CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
65. Bab 65


__ADS_3

Sinar matahari pagi mulai masuk ke sela-sela jendela kamar hotel. Cahayanya sampai menyentuh wajah Bagas, membuatnya jadi terbangun dari tidur nyenyak nya. Bagas pun membuka matanya, ia tersenyum saat pertama bangun yang ia lihat adalah wajah damai istrinya.


Hal sesederhana seperti ini saja sudah mampu membuatnya sangat bahagia. Kalau dipikir-pikir lagi, Bagas tidak menyangka bahwa ia bisa begitu cepat jatuh cinta pada istrinya, padahal mereka berdua di jodohkan. Awalnya ia pikir setelah menerima perjodohan ini, ia akan susah juga untuk jatuh cinta pada istrinya, ternyata ia salah. Saat pertemuan pertama mereka saja istrinya sudah bisa memporak porandakan hati, pikiran dan perasaannya serta jantungnya yang berdegup kencang.


Dirinya ternyata sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan istrinya. Alhamdulillah ternyata Allah baik padanya, memberikan jodoh yang tepat untuknya. Padahal begitu banyak ia mempermainkan hati wanita, tapi ada juga sih yang mempermainkan dirinya dengan hanya menginginkan uang nya aja. Sekali lagi ia benar-benar berterima kasih kepada Papa dan Mamanya yang telah memaksanya untuk menerima perjodohan nya bersama istrinya Zahra.


Memang mantannya banyak yang cantik-cantik dan seksi-seksi, tapi dari mereka tidak ada yang bisa membuat hatinya tersentuh dan gak ada yang bisa membuat jantung nya berdetak kencang seperti yang ia rasakan kepada Zahra istrinya. Dengan istrinya ia merasakan ketenangan, kenyamanan, ia merasa dihargai, ia juga merasakan kehangatan saat istrinya memeluknya dan banyak lagi yang ia rasakan bersama istrinya. Ia tidak akan sanggup dan gila kalau ia harus di pisahkan oleh istrinya. Ia selalu berdo'a agar rumah tangga nya dengan Zahra baik-baik saja, kalau pun nantinya Allah menguji rumah tangga mereka berdua, mudah-mudahan masalah yang dihadapi tidak terlalu besar dan mereka masih bisa menyelesaikannya dengan mudah.


Bagas masih terus menatap istrinya penuh cinta. Wajah yang imut mungil, bulu mata yang lentik, semua yang ada pada isterinya ia menyukainya. Apalagi bibir tipis istrinya yang membuat dirinya candu ingin terus dan terus mencium bibir istrinya.


Bagas menarik istrinya untuk lebih dekat kedalam pelukan hangatnya dan mulai mengecup bibir manis istrinya. Awalnya Bagas hanya ingin mengecup saja, tapi ternyata tidak membuatnya merasa cukup.


Zahra yang masih tidur dengan nyenyak nya mulai terusik dengan kecupan lembut di bibirnya. Ia pun membuka matanya perlahan dan saat terbangun yang dilihatnya adalah suaminya sembari tersenyum manis menatapnya.


"Mas.." panggil Zahra dengan suara khas bangun tidur.


"Iya sayang.. maaf ya kamu jadi kebangun, habisnya mas gemas lihat bibir kamu jadi mas cium deh."


"Gak apa-apa mas.. Ini sudah jam berapa mas?"


"Uda jam 10 sayang.." Jawab Bagas.


"Kok mas gak ada bangunin Zahra sih?"


"Mas juga baru bangun kok. Ya uda yuk kita mandi, habis itu kita sarapan." Ucap Bagas kemudian ia mengangkat Zahra lalu membawa nya ke kamar mandi.

__ADS_1


"Mas...!" teriak Zahra yang terkejut saat Bagas mengangkat dirinya. "Mas ih lepasin, kamu kalau mau mandi duluan aja mas.. setelah mas baru aku mandi."


"Kita mandi sama-sama aja sayang.. biar cepat selesai. Soalnya mas Uda lapar banget. Kamu gak usah takut mas gak akan terkam kamu, mas tahu kamu masih capek karena kegiatan kita malam tadi. Lagian kamu gak ingat sayang kita kan di undang makan malam di rumah Papa, untuk ngerayain ulang tahun Perusahaan. Ayah dan Ibu kamu juga datang kok sayang.."


