
Di dalam kamar itu cuma ada mereka berdua, cindi duduk di dekat rendi dengan tersenyum ramah, karena hal itu yang pernah dia lakukan waktu masih praktek dan sempat kerja di rumah sakit waktu itu.
Yah waktu begitu cepat berlalu dan meninggalkan kenangan bersama salah satu staf rumah sakit yang sempat jadi kekasih cindi. Mengingat masa lalu membuatnya sempat trauma sampai akhirnya dia bertemu bayu dan mulai percaya lagi akan adanya cinta. Tapi hal yang tidak dia sangka malah terjadi lagi bayu yang dia percaya selama ini malah membuatnya kesal dan marah dan sempat tidak percaya lagi sama laki-laki.
Sampai dia bertemu seseorang yang sangat menyebalkan baginya malah sekarang menjadi jodohnya, Pria yang sangat di bencinya kemarin malah sekarang sedang terbaring lemas di samping nya.
"Ehmmmm," Rendi sengaja memecahkan lamunan cindi sebelum baskom yang di pegang nya malah tumpah ke kasur. Cindi terbangun dari lamunan nya langsung pura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Cindi memeras kain handuk kecil itu lalu di letakkan di kening rendi, rendi yang saat itu demam tinggi hanya bisa diam saja. Serasa seluruh sekujur tubuhnya meriang saat handuk itu menyentuh kening nya. Cindi mengusap-usap kening nya dan wajahnya menggunakan handuk itu serta lehernya agar demam nya turun.
Selesai mengusap nya cindi lalu mengompres nya tepat di kening rendi, kala itu rendi cuma bisa diam membisu. Cindi menyimpan air yang berada di baskom tepat di atas lemari kecil di samping tempat tidur lalu menghampiri rendi yang masih terdiam seperti menggigil.
Cindi memegang tangan rendi dan mengusap-usap telapak tangan rendi dengan telapak tangan nya untuk memberi kehangatan. Tanpa sadar rendi merasa lebih baikan saat cindi mengusap-usap telapak tangan rendi dengan telapak tangan nya. Tangan yang menggigil dan masih terasa dingin itu sudah agak mendingan. Rendi lalu berbalik ke arah cindi dengan wajah yang putih pucat sambil tersenyum mengucapkan rasa terimah kasih padanya.
"Makasih yah," Ucap Rendi sambil tersenyum ramah, Rendi sempat kaget tidak biasanya pria ini akan tersenyum kepadanya dengan sangat tulus, biasanya dia tersenyum karena hanya terpaksa tapi saat ini senyuman nya benar-benar bisa di baca oleh cindi dengan ketulusan yang di berikan oleh rendi dengan suatu ucapan yang sangat membuatnya berbunga-bunga meski ucapan itu terlihat sederhana.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...
Setelah beberapa menit akhirnya rendi agak baikan lagi, keringat membasahi sekujur tubuhnya. Cindi dengan setianya menemani rendi sambil menonton drama kesukaan nya yang sedang tayang di chanel khusus drama korea.
Cindi tak henti-hentinya tertawa menonton drama korea, Rendi yang asik membaca majalah malah ikutan penasaran dan memilih untuk menonton nya juga. Rendi yang tadinya berusaha untuk tidak terdengar tertawa malah ikutan tertawa terbahak-bahak.
"Ahahahhahaha," Ucapnya sambil memukul-mukul bantal yang tidak sama sekali berdosa itu. Tanpa sadar dia diliatin sama cindi yang sontak kaget dan langsung berbalik saat mendengar ada suara yang tertawa tepat di belakang nya. Saat asik menonton drama itu tanpa sengaja mata rendi terarah ke tatapan cindi yang masih serius menatapnya sambil tersenyum-senyum sendiri.
Ya ampun ternyata dia juga mudah tertawa, aku kira dia orang paling dingin di dunia sedingin es batu, ternyata dia bisa cair juga yah.
