CEO Angkuh Itu Jodohku

CEO Angkuh Itu Jodohku
Kebahagiaan bapak itu


__ADS_3

Cindi yang dari tadi sibuk membuat air panas akhirnya selesai juga, dia lalu membawa nampan yang berisikan air panas itu di meja tamu. Lalu satunya di bawah ke meja Rendi dengan kue di toples kaca kecil ke meja Rendi, menyadari kedatangan cindi Rendi langsung pura-pura kerja tugas seakan tidak melihat kedatangan cindi yang sedang menuju meja nya.


"Ehmmm," Rendi berdehem dan Kemabli fokus ke layar komputer lagi, cindi hanya tersenyum kepadanya.


"Ini sayang di minum yah," ucapan cindi barusan membuat Rendi hampir saja syok dan sontak salah tingkah. Rendi sempat menatap teh dan kue kesukaan yang di bawah cindi ke meja nya, kali ini dia hanya bisa menelan air liurnya.


"Ehmm, kuenya di makan yah syang," Ucap cindi sambil tersenyum kearahnya.


"Iyaa," Ucap Rendi Tanpa menatap ke arahnya sedikit pun, dan pura-pura sibuk dengan komputer di depan nya. Cindi lalu berjalan menjauh darinya dan ikutan duduk di dekat pak direktur sedangkan Rendi hanya melihat nya dari belakang saja.


Setelah situasi sudah mulai aman rendi lalu membuka tutup toples itu dengan sangat hati-hati agar tidak ketahuan, di tambah minuman di sampingnya di seduh sedikit-sedikit.


Sesekali cindi berbalik melihat Rendi tanpa disadari olehnya, terlihat kedua orang tua itu bersalaman dan menyetujui kontrak kerja yang telah di setujui olehnya.


"Iya terimah kasih banyak yah pak, kalau begitu saya pamit pulang dulu." Ucap bapak itu dengan wajah yang sangat gembira sekaligus terharu.


"Iya pak, sama-sama ya udah besok bapak bisa mulai bekerja jangan lupa di bawah berkas nya yah pak" Ucap pak direktur.


"Ohh iya siap-siap pak," bapak itu lalu pamitan ke cindi dan Rendi yang sedang fokus melanjutkan tugas kantor.


Bapak itu keluar dari ruangan dengan perasaan yang sangat bahagia dan bersyukur, sedangkan cindi kali ini masih duduk di sofa di temani oleh pak direktur.

__ADS_1


Bapak itu berjalan mengelilingi kantor itu menuju tangga eskalator, dia kali ini mau jalan-jalan berkeliling kantor. Di mana salah satu kantor perusahaan tersebut yang ada di Jakarta bahkan terkenal, suatu keinginan nya dari dulu.


Dia mengingat pertama kali bertemu cindi sekali-kali dia tersenyum sambil melanjutkan perjalanannya. Di dalam ternyata lebih luas dan mewah di banding kan di liat dari luar.


Woahhh, aku tidak menyangka kalau aku bakalan ketemu dengan orang yang sebaik dan seramah anak itu, semoga Tuhan membalas kebaikan dirinya.


Tak terasa sudah menunjukkan jam 03 sore dini hari, bapak itu lalu dengan cepat nya terburu-buru untuk kembali ke parkiran. tak selang beberapa menit dia sudah sampai di parkiran. Dia lama menatap mobil taksi pemilik salah satu perusahaan di Jakarta.


"Maaf yah besok aku udah tidak akan bertemu dengan mu lagi," terlihat bapak itu tersenyum lalu memukul-mukul depan mobil itu dengan pelan sekali-kali dia mengusap nya. Terlihat ada orang yang lalu lalang yang melihat nya hanya diam saja seakan tidak peduli lalu kembali berjalan, setelah lama merenung bapak itu lalu masuk ke dalam taksi dan melakukan taksinya pergi ke tempat perusahaan taksi itu.


