
Sampainya didalam rumah, Bagas melihat tidak ada yang berubah semua masih sama seperti dulu. Hanya ada satu yang berubah, yaitu di setiap dinding ada foto Gavin anaknya.
"Sayang Gavin letak dimana?" Tanya Bagas yang tidak tahu letak kamar anaknya.
"Kamar Gavin di sebelah kamar kita mas.." Jawab Zahra. "Kalau gitu Zahra mau masak untuk makan siang kita dulu ya mas.."
"Iya sayang.." Ucapnya. Sebelum masuk kamar anaknya Bagas mengecup kening dan bibir istrinya. "Mas sayang banget sama kamu."
"Iya mas, Zahra juga sayang banget sama mas. Udah sana letak dulu Gavin sekalian aja mas juga istirahat, entar kalau makan siangnya Uda selesai aku bangunin kamu dan juga Gavin."
Bagas pun langsung ke kamar Gavin meletakkan anaknya ke ranjang yang masih tertidur di gendongannya. Selesai meletakan Gavin, Bagas melihat keseluruhan kamar Gavin. Bagas pun tersenyum melihat banyaknya poster superhero didinding kamar anaknya. Di kamar nya juga ada lemari khusus tempat mainannya, Bagas melihat begitu banyak maina robot, dan juga mainan superhero tersusun disana. "Ternyata anak Papa suka dengan karakter superhero ya.." Ucapnya sendiri sembari mengecup kening anaknya dengan sayang. Kemudian tak berapa lama Bagas pun ikut tertidur di samping anaknya.
Akhirnya Zahra selesai memasak. Zahra melihat jam sudah menunjukkan pukul satu siang, saatnya Zahra membangunkan kedua laki-laki tampan kesayangannya untuk makan siang.
Zahra dengan langkah pelan jalan menuju kamar anaknya yang tepat berada di sebelah kamarnya dan suaminya. Zahra lalu membuka pintu kamar anaknya Gavin, dilihat mereka berdua masih tertidur dengan nyenyak. Sebenarnya Zahra tidak tega membangunkan mereka berdua, tapi ini waktunya makan siang Zahra tidak ingin membuat kedua laki-laki tampan yang paling ia sayangi sampai telat makan. Jadi dengan sangat terpaksa Zahra membangunkan suami dan anaknya, lagian suaminya juga harus minum obat.
__ADS_1
"Mas bangun.." Ucapnya membangun kan Bagas sembari mengelus kepala serta mencium kening suaminya. "Mas.. "Ucapnya lagi dengan menggoyangkan lengan suaminya agar terbangun, tapi suaminya tak bangun juga. Kemudian Zahra mencoba mencium bibir Bagas berharap kali ini suaminya akan terbangun, dan benar saja setelah Zahra mengecup bibir suaminya matanya langsung terbuka.
"Makasih sayang, mas senang cara kamu membangunkan mas tidur." Ucap Bagas sembari tersenyum-senyum menatap Zahra yang duduk di sampainya karena ia sudah mengerjai istrinya. Apalagi melihat wajah cemberut istrinya sungguh sangat lah menggemaskan, momen ini lah yang dirindukan Bagas, melihat wajah kesal istinya.
"Mas kamu sengaja ngerjain aku?!" kesal Zahra ternyata suaminya hanya mengerjainya. Zahra pun langsung mencubit perut Bagas suaminya, Bagas pun sampai mengaduh kesakitan sembari tertawa juga. Zahra bukannya berhenti malah semakin mencubit suaminya tanpa ampun.
"Hahaha.. sayang ampun iya mas minta maaf." Bagas kemudian memegang tangan istrinya supaya Zahra berhenti mencubit perutnya, lalu Bagas menarik Zahra kedalam pelukannya sembari mengecup keningnya.
"Makasih sayang kamu Uda mau bertahan sama mas, sekali lagi mas minta maaf sama kamu dan juga Gavin yang Uda ninggalin kalian selama tiga tahun ini. Mas benar-benar ngerasa telah menjadi suami maupun Papa yang gagal dan tidak berguna buat kalian." Ucap Bagas yang kembali menangis meminta maaf ke Zahra.
"Siap nyonya.." Jawabnya sembari tersenyum manis pada Istrinya. Zahra Yang mendengar jawaban dari suaminya hanya geleng-geleng kepala, setelahnya Zahra membangunkan Gavin anaknya untuk makan siang bersama.
Mereka sekarang sudah duduk di meja makan. Hari ini Zahra masak ke sukaan kedua lelaki tampan yang paling ia cintai ini.
"Hole... Bunda masak semul ayam kesukaan Gavin.." ucap Gavin girang karena Zahra masak makanan kesukaan nya.
__ADS_1
"Gavin tau? Papa suka semur ayam juga loh.." Gavin langsung menoleh ke arah Papanya.
"Benelan Papa suka semul ayam sama aya Gavin?" Tanya anak polos itu.
"Iya sayang.." Jawab Bagas.
"Ye.."
Saat ini Bagas dan Zahra lagi duduk santai di ruang tv setelah selesai makan siang. Sedangkan Gavin anak mereka, lagi bermain di ruangan bermainnya.
"Sayang.."
"Hmm" Jawab Zahra yang masih asik menikmati acara di tv.
"Ada yang mau mas bicarakan sama kamu.." Zahra langsung menoleh kearah suaminya. "Emangnya mas mau bicara apa?" Tanya Zahra.
__ADS_1
"Sebenarnya_"