CEO Ku Adalah Suamiku

CEO Ku Adalah Suamiku
106. Bab 106


__ADS_3

"Baiklah jika memang itu Uda keputusan kamu untuk menetap di London. Lagian Ayah mertua kamu tidak masalah jauh dari anaknya, Papa akan ijinkan kamu tinggal disana. Tapi ingat jangan kamu sakiti dan buat nangis menantu Papa dan juga Cucu Papa yang tampan itu. Awas saja kalau Papa dengar kamu kembali menjalin hubungan dengan mantan-mantan kamu disana!" Ucap Papanya datar.


Bagas melebarkan matanya mendengar ucapan terakhir Papanya.


"Astaghfirullah.. Papa ngomong apaan sih! mana mungkin Bagas kembali sama mantan-mantan Bagas, sedangkan Bagas sudah memiliki istri sesempurna Zahra." Ucap Bagas yang tak terima apa yang di ucapkan Papanya tadi.


"Siapa tahu aja kan kamu khilaf." Ucap Papanya lagi sembari tersenyum sinis.


"Insyaallah Bagas gak akan khilaf. Asal Papa tahu aja saat Bagas amnesia berada di London selama tiga tahun Bagas sama sekali gak ada tuh berhubungan dengan mantan-mantan Bagas lagi! ya walaupun mereka masih ada berusaha mendekati Bagas. Tapi Bagas tidak memperdulikan mereka. Apalagi sekarang yang sudah mengingat Zahra adalah istri Bagas, gak akan pernah Bagas berpaling dari nya. Cukup Bagas tiga tahun ini nyakiti Zahra dan juga Gavin, Bagas tidak akan mengulangi kesalahan yang sama, insyaallah Bagas akan membahagiakan mereka dan gak akan buat mereka nangis lagi." Balasnya yang kesal karena ucapan Papanya.


Papanya hanya menaikkan kedua bahunya. Tanpa memperdulikan kekesalan anaknya. Sedangkan yang lain hanya terkekeh melihat kekesalan Bagas.


"Kapan kalian akan berangkat ke London?" Tanya Ayah dari Zahra.


"Seminggu lagi kami akan berangkat Yah."Jawab Bagas yang lega karena Papanya sudah menyetujui keputusannya, ya walau Bagas masih sedikit kesal dengan ucapan Papanya tadi.

__ADS_1


"Kok cepat banget sih Gas.?" Tanya Rio.


"Iya Yo.. Karena asisten gue kemaren kasih tahu kalau banyak jadwal meeting yang harus gue hadiri dan itu tidak bisa di wakilkan, harus CEO langsung yang datang."


"Ya uda kalau gitu Gavin akan Papa ajak ke Bali selama tiga hari. Papa dan juga Ayah mertua mu akan pergi kesana karena teman kami mengadakan pesta Pernikahan mereka dan sekalian aja Papa dan Ayah Bram ajak Gavin untuk berlibur kesana." Ucap Papanya untuk mengajak Cucunya ke Bali sebelum mereka berangkat ke London pas ketepatan Papa Bimo dan Ayah Bram ada acara di sana.


"Iya Pa." Balas Bagas.


Selesai mereka membicarakan Bagas yang akan memutuskan pindah ke London. Akhirnya keluarga mereka pulang kerumah masing-masing. Dan Papa Bimo kembali mengajak Cucunya Gavin ke rumah mereka, karena besok siang mereka terbang ke Bali. Alhamdulillahnya Gavin malah senang di ajak berlibur ke Bali bersama kedua Opa dan Omanya.


"Iya sayang.." Jawab Bagas yang lagi duduk di sofa yang ada dikamar tengah asik main game di ponselnya.


"Entar kalau Uda nyampai di London kita akan. tinggal dimana mas..?" Tanya Zahra.


"Kita akan tinggal di rumah Kakek William sayang. Selama kami dulu memutuskan untuk pindah ke sini rumah itu kosong.. hanya ada pelayan yang selalu mengurus rumah kakek. Tapi saat dulu mas kuliah mas tinggal disana, bersama Kakek William sekalian menemani beliau yang kesepian saat di tinggalkan nenek Sarah yaitu istrinya dari Kakek William." Jawab Bagas menjelaskan. "Tapi jika nanti kamu tidak suka dengan rumahnya kita bisa cari rumah lain kok sayang.." tambahnya lagi.

__ADS_1


"Gak usah mas.. kita tinggal di rumah Kakek aja, sekalian kita merawat rumah itu. O iya mas, apa halaman rumahnya sangat luas..?" Tanyanya.


"Luas sayang... Apa kamu ingin berniat membuat taman bunga seperti yang ada di halaman rumah kita sayang?"


"Hehehe kok mas tahu aja sih.." Ujarnya yang kini jalan menuju suaminya lagi duduk di sofa setelah Zahra selesai memakaikan cream malam di wajahnya.


"Tahu dong sayang, itu kan Uda jadi hobi kamu sekarang... kamu tahu sayang rumah Kakek William juga penuh dengan bunga, karena almarhum nenek sama seperti mu yang hobi menanam bunga. Nanti saat kamu disana dan melihat rumahnya kamu akan suka." Lalu Bagas menarik tangan Zahra yang sudah berada di depannya agar Zahra duduk di pangkuan nya.


"Kamu serius mas..?! kalau rumah Kakek banyak tanaman bunganya.." Tanya Zahra girang yang sudah berada di pangkuan Bagas sembari tangannya melingkar dileher Bagas suaminya.


"Iya sayang.." Jawab Bagas yang lagi mencium seluruh wajah istrinya gemas.


"Mas ih geli tau!" Bagas bukannya berhenti, Bagas malah terus mencium istrinya. "Habisnya kamu gemesin banget sih kaya Gavin." Bisik Bagas.


"Mas udah dong geli tau! kamu nyebelin banget deh!" gerutunya.

__ADS_1


Bagas langsung terkekeh melihat kekesalan Zahra padanya, sungguh istrinya sangatlah menggemaskan menurut Bagas. Ingin sekali rasa Bagas mengulangi kegiatan panas yang mereka lakukan pagi tadi, tapi melihat wajah lelah istrinya membuat Bagas mengurungkan niatnya itu. Jadilah mereka hanya bercerita dan bercanda, sesekali Bagas juga menggoda istrinya membuat pipi Zahra merona merah karena godaan dari Bagas.


__ADS_2