
Di rumah Cindi malah menyibukkan diri untuk mengistirahatkan tubuhnya sambil membantu memperkenalkan beberapa alat-alat di rumah ini agar dia tidak bingung.
Hari ini tepatnya pukul 04-00 Cindi membantu bibi masak di dapur, yah setidaknya kan dia tau banget makanan apa-apa saja yang di suka penghuni rumah di sana. Cindi juga bisa belajar memasak masakan kesukaan rendi.
"Ini kesempatan aku belajar masak makanan kesukaan rendi," bisik nya dalam hati.
"Ehmmm, non kok melamun?" tanya Bibi kaget.
"Ohhh, nggak papa kok bi." ujar Cindi sedikit berbohong.
"Oh iya non hari ini kita mau masak apa?" Tanya Bibi inem.
"Masak makanan kesukaan rendi aja bibi." Ucap Cindi spontan, mendengar hal itu bibi hanya tersenyum seperti tau aja asmara dua sejoli.
"Okey deh non, kalau non yang mau kita hari ini masak masakan kesukaan nak rendi." ucap bibi, terlihat bibi mulai menyiapkan beberapa sayur mayur dan daging ayam kampung di atas meja kali ini mata cindi melotot melihat ada banyak jenis masakan di atas meja.
"Banyak banget jenis sayur nya bi?" tanya cindi.
"Iya non, nak rendi itu suka sayur capcay bahan nya jiga sudah lengkap." Ujar bibi sambil tersenyum melihat cindi kebingungan.
"Loh ini bahan dapat dari mana semua bi, aku aja belum pernah beli brokoli loh." ujar Cindi kaget.
"Ohhh, tadi sebelum ke sini aku sama pak budi itu ke pasar buat belanja. tapi kalau ayam kampung ini bibi yang bawah dari kampung kok neng." Jelas bibi panjang lebar, cindi hanya mengangguk-angguk saja.
"Oh iya bi, ayam kampung di kota mahal bi." Ujar cindi kepada bibi itu.
"Iya neng, harusnya bisa di belikan ikan banyak malah dapat satu ekor ayam saja." ucap bibi itu seakan dia merasakan pahitnya kehidupan saat tinggal di kampung.
__ADS_1
Flasback on
Jangankan makan ayam makan ikan saja susah, sampai akhirnya dia memutuskan untuk ternak ayam untuk di jual. Tapi sekarang ayam di kampung malah jadi langganan orang dan langganan pak direktur.
Bibi menitip usaha ternak ayam ke salah satu saudara nya yang belum nikah untuk di urus dan uang nya juga untuk biaya kuliah adiknya juga.
Sampai akhirnya adiknya selesai kuliah itu semua karena usaha ayam ternak itu, apalagi kan selama pak direktur jadi pelanggan setia mereka saat acara maka bisa saja si adiknya kaya mendadak karena ayam itu malah di beli mahal oleh pak direktur.
suatu hari adiknya kekurangan uang untuk membayar uang semester, dia menelpon ke kakak nya untuk meminjam uang nya bayar uang kuliah. Tiba-tiba saja pak direktur langsung memesan banyak ayam ternak kampung untuk acara keluarga waktu itu. Berkat pak direktur uang kuliah adiknya langsung terbayar lunas.
Adik cowok nya itu langsung tersenyum penuh bahagia, dia berlari-lari kesana-kemari dan memeluk ibu dan ayahnya karena uang kuliahnya bisa terbayar lunas lagi berkat bantuan pak direktur.
"Ibu... ibu... uang kuliahku terbayar lunas bu " Teriak dani kegirangan sambil berlari-lari kesana-kemari. Terukir senyum di kedua pipi ayah dan ibunya.
"Iya sayang, kamu harus semangat yah kuliahnya, kakakmu juga sudah banyak membantu mu sampai dia harus mengorbankan dirinya merantau cari kerja di kota." ujar ibunya.
Sampai tiba waktunya dia selesai menyelesaikan kuliahnya dengan nilai terbaik di kampus, dan mulai bekerja di perusahaan pak direktur.
...🐼🐼🐼...
Waktu begitu cepat berlalu, tak lama lagi rendi bakalan sampai di rumah. dia sudah berada di jalan menuju rumah. Di dalam mobil bermenit-menit membuat tubuh rasanya sangat lengket.
Niat sampai di rumah langsung mandi dan istirahat itulah yang ada di benak seorang rendi. dia benar-benar pengen istirahat saja, seluruh tubuhnya benar-benar gerah.
"Aduh aku kok merasa gerah padahal kan ac nya nyala." kesal nya dalam hati, memang suhu panas saat ini jadi wajar aja kalau di dalam mobil rasanya sangat gerah.
Rendi tetap melajukan mobilnya menuju ke kompleks perumahan, waktu yang di gunakan untuk sampai di rumah bahkan hampir satu jam. mobil itu memasuki kompleks perumahan yang begitu jauh dari kantor.
__ADS_1
Di perumahan mewah itu memang terlihat agak rameh, karena di dalam perumahan ada taman kecil yang sengaja di buat untuk orang-orang ada di dalam agar bisa bermain di taman umum itu. Rendi hanya tersenyum menatap keluar taman, terlihat seorang wanita tersenyum balik ke arahnya. Rendi sontak kaget saat menyadari ada seorang wanita yang tersenyum balik padanya, dengan malu-malu rendi berlahan menoleh kembali dan menyetir.
Ya ampun dia tadi membalas senyum ku, untung aja aku tidak di bilangin gila senyum sendiri.
bisiknya dalam hati sambil tersenyum-senyum seakan-akan hari ini dia benar-benar merasa lucu. Tidak abang nya di kantor, yah setidaknya itu tidak membuat ya stress karena selalu saja kakaknya menghibur dirinya.
"Abang dudul ku itu suka banget cari masalah sama aku," ucap rendi sambil menggaruk-garuk- kepala nya yang tidak gatal.
karena kebanyakan mikir akhirnya dia tidak sadar kalau sudah sampai di depan rumah.
Rendi menghentikan mobil itu, dia lalu masuk ke dalam rumah. tercium di depan pintu bau makanan sedap yang sangat dia kenal, itu masakan bibi tidak salah lagi. masakan kesukaan nya dari kecil yang suka bibi dan mamanya masakin.
Rendi naik ke atas kamar nya, jam sudah menunjukkan pukul 05:00. itu sudah menunjukkan kalau magrib tidak lama lagi. Rendi langsung membersihkan diri lalu berbaring di atas kasur untuk melepaskan penat nya.
Di dapur mereka tidak menyadari kehadiran rendi, mereka malah sibuk masak sambil cerita-cerita sampai tak terasa semua masakan sudah tersusun rapi di meja. Cindi kali ini terbelalak saat melihat di meja sudah banyak makanan tersusun rapi.
"Ada apa non, kaget yah?" Tanya bibi memecahkan lamunan cindi.
"Iya, aku kaget loh bibi." ucap Cindi masih terbelalak.
"Iya non memang seharusnya kita harus seperti itu, bibi sama yang lain nya sudah terbiasa cepat tepat dan rapi di rumah nya ibu hajra jadi kebawah sampai sini." ucap bibi inem sambil tersenyum ramah.
"Waw, sumpah bibi keren banget loh." Ucap cindi sambil tersenyum ramah kepada nya.
"Yah seperti itulah non, apa yang kita kerjakan dalam sehari-hari akan menjadi kebiasaan kita sendiri." nasehat bi inem, mendengar hal itu cindi hanya tersenyum saja.
...🐼🐼🐼...
__ADS_1