
Tak terasa sebulan telah berlalu. Gavin sangat senang selama tinggal di London bahkan saat Bagas pura-pura mengajaknya pulang ke Jakarta, Gavin sama sekali tidak mau ia mau terus tinggal di London.
Bagas juga sudah mengumumkan kepada karyawan nya kalau dia sudah menikah dengan Zahra dan juga mempunyai anak bernama Gavin. Karyawan yang memang tidak tahu sangat terkejut, jadi wanita yang selalu di bawa Bagas ke kantor bersama anak kecil itu ternyata istri dan anak dari CEO tempat mereka bekerja.
Setelah karyawan tahu kalau Zahra adalah istri dari Bosnya mereka sangat menghormati Zahra, apalagi Zahra ternyata orangnya sangat baik kepada mereka dan tidak sombong, tidak seperti mantan-mantan Bagas dulu, belum jadi istrinya saja sombong dan sok berkuasa berbeda banget dengan Zahra. Zahra yang memang orangnya sangat ramah, dan baik jadi mudah dekat dengan siapa saja. Karyawan Bagas juga suka melihat anak dari Bosnya yang sangat tampan dan menggemaskan itu. Terkadang mereka juga sering bercanda dan menggoda Gavin.
__ADS_1
"Sayang tumben kamu banyak makan?" Tanya Bagas karena saat ini mereka lagi makan siang di ruangan Bagas, sedangkan Gavin pergi makan bersama dengan Daniel. Entah sajak kapan Gavin sangat dekat dengan Daniel, terkadang kalau sudah datang ke kantor Gavin lebih suka main di ruangan Daniel. Kalau Daniel sendiri malah senang Gavin bisa dekat dengan nya Daniel serasa terhibur dengan adanya Gavin yang sangat lucu dan menggemaskan.
Selama sebulan di London, Bagas tidak pernah meninggalkan Zahra dan juga Gavin, Bagas selalu membawa Zahra dan Gavin ikut kekantornya. Kecuali saat Bagas ada meeting di luar pasti Bagas menyuruh mereka untuk menunggu Bagas di ruangannya. Padahal Zahra sudah bilang ke Bagas, tidak masalah kalau mereka di rumah saja, lagian dirumah ada banyak pelayan jadi mereka tidak akan bosan. Tapi Bagas tidak mau, Bagas selalu jawab gak mau jauh dari istri dan anaknya.
"Iya gak tau nih mas, belakangan ini Zahra makan nya banyak, baru 10 menit selesai makan Uda lapar lagi." Jawab Zahra jujur, memang sekarang nafsu makannya bertambah. "Emangnya kenapa mas? Apa mas malu kalau Zahra tubuhnya makin gemuk?"
__ADS_1
"Jadi menurut mas aku gak seksi seperti mantan-mantan mas gitu?!" Tanyanya kesal. "Atau mas maunya Zahra seperti mereka yang memakai pakaian kurang bahan, yang memperlihatkan buah dadanya di depan umum?!" Tambahnya lagi.
"Astaghfirullah sayang.. bukan begitu maksud mas, kamu juga seksi, jadi kalau makannya banyak kan makin tambah seksi lagi.. dan Jangan harap mas ijinkan kamu memakai baju seksi di dapan Umum itu dosa, cukup mas seorang yang melihat tubuh seksi kamu." Ucapnya tak kalah kesal. "Kok kamu sekarang jadi mudah emosi gini sih sayang..?" Tanya Bagas bingung dengan perubahan Zahra beberapa hari ini.
"Maafin Zahra mas.. gak tahu kenapa belakangan ini Zahra cepat kali emosi. Pasti mas kesal kan sama Zahra, karena marah-marah terus, hiks.. hiks.. maafin Zahra ya mas.." Ujarnya semabari menangis.
__ADS_1
"Hei sayang kok malah nangis.." Bagas langsung memeluk Zahra sembari mengelus punggung Zahra menenangkan. Beberapa menit Zahra akhirnya tenang, Bagas melepaskan pelukannya lalu mencium kening istrinya. "Mas juga minta maaf ya.." Bagas kembali memeluk Zahra lagi dengan erat. "Gak apa-apa kalau kamu marah-marah sama mas terus, asalkan jangan menangis, mas gak kuat lihat kamu nangis." Ucapnya lagi.