CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
134. Bab 135


__ADS_3

Lima hari telah berlalu, tetapi Zahra belum juga sadar dari komanya. Semua keluarga sangat sedih dengan Zahra yang koma dan belum sadar sampai sekarang, meraka juga ikut prihatin melihat keadaan Bagas yang kacau dan frustasi karena sang istri belum juga sadar dari komanya. Ya, saat ini keluarga Bagas dan Zahra sudah berada di London, setelah Bagas mengabarkan keadaan Zahra yang koma selesai melahirkan anak keduanya, mereka semua langsung terbang ke London dan semua sempat kaget dan juga syok. Apalagi kedua orang tua Zahra terpukul dengan keadaan anaknya gak sampai terpikir dengan mereka kalau Zahra anaknya akan mengalami seperti ini. Kakak dari Zahra yaitu Yuda beserta istri dan anaknya juga datang ke London untuk melihat keadaan adiknya. Begitu juga dengan Rio dan Sheina mereka pun ikut ke London, padahal Sheina tengah hamil 6 bulan, demi ingin melihat keadaan kakak iparnya itu Sheina bela-belain terbang ke London dengan keadaan hamil 6 bulan.


Selama lima hari ini, Bagas tak pernah meninggalkan istrinya di ruangan nya. Karena Bagas tidak mau saat istrinya sadar, dirinya tidak berada di samping istrinya. Bagas juga meminta kepada Dokter untuk meletakkan bayinya berada di ruangan istrinya juga, agar Bagas mudah menjaga mereka. Sesekali Bagas juga meletakkan putrinya itu di samping tubuh istrinya, siapa tahu dengan meletakkan anaknya di ranjang dekat istrinya, istrinya itu bisa merasakan anaknya ada di dekatnya dan bisa membuat istrinya akan sadar dari koma.

__ADS_1


Kalau urusan kantor, Bagas sudah menyerahkan ke Daniel untuk mengurus nya sementar. Daniel sebagai asisten maupun sahabat dari Bagas tidak masalah pekerjaan semua di serahkan kepadanya dan Daniel juga bilang ke Bagas untuk fokus ke Zahra saja dan anaknya yang baru lahir. Sedangkan Lisa sahabat dari Zahra, juga sudah beberapa kali menjenguk Zahra. Sedih sudah pasti, melihat sahabatnya belum sadar selama lima hari, dan mereka hanya bisa berdoa saja agar Zahra cepat sadar.


Saat ini Bagas tengah menggendong anaknya di ruangan istrinya, sembari memberikan susu formula dari botol bayi ke anaknya yang lagi haus dan sekalian mengajak anaknya berbicara. Putrinya, anak keduanya bersama Zahra yang baru lahir telah di beri nama Zoya Queensha William oleh Bagas sendiri.

__ADS_1


"Nak, kaya' nya bunda Uda gak sayang lagi deh sama kita sayang." Ucap Bagas pada sang anak. "Papa harus gimana sayang.. bantu Papa dong untuk bangunin bunda..pasti kamu mau mimik susu dari bunda kan?" tambahnya lagi sembari mencium pipi anaknya dengan lembut. "Kamu sabar ya sayang, doain bunda cepat sadar agar kita bisa berkumpul dengan bunda dan satu lagi kakak kamu, kak Gavin. Kamu senang kan nak.. Uda ketemu sama kak Gavin, kamu tahu sayang kak Gavin paling bahagia melihat kamu sudah keluar dari perut bunda dan kakak kamu senang dan bangga sudah menjadi seorang kakak. Tapi kakak Gavin gak tahu kalau bunda belum sadar juga nak. Kak Gavin tahunya bunda lagi istirahat dan gak boleh di ganggu dulu. kalau kakak sampai tahu bunda masih berbaring di tempat tidur dan belum bangun-bangun juga, pasti kakak Gavin akan sedih seperti kita." Bagas terus saja mengajak putrinya bicara sesekali melihat kearah istrinya.


Bagas kembali duduk di samping ranjang istrinya, menggenggam tangan Zahra dan mengecupnya.

__ADS_1


"Sayang ini Uda lima hari loh, kamu belum bangun juga. Kamu tega sama mas dan anak-anak sayang. Mas tahu kamu pasti mau balas dendam kan sama mas, biar mas bisa merasakan apa yang kamu rasakan di saat mas koma dulu. Mas akui kamu hebat sayang, kamu sanggup, kuat dan sabar menuggu mas yang koma selama 6 bulan di saat kamu lagi hamil Gavin. Tapi mas, mas gak kuat, mas rasa mau gila melihat kamu terbaring di ranjang dan tidak bergerak sama sekali." Bagas kembali menitihkan air matanya, ia berusaha untuk tidak menangis, tetapi tanpa di tahan air matanya mengalir gitu aja. "Please sayang bangun.. kamu gak kasihan sama Gavin, Gavin sangat merindukan kamu tetapi Gavin tidak tahu kondisi kamu yang sebenarnya sayang. Sayang mas mohon, kami sangat membutuhkan kamu dan mas sama anaknya gak kuat tanpa kamu.. bangun dong sayang.. mas janji sama kamu, kalau kamu bangun mas akan turutin semua yang kamu mau dan kamu inginkan, tapi mas mohon kamu bangun." ucap Bagas yang tak henti-hentinya meminta istrinya untuk bangun. Tangan Zahra sampai basah karena tetesan air matanya dari Bagas yang mengalir terus.


"Sayang mas minta maaf kalau ada salah sama kamu, please.. please sayang bangun.." lirihnya yang masih terus merengek pada istrinya. Bagas lalu mencium kening istrinya begitu dalam dan kemudian meletakkan wajahnya di ceruk leher istrinya sampai menangis terisak.

__ADS_1


__ADS_2