nyasar masuk ke dalam mulut nya, Rendi yang dari tadi kalem akhir nya risih di buat nya. dia lalu memotong separuh ikan gurami yang berukuran besar itu lalu memasukan nya ke dalam mulut nya. seakan-akan sengaja membuat cindi ngiler dengan makanan yang dia pesan malam itu.
__ADS_1
"Yang....yang.... minta yang," ucap cindi dengan wajah sedih abis di tipu oleh Rendi. dia tadi membayangkan kalau ikan gurami yang lezat itu melayang di piring nya tapi ternyata tidak sesuai dengan harapan.