CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
47. Bab 47


__ADS_3

Di rumah Zahra. Sheina dan Zahra kini sedang sarapan nasi goreng yang dimasak oleh Zahra.


"Mbak enak banget sih nasi gorengnya.. pasti mbak Zahra hobi masak kan?" tanya Sheina


"Iya Shein aku paling hobi memasak. Aku sama Ibu ku hobinya beda Shein. Kalau Ibu ku suka membuat cake, dan aku paling suka masak." Jawab Zahra


"Pantes saja Ibunya mbak buka toko kue, terkenal lagi toko kuenya. Papa sama Mama juga suka banget sama brownis buatan Ibunya mbak Zahra." Ucapnya. "Sheina yakin pasti kak Bagas makin cinta sama mbak, karena mbak pintar masak dan masakan mbak enak lagi. Dulu ya mbak kalau Sheina tanya ke kak Bagas tentang ingin mempunyai istri yang bagaimana.. Kak Bagas selalu bilang, ingin istri yang cantik, pengertian, penyayang dan istri yang pintar memasak supaya dia betah makan dirumah. Dan sepertinya apa yang kak Bagas inginkan terwujud. Apa yang diinginkan oleh kak Bagas ada di mbak Zahra semua. Ternyata mbak istri yang di cari dan di inginkan oleh kak Bagas." Tambahnya lagi.


"Kamu bisa aja Shein. Tapi Alhamdulillah kalau emang aku istri yang di inginkan oleh mas Bagas. Aku juga uda merasakan Shein begitu cinta dan sayang nya mas Bagas sama aku. Ucapnya


"Iya mbak Sheina juga bisa melihat sendiri kok gimana cinta dan sayangnya kak Bagas ke mbak. Gimana bucin nya dia sama mbak Zahra. Padahal ya mbak, saat bersama mantan-mantannya dulu kak Bagas biasa aja loh mbak. Ya walaupun dia selalu memberikan apa pun yang mantannya inginkan tapi dia gak pernah tuh bucin kepada mereka. Mungkin benar kata Mama, kalau kak Bagas Uda menemukan wanita yang tepat dan itu mbak Zahra. Mama senang melihat kak Bagas sebahagia itu bersama mbak Zahra. Mbak Zahra tahu, Mama juga sangat bahagia ternyata pilihan Mama menjodohkan kak Bagas dengan mbak itu adalah tepat. Semoga mbak dengan kak Bagas selalu bahagia dan di jauhkan dari masalah rumah tangga kalian berdua. Aamiin..'


"Aamiin..." makasih untuk doanya Shein."ucap Zahra. Ya uda ayo kita berangkat kerja entar telat loh. Ucapnya lagi


"Oke yuk.." ajak Sheina


Mereka berdua berangkat ke kantor di antar oleh supir. Di tengah perjalanan menuju kantor, terdengar suara ponsel dari Zahra berbunyi. Ia mengambil ponsel dari dalam tasnya dan melihat ada panggilan video dari suaminya, kemudian Zahra pun menerima panggilan video suaminya. Terlihat dari ponsel Zahra wajah tampan suaminya yang tersenyum manis padanya.


"Assalamu'alaikum sayang.." Ucap Bagas


"Waalaikumsalam mas.." jawab Zahra sembari tersenyum tak kalah manis ke suaminya.


"MasyaAllah cantiknya bidadari nya mas.." ucap Bagas. Zahra yang dibilang cantik oleh suaminya pun tersenyum malu-malu sembari menundukkan kepalanya, ia yakin saat ini wajahnya sudah merah merona. "Sayang jangan tundukkan kepala kamu, mas Uda lihat pipi merah kamu loh. Sayang lihat mas dong.." Zahra pun mengangkat kepalanya melihat suaminya lagi sembari tersenyum.

__ADS_1


"Gitu dong sayang mas jadi bisa lihat wajah cantik kamu."


"Uda dong mas jangan di gombalin lagi. Zahra jadi malu nih. Disini ada Sheina sama pak supir loh." Ucapnya


"Beneran sayang kamu cantik dan mas gak gombal kok." Ucap Bagas lagi. "Kamu Uda berangkat kerja ya?" tanyanya.