Mobil taksi itu melaju pergi meninggalkan perusahaan ternama dan terbesar di Jakarta, di jalan tak henti-hentinya mulutnya mengucap syukur atas kebaikan Tuhan yang maha esa kepadanya.


...🐼🐼🐼...


Cindi, dan beberapa teman kantor lainnya masuk ke dalam lift. Di lantai bawah tempat parkiran tepatnya, Rendi langsung saja amsuk ke dalam mobil di ikutin cindi. Mobil itu lalu melaju meninggalkan parkiran kantor yang sangat luas itu, terlihat beberapa karyawan. lain nya juga bergegas untuk pulang.


Di dalam mobil cindi terlihat diam saja malas untuk berbicara dan malah memilih tertidur di dalam mobil, beberapa saat kemudian perut Rendi berbunyi dan kebetulan banget di depan ada restoran. Rendi lalu memutuskan untuk singgah di restoran itu, emang tadi dia tidak sempat makan siang hanya makan kue dengan teh hangat doang.


Krook, Krook, Krook, suara perut itu terus berbunyi tanpa di sadari oleh cindi yang masih saja tertidur pulas di samping nya.


"Ehmmm," Rendi berdehem dia kali ini sengaja biar cindi terbangun, namun kali ini dia gagal membangun kan nya.

__ADS_1


"Ehhhmm, Ehmmmm, ehmmmmmmm," Rendi makin berdehem keras tiba-tiba saja cindi terbangun dari tidur nya dan pura-pura seakan tidak terjadi sesuatu.


"Kita mau ke mana sayang?" Tanya cindi seakan sadar kalau ini bukan jalan pulang menuju rumah mereka.


"Kita singgah makan di restoran itu dulu,"


Kroook........ Kroook..... Kroookkk, Tiba-tiba saja perut nya berbunyi, cindi langsung melongok ke perut Rendi sambil menatap wajah pria itu ya g sedang fokus menyetir.


Yaaa....Ya udah tidak papa syangku," ucap cindi lalu kembali fokus ke jalan lagi, sedangkan Rendi tidak menanggapi perkataan cindi hanya fokus menyetir saja baginya keselamatan mereka lebih penting dari segalanya.


Tak terasa arah tujuan mereka udah sampai di mana mobil sedang hitam sport mahal itu menepi di parkiran salah satu restoran yang begitu sederhana namun masakan nya bak restoran bintang lima.


Rendi keluar dari mobil sedangkan cindi masih di dalam mobil, wajahnya emang terlihat pucat. Liplos pink yang dia pakai tadi sudah mulai memudar sehingga membuat wajahnya terlihat lebih pucat. Rendi bahkan tidak menyadarinya, padahal dia setiap hari ketemu.


Cindi keluar dari mobil dengan sangat hati-hati tiba-tiba dadanya sakit, dia lalu memegang dadanya dan berusaha mengelus-elus dadanya yang kesakitan.


Ini bukan pertama kali sakit dada yang dia rasakan, ini bahkan kesekian kalinya terjadi. Namun karena dia sabar, itu alasan dia masih bertahan dan tetap berusaha mencari donor jantung yang cocok dengan dirinya yang benar-benar bersih dan sehat.


Setelah jantungnya agak baikan, cindi lalu berjalan masuk ke dalam restoran itu. ternyata dia dari tadi di tinggal oleh Rendi yang sudah lebih dulu masuk ke dalam. Cindi celingukan mencari ke sana kemari di mana suaminya berada, tau-tau nya suaminya ada di kasir sedang memesan beberapa menu makanan yang akan dia coba di restoran itu.


Melihat cindi yang masih kebingungan Rendi lalu menarik tangan istrinya menuju kasir, si tukang kasir langsung salah tingkah pas tau istrinya begitu lebih cantik darinya. doa pikir Rendi belum berkeluarga, kali ini Rendi tersenyum ramah ke pada sang kasir.

__ADS_1


Ya ampun senyum kok ke kasir sih aku kan di sini, tega banget sih si Rendi. kesal nya dalam hati sambil melihat-lihat menu di meja itu.


...🐼🐼🐼...


__ADS_2