"Hahahhaha, aduhhh lucu yah lucu, Ahahahhahah lucu banget." Ucapnya sambil tak henti-hentinya memukul bantal guling yang ada di depan nya. Yang membuat cindi kaget bukan nya dia tadi sakit parah lah ini malah ketawa-ketawa kayak orang sehat. Yah mungkin ketawa yah yang membuat dia sehat, pikir cindi sambil sekali-sekali menggaruk-garuk kepala nya yang tidak gatal dengan penuh keheranan.
"Ahahahhahaha, Aduhhh..... aduhh..... Aduhhhh...." Lagi-lagi Rendi mengejutkan cindi dengan tertawa nya yang kali ini lebih besar dan berbeda dari ketawa sebelumnya, lebih parahnya lagi kali ini cindi tidak menggubris keadaannya tapi malah ikutan tertawa dengan ketawa rendi yang semakin menggila.
"Ahahahhahaha.... Hahahhaha....Hihihi..... Hihihi... Ahahahhahaha.... Huhuhuhu..." Kali ini rendi lah yang mengerutkan kening nya saat mendengar suara tawa cindi yang berubah-ubah dan terdengar seram tapi Lucu, dia sempat terdiam sebentar.
__ADS_1
"Haaaa, Ada apa dengan nya?" Ucap Rendi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Saat asik-asiknya menikmati drama lagi-lagi cindi tidak bisa nahan tawa, semakin lama semakin gila aja ketawanya rendi.
Aduh bisa ketularan aku nih, tapi gak papa lah ikutin aja alurnya. ucap nya dalam hati sambil tersenyum-senyum saat melihat ke arah rendi, wajah itu malah terlihat lebih tampan kalau ketawa dan senyum di bandingkan tidak menunjukkan ekspresi.
"Saat asik-asik ketawa eh malah drama berubah menjadi sedih dan sangat mengharukan, rendi yang tadinya ketawa ikutan terharu. Ini pertama kalinya dia nonton drama korea, sepanjang hidupnya dia tidak pernah nonton ataupun kepo. Sekarang dia sadar kenapa drama korea banyak peminatnya ternyata mereka sangat menjiwai dalam setiap drama yang di mainkan oleh para artis-artis. Bahkan saat menangis dan marah pun mereka sangat mendapatkan fil nya dalam bermain acting.
Rendi melihat ke arah cindi saat cindi asiknya menarik-narik tissue yang ada di meja sambil menatap layar televisi.
"Huuuuuuu, hiks.... Huuuuuuu..... Hiks... Huhuhuhu... hiks" Cindi berulang kali menangis menarik ulur ingusnya lalu di keluarin pake tissue. Kali ini Rendi yang tadinya ikutan terharu sontak saja tertawa lagi saat mendengar suara cindi menangis.
"Hahhahaha, ada apa dengan nya?" Tanya nya dalam hati. Kali ini cindi tersinggung dan langsung berbalik ke arahnya dan langsung menatapnya. Tapi karena tersadar di tatap oleh cindi jadi Rendi pura-pura nangis dengan mengikuti cara menangis cindi.
Ahahhahaha, Huuuuhuhuhu, Hiks... Huuuuuu... hiks," Ledek rendi sambil pura-pura mengambil tissue yang ada di meja. Yang membuat Cindi heran kok air mata rendi tidak jatuh, karena rendi merasa cindi mulai curiga akhirnya dia benar-benar pura-pura menangis dengan mencubit pahanya tanpa di ketahui cindi.
Aggggghhhh, Huuuuuuu, Hiks.... Huuuuu... hiks...." Tangis rendi yang benar-benar mengeluarkan air mata sekarang, gimana tidak nangis dia malah mencubit pahanya sendiri tanpa di liat oleh cindi. Cindi kali itu hanya menggeleng-geleng lalu berbalik kembali ke layar dan menikmati Acara nonton bareng Rendi.
__ADS_1
...🐼🐼🐼...