"Uda mas, nih lagi di mobil dengan Sheina." Jawabnya sembari tersenyum pada suaminya.


Sheina yang duduk di sebelah Zahra hanya diam dan mendengarkan pembicaraan kakaknya dengan Zahra. Ya Allah kapan ya gue bisa seperti mereka. Gue benar-benar iri lihatnya. Apa benar ya kalau kak Rio juga suka sama gue. Harapan gue sih kak Rio beneran suka dan memiliki perasaan ke gue. Sepertinya gue harus coba rencana dari mbak Zahra, setelah kak Rio pulang dari Bali nanti. Siapa tau aja kak Rio beneran cemburu lihat gue dekat sama cowok lain, kalau iya dia cemburu berarti kak Rio ada perasaan juga dong sama gue. Mudah-mudahan terjadi sesuai dengan yang gue harapkan. Aamiin.. gumam Sheina dalam hati.


"Mas kangen banget sama kamu sayang.. kamu kangen juga gak sama mas? kok tadi malam telpon dari mas gak di angkat?"


"Maaf mas gak dengar soalnya Zahra uda tidur. Zahra juga kangen sama mas." jawab Zahra. "Mas lagi di kantor yang di Bali ya?" Tanyanya


"Enggak dong mas, kenapa Zahra harus marah, mas disana kan lagi kerja." Jawabnya. "Mas jangan lupa makan ya?"


"Iya sayang. Kamu jangan macam-macam disana ya selama mas gak ada, oke sayang."


"Iya mas.. kamu juga mas disana jangan macem-macem. Apalagi disana banyak bule-bule cantik dan seksi."


"Hahaha.. menggemaskan sekali sih istrinya mas. Kamu tenang aja sayang mas gak selera sama bule. Mas maunya cuman sama kamu dan bukan yang lain."


Apa! gak selera dengan bule sombong benget lo kak Bagas. Padahal mantannya banyak wanita bule. Gumam Sheina dalam hati. Ingin sekali dia tertawa terbahak-bahak saat ini. 😆😆

__ADS_1


"Mas Uda dulu ya ni Zahra uda nyampe kantor. Makan siang entar kita sambung lagi ngobrolnya."


"Iya sayang I Love you bidadari surga nya mas.."


"I Love you to mas." jawab Zahra dengan suara begitu kecil karena malu di dengar Sheina dan juga supirnya.


Bagas yang tidak mendengar balasan dari istrinya tapi dia bisa melihat dari gerakan bibir istrinya pun tersenyum. Ia tahu pasti istrinya malu.


Zahra dan Sheina pun keluar dari mobil setelah Bagas sudah menghentikan panggilan videonya. Mereka berdua jalan masuk ke dalam gedung. Sampai di lift, para karyawan pada ngelihatin mereka berdua dan bertanya-tanya. Bukannya yang sama Zahra itu pacarnya CEO, tapi kok bisa dekat dengan Zahra? Itulah yang ada di pikiran mereka semua. Mereka tahunya kalau Sheina pacar dari CEO mereka. Karena waktu itu mereka pernah melihat Sheina menggandeng tangan Bagas dengan mesra di lobby. Para karyawan sampai sekarang belum ada yang tahu kalau Sheina itu adik dari Bagas. Hanya sekretaris Bagas dan sahabat dari Zahra yang mengetahuinya.


Lift pun terbuka, Zahra dan Sheina ikut masuk ke dalam lift dengan karyawan yang lain.


Lift berhenti di lantai 5, tempat dimana ruangan Zahra berada. Zahra pun keluar dari lift.


"Shein aku duluan ya aku Uda nyampe ruangan ku nih." ucap Zahra.


"Oke mbak.." jawab Sheina sembari tersenyum pada Zahra. Kemudian lift pun tertutup dan masih ada beberapa karyawan lagi yang bersama dengan Sheina di dalam lift.


Zahra berjalan menuju mejanya. Saat ingin duduk di kursinya tiba-tiba saja hijabnya ditarik dan kemudian..


Plak


Sebuah tamparan mendarat ke pipi kanan Zahra begitu keras. Sampai karyawan yang berada satu ruangan Zahra terkejut, begitu juga dengan sahabat Zahra yang baru saja datang.

__ADS_1


__ADS_2