"O iya mas Zahra sampai lupa. Kita langsung kerumah Papa atau balik dulu ke rumah mas?"


"Kita langsung aja kerumah Papa sayang. Entar selesai makan malam baru kita pulang kerumah. Capek kalau kita harus bolak balik sayang... rumah Papa kan jauh dari rumah kita."


"Oke."


Mereka berdua pun mandi bersama, Bagas menepati janjinya tidak melakukan apapun ke istrinya mereka benar-benar mandi. Selesai mandi mereka pergi sarapan di restoran Hotel.



Si cantik dan imut Zahra.



Selesai mereka sarapan di hotel, Bagas dan Zahra pergi meninggalkan hotel menuju rumah orang tuanya Bagas. Satu jam mereka pun sampai rumah mewah orangtuanya.


Mereka berdua di sambut hangat oleh Papa dan Mamanya Bagas. Apalagi Mamanya Bagas sayang banget dengan Zahra, karena Zahra dapat merubah Bagas menjadi orang yang lebih baik. Mertuanya gak salah telah memaksa anaknya untuk menerima perjodohan yang sudah mereka tetapkan waktu itu. Filing seorang Ibu kepada anaknya gak pernah salah, bahwa Zahra memang yang terbaik untuk Bagas. Terbukti sekarang anaknya sangat bahagia hidup bersama Zahra.



Malam pun tiba, kini dirumah Papa Bimo William sudah ramai. Ada kedua orang tua dari Zahra, Rio, Sheina, Bagas dan Zahra tak lupa kerabat dari Bimo William juga ada. Keluarga Bagas sengaja mengadakan makan malam bersama untuk merayakan hari ulang tahun Perusahaan WILLIAMS GRUP. Semua orang pada menikmati hidangan makan malamnya.

__ADS_1


"Bagas gimana jadi kalian bulan madu ke Turki?" Tanya Papa Bimo.


"Insyaallah jadi Pa Minggu depan." Jawab Bagas.


"Jadi kakak mau hanymoon ke Turki? Wow Sheina dari dulu pengen sekali jalan dan liburan ke Turki.. boleh ikut gak kak Sheina ke Turki?"


"Enak aja mau ikut. Yang ada gue gak jadi hanymoon, karena Lo ngerecokin kami terus.."


"Pelit banget sih gitu aja gak boleh ikut." Ucapnya sembari mengerucutkan bibirnya. Rio yang melihat tingkah Sheina pun tersenyum, sungguh sangat menggemaskan menurutnya. Mungkin kalau tidak ada keluarganya Uda di ciumin tu wajah Sheina karena gemas.


"Sheina kamu gimana sih Bagas lagi hanymoon, bukan jalan-jalan. Dia lagi mau membuat keponakan untuk kamu." Ucap Mamanya. Zahra yang mendengar ucapan mertuanya menunduk malu.


"Kalau Lo mau ke Turki nikah dulu, biar hanymoon di Turki juga." Ucap Bagas.


"Tenang aja entar kalau waktunya tiba, Sheina juga nikah kok."


"Apa kamu sudah punya pacar Shein? Apa perlu Papa carikan? Anak dari teman maupun kolega bisnis Papa banyak, kamu mau Papa jodohkan dengan mereka Shein?"


Rio dan Sheina tersedak mendengar ucapan Papanya barusan. Mereka semua yang ada di meja makan pada ngelihat Rio dan Sheina bersamaan.


"Pelan-pelan dong makannya Rio, Shein.." Ujar Mamanya.


*Wah bisa gawat nih kalau Papa sampai menjodohkan Sheina dengan rekan bisnis Papa. Gue harus bergerak cepat sebelum itu terjadi. Gumam Rio dalam hati*.


*Duh gimana nih kalau Papa beneran menjodohkan gue dengan teman Papa? Kak Bagas saja di jodohkan, tidak menutup kemungkinan gue juga di jodohin juga. Kak Rio please harus gerak cepat sebelum Papa beneran ingin menjodohkan Sheina. Gumam Sheina dalam hati*.

__ADS_1


Selesai makan malam dan berbincang-bincang akhirnya mereka semua pulang kerumah masing-masing.


__ADS_2