
"Bro sebenarnya ini ada apa? Sepertinya telah terjadi sesuatu yang gue gak tahu itu apa. Kalau Lo emang percaya sama gue, Lo bisa cerita yang sebenarnya sama gue ada masalah apa? Apa terjadi pertengkaran antara Lo dan Bagas? Apa Bagas bertengkar dengan Om Bimo, makanya dia pergi dari rumah?!" Banyak nya pertanyaan yang Gio ucapkan ke Rio, yang membuat dirinya penasaran dengan apa yang terjadi.
"Oke gue akan cerita sama Lo. Tapi gue mohon setelah gue cerita ke lo, jangan beritahu siapa pun tentang Bagas." Ucap Rio. Ia kembali menghela napasnya pelan sembari memijit kepalanya yang sedikit pusing. Kemudian Rio mulai bercerita dari awal pertemuan nya dengan Reisa teman satu sekolah mereka dulu, sampai Bagas koma karena ulah Reisa.
Gio sempat tertegun mendengar cerita dari Rio. Ternyata Bagas beberapa bulan ini tidak tahu kabar nya bukan berada di London melainkan berbaring koma di rumah sakit.
"Ya ampun Yo.. gue gak nyangka kalau Reisa sampai melakukan hal itu pada Zahra dan Bagas. Itu nama nya bukan cinta, tapi Reisa sudah terobsesi dengan Bagas, sampai-sampai ia mau menyelakai Zahra. Kenapa sih Lo gak mau cerita sama gue soal ini dari awal?" Tanyanya.
__ADS_1
"Gue bukannya gak mau cerita ini sama lo. Gue gak enak sama Papa yang uda menutupi keadaan Bagas yang sebenarnya pada seluruh karyawan dan Rekan bisnisnya. Papa gak mau kalau ada yang memanfaatkan kondisi CEO WILLIAMS GRUP yang lagi koma." Jawab Rio menjelaskan ke Gio kenapa tidak mau Jujur padanya.
"Lo benar Yo, terkadang ada dari beberapa orang memanfaatkan orang yang lagi sekarat untuk kepentingan nya sendiri. Apa gue boleh jenguk Bagas kerumah sakit?"
"Oke, setelah makan siang nanti kita kesana melihat keadaan nya." Jawab Rio. " Lo disini aja dulu, sampai makan siang tiba. Gue balik meja, soalnya ada yang harus gue kerjakan sebentar." Tambahnya lagi. " O iya bro, jadi cowok tu jangan galak-galak entar dia jadi takut sama Lo, dan satu lagi kalau emang suka jujur aja jangan sampai Lo nyesel kalau dia Uda jadi milik orang lain." Bisik Rio pada sahabatnya kemudian ia beranjak dari sofa jalan menuju meja kerjanya sembari tersenyum manis pada Gio.
__ADS_1
Diruang ICU. Kini Gio sahabat dari Bagas sudah duduk disamping ranjang Bagas. Selesai makan siang tadi Rio,Gio dan Sekretaris nya langsung kerumah sakit.
"Hei Bro ini gue Gio." Sapa Gio sembari menggenggam tangan Bagas. "Gimana kabar Lo? Maaf kalau gue baru jenguk Lo sekarang, gue baru tahu kalau Lo Uda 6 bulan ini koma di rumah sakit. Gas Lo betah banget sih tidur selama itu..apa Lo gak capek? Gas Lo gak kangen apa sama sahabat Lo yang playboy ini? Bangun dong bro.. Lo gak kasian apa sama keluarga Lo, apa Lo gak kasian lihat Zahra yang setia nunggu Lo berbaring koma, nemenin lo, dan merawat Lo disini! Padahal Zahra lagi hamil anak Lo. Gas bangun ya..." Gio menghela napasnya, Gio sedih melihat sahabatnya jadi seperti ini.
"Oke. Kalau Lo gak mau juga bangun dari tidur panjang Lo, gue akan rebut Zahra dari Lo. Gue kan pernah bilang sama Lo kalau gue sempat tertarik dengan Zahra dulu. Gue rasa Zahra gak bakalan nolak gue, apalagi gue gak kalah tampan dari Lo. Dan soal dia lagi hamil, itu gak masalah buat gue, dengan senang hati gue terima anak Lo, gue akan menjadi Ayah yang baik dan hebat untuknya. Gue juga pastikan dia gak akan pernah tahu siapa Ayah kandungnya. Mereka juga akan gue bawah pergi jauh dari lo! Kalau Lo gak mau itu sampai terjadi, jadi please bro bangun.." Ancam Gio pada Bagas, berharap Bagas akan sadar setelah mendengar apa yang di ucapkan dirinya.
Gio diam beberapa menit sembari masih menatap Bagas, tapi Bagas belum juga mau membuka matanya. "Jadi beneran nih Lo gak mau bangun juga.. Oke jangan salahkan gue kalau Zahra akan gue bawa pergi jauh dari lo." Ancamnya lagi. Kemudian Gio beranjak dari kursinya, saat akan melepaskan genggaman tangannya dari Bagas, Gio terkejut dengan Bagas yang tak melepaskan genggaman tangannya dan malah menggenggam tangan Gio begitu erat. Gio kemudian melihat kelopak mata sahabatnya bergerak-gerak. Melihat itu Gio langsung menekan tombol yang ada di samping ranjang Bagas. Dan perlahan-lahan mata Rio mulai terbuka. Saat matanya sudah sepenuhnya terbuka, Bagas kemudian melihat ke seluruh ruangan. Sedangkan Gio yang masih berdiri di samping ranjang Bagas, tersenyum lebar ia senang karena ucapannya tadi Bagas langsung sadar dari komanya. Tak lama Dokter Haris dan perawat pun masuk kedalam ruangan rawat Bagas dengan tergesa-gesa.
__ADS_1
Semua yang ada diluar ruangan ICU bingung, mereka bingung kenapa Dokter Haris sampai berlari menuju ruangan rawat Bagas. Mereka semua tidak tenang dan was-was, takut terjadi apa-apa yang tidak diinginkan pada Bagas.